RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 54


__ADS_3

1 jam kemudian, Markas Guild Noir Bali.


Alvaro, Yuna, dan Zean duduk di meja bundar sambil memikirkan strategi untuk menghadapi lawan yang belum mereka temui.


“Yuna, apa senjata yang kamu bawa untuk kompetisi yang kemungkinan akan saling membunuh?” tanya Alvaro.


“Aku selama ini hanya membuat potion, tapi aku juga terus berlatih untuk bertarung dengan memakai semua tipe senapan,” jawab Yuna dengan penuh percaya diri.


Alvaro sudah memikirkan konsep senjata yang akan dibuat untuk Yuna, hanya dari jawaban informasi yang Yuna berikan pada Alvaro saat ini.


“Arc Of Weapon: Creating!” 


Alvaro membentuk lingkaran sihir di meja, dan mengeluarkan 1 kg kristal tipe S yang masih tersisa ke dalam lingkaran sihir tersebut.


Kristal tipe S tersebut langsung mencair dan membentuk bola cahaya berwarna hitam. Kemudian membentuk sebuah gelang berwarna hitam dan langsung ditangkap oleh Alvaro, untuk diberikan ke Yuna.


“Terimalah! Gelang ini adalah cyborg armor suit yang aku buat, dan aku beri nama Vergessa. Masalah fungsinya kita akan tunjukan anti di kompetisi,” jelas Alvaro sambil menyodorkan gelang hitam tersebut ke Yuna.


“Lalu untukku?’” celetuk Zean yang merasa iri dengan Yuna yang dibuatkan senjata oleh Alvaro.


Alvaro berpikir sambil mengelus dagunya untuk mencari senjata yang cocok dengan kekuatan yang dimiliki oleh Zean yang mampu memanipulasi molekul.


“Apakah kau tahu dimana cyborg armor Zelta milikku?’ tanya Alvaro ke Zean.


“Tahu, Aruna memintaku untuk menyimpannya ke jam tangan ruang milikku, dan akan diberikan padamu saat kamu sudah siuman,” jawab Zean dan mengeluarkan sebuah topeng cyborg berwarna abu-abu dengan dua garis cahaya berwarna biru.


“Itu buatmu, pakailah. Aku sudah ada ini.” Alvaro mengeluarkan pedang Ringu yang warna bilahnya berubah menjadi warna pink cerah dari jam tangan ruang dan menunjukkannya ke Zean. “Aku yakin dalam kompetisi kita pasti menang.”


****


Keesokan harinya, Stadium Le Mans.

__ADS_1


Semua warga dari seluruh dunia berkumpul di stadium yang akan diadakan kompetisi pertarungan antara anggota elit Phantom melawan anggota elit 10 guild teratas dunia.


Alvaro terus menatap ke arah atas, dimana Fredrick, dan Profesor Amreta terbang menaiki drone sedang mengamati keadaan di seluruh stadium.


“Aku harus tetap waspada dengan rencana licik Fredrick. Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan pada para hunter? Kenapa dia tiba-tiba menantang para hunter dan menggelar kompetisi ini?” pikir Alvaro.


“Baik, semua anggota 10 guild teratas di dunia telah berkumpul untuk menerima tantangan terbuka dari Phantom dengan taruhan benua Afrika dari pihak asosiasi hunter, dan benua Eropa dari pihak Phantom.”


“Dalam pertandingan ini setiap guild akan melawan satu orang anggota dari tim Phantom sampai mati, yeah ….!” teriak wasit menggunakan microphone.


Semua anggota guild teratas dunia langsung melebarkan mata, setelah mendengar jika mereka harus bertarung sampai mati.


Tiba-tiba satu anggota elit yang memakai cyborg armor suit berwarna merah melompat ke arah tengah arena, dan langsung berteriak sarkas, “Ayo, siapa yang mau melawanku pertama kali? Semut seperti kalian pasti akan aku injak sampai mati, hahaha ….”


“Yuna, kamu maju dan buktikan pada dia juga dunia. Bahwa guild Noir bukan guild kaleng-kaleng. Kalau kamu terdesak aku dan Zean akan masuk untuk membantumu!” titah Alvaro sambil menepuk pundak kiri Yuna.


