RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 36


__ADS_3

Tim Fahmi yang beranggotakan sepuluh orang, sembilan anggotanya meminum cairan berwarna ungu seperti airan symbiote. Tubuh kesembilan anggota Tim Fahmi berkedip. Mereka kabur dari dalam dungeon portal level emas, hanya menyisakan Fahmi seorang yang sedang menatap sinis Alvaro.


“Cih, walaupun kamu memiliki kekuatan Thanatos, kamu tetaplah sampah dan jangan menyesal jika aku harus mengirimmu ke raja neraka,” ucapnya.


Octus dan Xena bertambah geram setelah tuannya dihina dan dianggap lemah oleh Fahmi. Tubuh kedua Naga tersebut diselimuti aura hijau yang sangat mendesis, sampai-sampai terjadi fluktuasi udara yang menimbulkan deru angin yang kencang di sekitar tubuh mereka berdua. Bahkan membuat permukaan dasar laut bergetar.


Octus dan Xena melesat secepat angin ke arah fahmi dan hilang dari tempatnya berdiri. Hanya dalam satu hembusan nafas, kedua Naga kembar tersebut muncul di depan Fahmi dan melancarkan pukulan bertubi-tubi sekuat tenaga ke tubuh Fahmi.


Pria bermanik mata hitam legam, dengan ruam akar ungu di sekitar kedua kelopak matanya berhasil menangkis setiap pukulan yang dilancarkan oleh Octus dan Xena dengan sangat mudah. Fahmi hanya menggunakan kedua lengannya yang sudah ditingkatkan kekerasan kulitnya, hingga kedua lengannya itu berwarna hitam kemerahan.


Suara rentetan pukulan akibat ke-enam tangan beradu sungguh sangat bising. Bahkan akibat benturan ke-enam tangan tersebut, permukaan dasar laut di dalam wilayah istana emas retak dan terus melebar.


Alvaro mengeluarkan kedua senapan magnum rifle dari ransel inventaris sistem, dan membidik ke arah kepala Fahmi. Akan tetapi, Alvaro sulit untuk membidik Fahmi yang selalu berpindah-pindah tempat. Apalagi karena pergerakan pertarungan mereka bertiga sangat cepat, dan tirak bisa ditangkap oleh mata biasa.


Dia menyimpan kembali kedua senapan magnum, sebab dirasa itu merupakan hal yang sia-sia saat menyerang Fahmi. Apalagi ia memiliki kekuatan setara rank Lord dan juga mempunyai kecepatan yang sangat cepat.


Fahmi terus mengulas senyum licik. Sambil ia terus menangkis setiap pukulan dan tendangan yang dilesatkan oleh Octus dan juga Xena.


“Sungguh aku kecewa. Aku berprasangka jika kekuatan Void Dragon itu sangat kuat, tetapi nyatanya hanya setara dengan monster Quantum Zapdos. Tesseract!”


Fahmi merubah tubuhnya menjadi lapisan hitam kemerahan, dan juga memunculkan kedua sayap berwarna yang sama. Kemudian dia mengibaskan kedua sayap tersebut untuk menciptakan ledakan gelombang kejut ke arah Octus dan Xena, serta Alvaro.


Ledakan gelombang kejut itu berhasil menghempaskan Xena, dan Octus. Bahkan Alvaro yang berjarak 200 meter dari pertarungan mereka bertiga pun ikut terkena efeknya.


Sehingga membuat ketiganya sukses terpental hingga menabrak istana emas. Bahkan ada yang sampai menghantam kubah medan pelindung istana emas.


Lapisan kubah pelindung tersebut bergetar hebat, istana emas pun ambruk dan rata dengan tanah. Octus dan Xena langsung berubah menjadi kepulan asap. Tubuh kedua Naga kembar tersebut pada akhirnya berubah menjadi kedua pedang Highlander Assault lagi.


Akibatnya, Alvaro memuntahkan banyak darah dalam keadaan terduduk lemas. Tubuhnya bersandar di lapisan kubah pelindung.

__ADS_1


Tidak lupa ia langsung mengeluarkan sepuluh botol cairan hijau berukuran S dari jam tangan ruang untuk diminum. “Bedebah! Aku akan menghabisimu, ha ha ha! Burning Burst Mode! Rage Burst Mode!”


Tubuh Alvaro diselimuti dua warna aura seperti api yang berkobar-kobar. Dua warna aura yang mendesis kuat, bersatu dan membuat tubuh Alvaro mengeluarkan urat otot yang menonjol kuat.


