
Enam Elven Storm Blizzard tiba-tiba muncul dengan tubuh berkedip dan mengayunkan secara vertikal dari atas ke bawah kedua belatinya serentak ke arah Alvaro.
Untuk menangkalnya Alvaro menggunakan tebasan cepat dan bertubi-tubi, “Slice Of Dice!”
Suara tebasan pedang yang dilakukan oleh Alvaro terdengar begitu nyaring dan memekakkan telinga. Alvaro benar-benar menggunakan tekniknya dengan tepat.
Tebasan Alvaro terlalu kuat, hingga membuat mereka berenam terpundur. Pada saat terpundur inilah, Alvaro mengeluarkan salah satu senapan magnum rifle dari jam tangan ruang. Kemudian ditembakan secara bertubi-tubi ke arah kawanan Elven Strom Blizzard.
Suara tembakan terdengar beruntun terdengar memenuhi area pegunungan. Para Elf es tersebut langsung reflek dan mementalkan peluru yang dimuntahkan oleh senapan milik Alvaro.
Peluru-peluru itu memang berhasil dipentalkan ke berbagai arah. Akan tetapi, akibat menahan peluru yang melaju sangat cepat itu, kedua belati es yang dipegang mereka berenam retak dan lama-kelamaan hancur.
Membuat kepingan-kepingan belati es tersebut berhamburan ke sembarang arah. Alvaro menggunakan kesempatan itu untuk menyerang mereka secara jarak jauh.
Lalu dia merubah Highlander Assault menjadi pedang panjang melengkung. Berbilah merah darah dengan ring pedang memiliki bentuk huruf ‘X’ yang diselimuti aura api yang berkobar-kobar dan mengayunkannya secara vertikal, “Twin Veda: Omega Blaster! Aerial Wave Blast!”
SWUSH!
Siluet gelombang energi berwarna merah kehitaman membelah apapun yang dilewatinya sepanjang 500 meter.
Elven Storm Blizzard yang membawa panah juga terkena imbasnya. Mereka langsung meledak serentak, saat gelombang energi yang sangat dahsyat tersebut dan kawanan Elven Storm Blizzard yang berjumlah 50 ekor monster lenyap tidak tersisa.
Suara ledakan terdengar sangat keras dan beruntun disertai kepulan debu dan asap menjulang ke langit membentuk siluet-siluet jamur sepanjang 500 meter.
[Tetew-tetew! Terjadi kelebihan beban energi di dalam tubuh Tuan. Penggunaan Rage Buster Mode dan Burning Burst Mode tidak dapat digunakan selama 30 hari]
Alvaro kelelahan dan berlutut satu kaki dengan menumpu pada gagang Omega Blaster. Dia tidak menyangka jika pedang Omega Blaster sekuat itu dan menguras semua energi Arkha miliknya. Bahkan membekukan sementara skill penguatan tubuh yang sangat efektif tersebut.
...[Tetew-tetew! Terdeteksi Boss monster dalam radius 800 meter di sebelah timur]...
...<>...........¤………..<>...
...[Nama Monster: Elven Monarch]...
...[Elemen: Es]...
__ADS_1
...[Level: Perak]...
...[Poin Pengalaman: 5000]...
...<>..........¤…………<>...
...[Tetew-tetew! Selamat, tuan telah membunuh monster level perak dan mendapatkan 1000 poin pengalaman]x50...
Saat Alvaro akan memulihkan energi Arkha yang telah terkuras habis. Datang gelombang badai yang sangat kencang menerbangkan apapun di sekitar Alvaro.
“Ada apa ini? Apakah boss monsternya sangat kuat?” kata Alvaro sambil menutupi matanya dengan punggung tangan kiri, karena badai itu terlalu kuat.
Kerikil-kerikil dan batu-batu berterbangan dan membentuk pusaran tornado yang sangat besar.
Pusaran tornado sejauh tujuh ratus meter itu bergerak cepat ke arah Alvaro.
Ternyata di dalam pusaran tornado tersebut ada sosok Elven Monarch, yakni monster berkepala Naga. Berbadan elang yang memiliki empat kaki dan enam sayap. Serta ekor sepanjang sepuluh meter dengan ujung ekor tajam seperti bilah tombak.
“Hahaha …. Akhirnya rasa lapar selama ribuan tahun ini akan terpenuhi, setelah memakan manusia jelmaan tiga Emperor Lord sekaligus. Dengan memakanmu maka aku akan menjadi sangat kuat dengan kekuatan tiha Emperor Lord, hahaha ….”
Dari dalam pusaran tornado yang semakin mengecil muncullah ratusan siluet sabit transparan. Pergerakannya cukup cepat saat melesat ke arah Alvaro dan seolah siap mencincangnya menjadi daging giling.
Suara yang dihasilkan begitu nyaring dan menyanyat hati. Apalagi jika tidak dibarengi dengan skill yang baik, mungkin tidak ada celah bagi Alvaro untuk selamat.
Beruntung, Alvaro menghindari setiap siluet sabit sepanjang satu meter tersebut dengan melompat. Berguling ke kanan dan ke kiri. Bahkan sesekali berhasil menangkisnya dengan bantuan pedang Omega Blaster.
“Aaakh!” pekik Alvaro saat paha kiri dan kanannya terserempet siluet sabit transparan.
Pada akhirnya dia tidak bisa mengelak dan hampir seluruh tubuhnya terkena siluet sabit. Suara tebasan itu membuat siapa saja yang melihatnya kesakitan dan nyeri.
Cairan merah segar memuncrat keluar dari seluruh bagian anggota tubuh Alvaro yang terkena sabetan siluet sabit. Hingga tidak lama kemudian langsung membuat Alvaro terjatuh ke permukaan tanah dalam keadaan terkapar. Dadanya kembang kempis tidak karuan.
Pusaran tornado itu hilang dan Elven Monarch terbang mendekati Alvaro yang sudah tidak berdaya dengan menyeringai. Kemudian ekor sepanjang sepuluh meter itu menjulur ke arah tubuh Alvaro untuk menjerat tubuhnya.
Alvaro secepat kilat minum dua botol cairan hijau untuk memulihkan luka-lukanya yang terlalu parah. Apalagi saat itu hanya tangan kirinya yang bisa bergerak.
__ADS_1
Saat tubuh Alvaro diangkat ke arah mulut Elven Monarch menggunakan ekornya, pedang Omega Blaster terjatuh ke permukaan tanah. Akan tetapi dengan begitu Alvaro bisa menyelipkan dua botol cairan merah di ketiak kanannya yang terjepit oleh lilitan ekor Monarch.
“Hahaha … manusia itu sehebat apapun, dia akan tetap menjadi rantai makanan yang paling bawah di bawah kami, hahahah …. Kalian seharusnya tunduk pada kami seperti salah satu diantara kalian, hahaha —”
“Maksudmu ada dari ras kami yang berkhianat?” potong Alvaro dengan mata membulat. Dia tidak percaya jika ada manusia atau para Arkha yang berkhianat dan berada di pihak para monster.
“Iya, berkat dia monster sebentar lagi akan terbebas sepenuhnya dan kami akan memangsa kalian semua, hahahaha —”
“Tidak akan aku biarkan. Selama kau masih hidup, maka kalian akan menjadi rantai makanan yang paling bawah di ujung kakiku. Aaaargh!”
Alvaro mengerang dan Infinity Gear menyala terang membuat ekor Elven Monarch yang melilit tubuhnya terpotong berkeping-keping. Cahaya itu benar-benar membuat ekornya hancur dalam sekali waktu. Bersamaan itu pula Alvaro menenggak dua botol cairan merah yang diambilnya dari ketiak kanannya.
Twin Veda: Highlander Assault! Power Domination!" seru Alvaro.
Pedang Omega Blaster berubah menjadi dua pedang berbeda bentuk dan melesat terbang ke arah Elven Monarch. Kedua pedang itu diarahkan oleh pikiran Alvaro untuk mengenai kedua mata Elven Monarch.
Saat kedua pedang akan dihalangi oleh kedua sayap milik elven Monarch, Alvaro mengendalikan kedua pedang tersebut menggunakan pikirannya untuk berbelok ke atas, kemudian melewati kedua sayap Elven Monarch.
JLEB! JLEB!
Kedua pedang itu berhasil menjangkau kedua mata Elven Monarch dan menusuknya, hingga cairan berwarna merah berhasil menyembur deras dari kedua kelopak mata Elven Monarch.
"Groaaar …!" Elven meraung kesakitan dan mencakar-cakar ke arah Alvaro secara membabi buta.
Akan tetapi, Alvaro sudah mendarat di permukaan tanah dengan posisi berlutut menggunakan satu kaki. Ia menggerakan jari telunjuk kirinya untuk menggerakan kedua pedang yang tertancap di kedua kelopak mata Elven Monarch.
Sekali lagi Alvaro berhasil menajamkan robekan yang dibuat di kedua mata Elven Monarch dengan pikirannya. Kedua pedang itu merobek kedua kelopak mata monster setengah Naga setengah Griffon dengan cepat.
Bahkan robekannya terus memanjang hingga ke arah telinga Elven Monarch, hingga membelah menjadi dua bagian.
...[Tetew-tetew! selamat, tuan telah membunuh boss monster portal level perak dan mendapatkan 5.000 poin pengalaman]...
Tubuh monster setinggi tiga puluh meter itu hampir saja menimpa Alvaro. Untungnya Alvaro segera berguling ke belakang sebelum tubuh Elven Monarch menimpanya.
Beberapa saat kemudian muncul sebuah pusaran portal. Merupakan pintu keluar yang berada di belakang tubuh Elven Monarch.
__ADS_1
Dengan sigap Alvaro menyimpan tubuh Elven Monarch ke jam tangan ruang miliknya bersama dengan Storm Core yang dijatuhkan oleh sang Monster setengah Naga dan setengah Griffon tadi.