Kedua pedang Highlander Assault menyatu tanpa diperintah oleh Alvaro dan menjadikannya pedang Ringu. Pedang berbilah hitam itu melayang menuju Alvaro yang sedang berdiri dengan tatapan nyalang ke arah Fahmi.


Pria berkulit hitam kemerahan tersebut mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Alvaro. Tidak lupa ia menembakinya dengan bola-bola energi seukuran bola baseball yang sangat banyak.


Bola-ba energi itu melesat sangat cepat. Secepat kilatan cahaya ke arah Alvaro dan menghantamnya bertubi-tubi selama tiga puluh detik.


Suara ledakan beruntun disertai kepulan asap dan debu yang sangat tebal menghalangi pandangan Fahmi ke arah Alvaro. Lapisan kubah medan pelindung kembali bergetar.


Akan tetapi sangat kuat dan tidak mampu ditembus oleh bola-bola energi yang ditembakan oleh Fahmi secara membabi buta. Fahmi tertawa jahat karena sudah membombardir Alvaro dengan bola-bola energi yang sangat kuat dan memiliki kepadatan partikel 50 kali lipat.


“Ha ha ha ... Seorang Arkham tidak bisa dibandingkan dengan kami ras Elcus yang memiliki genome DNA 95%, ha ha ha ha ….”


“Apa! Tidak mungkin! Bagaimana bisa?” kedua mata Fahmi membulat seolah hendak keluar dari kedua kelopak matanya.


Apa yang dibayangkan oleh Fahmi berlainan dengan realita yang terjadi saat ini.


“Final Judgment End!”


Alvaro membentuk pose kuda-kuda dengan kaki kanan ke depan dan kaki kiri di belakang. Kemudian melakukan tebasan secepat kilat dan gerakannya tidak bisa ditangkap oleh mata biasa.


Fahmi menertawakannya, karena Alvaro melakukan tebasan sangat jauh dari tempat Fahmi berdiri, yakni berjarak 100 meter.


“Ha habha … Ketololan apa yang ingin kamu buat? Mana mungkin serangan itu akan sampai padaku,” ejeknya sambil mencebikan bibir.


Alvaro terus mengayunkan pedang Ringu secara acak dan bertubi-tubi tanpa jeda. Muncul siluet sabit transparan yang sangat banyak dan siluet tersebut tidak disadari oleh Fahmi. Meskipun sedang melesat secepat kilat ke arahnya.

__ADS_1


Cairan merah menyembur deras dari punggungnya. Hingga terus menyebar ke seluruh bagian tubuh Fahmi yang memiliki kekerasan setara dengan kekerasan berlian.


“Aaaakh!” pekik Fahmi sangat keras.


Bahkan suara pekikannya menggema di dalam kubah medan pelindung istana emas bawah laut. Fahmi yang sudah tidak kuat merasakan ribuan sayatan pada kulitnya, akhirnya tewas. Tubuhnya kembali seperti semula.


Namun, sejenak kemudian tubuhnya mengeluarkan sebuah pecahan kristal sepanjang 10 cm berwarna kuning dan bergerak melayang ke arah pedang yang sedang dipegang oleh Alvaro. Pecahan kristal Zebris Core tersebut masuk ke dalam bilah pedang berwarna hitam tersebut. Alvaro bisa merasakan aliran energi dari dalam pedang Ringu yang sudah menyerap pecahan Zebris Core.


...[Tetew-tetew]...


...[Misi utama diterima secara otomatis dan tidak bisa dibatalkan]...


...<>................¤……………<>...


...[Misi utama: Kumpulkan 9 pecahan Zebris Core]...


...[Batas waktu: 30 hari]...


...[Hukuman: Semua monster akan keluar dari dalam portal dan memenuhi bumi]...


...[Hadiah: Uang 10 milyar, 10.000 poin skill, 200 kg kristal Arkha tipe S, 1 ton kristal Arkha tipe A, dan 10 to kristal Arkha tipe B]...


...[Progress: 1/9]...


...<>................¤……………<>...


Lapisan kubah pelindung yang melindungi Istana emas bawah laut mulai retak. Alvaro pun bingung mencari keberadaan pintu keluar dari portal level emas tersebut.


Disaat dirinya menemui jalan buntu, pecahan Zebris Core yang sudah menyatu di dalam bilah pedang Riku bercahaya. Perlahan menuntun langkah Alvaro untuk menuju sebuah pintu yang tertimbun reruntuhan bangunan istana emas bawah laut.

__ADS_1


__ADS_2