“Baik.” Yuna mengangguk sambil menekan tombol pada gelang hitam yang terpasang di lengan kirinya. “Cyborg armor suit Vergessa!”


Yuna segera melompat tinggi dari tribun khusus yang disediakan khusus peserta, dan tubuhnya diselimuti cyborg armor suit berwarna hitam.


Kedua kakinya memakai sepatu berbentuk cakar Naga, dan kepalanya memakai headset yang membentuk sayap kelelawar yang ujungnya menjulang ke atas, serta kacamata berwarna merah menutupi matanya.


 “Cukup aku yang akan melawanmu!" tantang Yuna dengan mengeluarkan kedua pedang besar cyborg yang ujungnya memiliki 4 moncong senapan. “Mode Quantum!”


Tanpa basa-basi lagi pendorong di bagian belakang betis Yuna mendorong kuat tubuhnya untuk melesat ke arah John.


Pria berambut ikal tersebut sangat santai menghadapi Yuna, “Aku akan tujunkan pada kalian Axelers miliku. Planetary Field!”


Tubuh Jon dilindungi bola pelindung berwarna emas dan kedua pedang besar yang ditusukan oleh Yuna tak mempan. Malah membuat tubuh Yuna terpental oleh gelombang kejut yang keluar dari bola pelindung.


Yuna terlempar dan mendarat dengan kedua kaki bergesekan dengan permukaan arena.

__ADS_1


Gadis berambut hijau tersebut mengarahkan kedua pedangnya ke arah bola pelindung yang melindungi tubuh Jhon, dan membombardirnya dengan proyektil-proyektil yang tercipta dari energi Arkha miliknya.


Bola pelindung tersebut sangat kuat, dan tak bisa tembus oleh peluru-peluru energi Arkha berwarna hitam yang ditembakan dari kedua pedang besar milik Yuna.


Bola pelindung itu dibuat terus meluas untuk mendorong Yuna, karena mengeluarkan gelombang kejut.


Yuna pun dibuat mundur sambil menembaki bola pelindung yang terus mendesaknya.


“Sial, pelindung ini sangat kuat. Aku tak bisa menembusnya,” gumam Yuna kesal dan terbang ke udara agar tak terhempas oleh lapisan luar bola pelindung yang mengeluarkan gelombang kejut. "Quantum Fang!"


10 sayap cyborg milik Aruna lepas. Ternyata itu adalah senapan laser berbentuk seperti bilah pedang dan langsung menembakan sinar laser secara serentak ke satu titik.


John merasa panik, karena bola pelindungnya mulai retak, walaupun lapisan luarnya belum tertembus oleh sinar laser tersebut.


“Multiple Planetary Fields!” 


John membuat bola pelindung berlapis-lapis untuk melindungi tubuhnya dari gempuran sinar laser yang sudah berhasil menembus lapisan terluar bola pelindung.


“Quantum Burst!”


Melihat John memperkuat pertahanannya, Yuna menyatukan kedua pedang besar. Lalu dari ujung kedua pedang besar tersebut menembakan sinar laser yang sangat besar dan melesat ke arah bola pelindung yang melindungi tubuh John.


Sinar laser raksasa tersebut ditembakan ke arah yang sama seperti 10 sayap fang Cyborg tersebut mengarah dan menambah kekuatannya untuk menembus setiap lapisan bola pelindung yang melindungi tubuh Jhon.


Suara pecahan kaca terdengar sangat keras, dan bersahutan mengiringi satu persatu lapisan bola pelindung yang melindungi tubuh Jhon hancur.


Bersamaan itu pula tubuh John terkena hantaman sinar laser, dan membuat tubuhnya terlahap sinar laser raksasa, hingga hancur tak tersisa.


Dari dalam tubuhnya sebelum menghilang keluar Axelers berbentuk burung perkutut setinggi 1 meter berwarna hijau. Burung perkutut mecha organoid tersebut bernama Pimblers.


Fredrick yang sedang duduk di atas drone berbentuk kursi mengeluarkan cambuk dan menjulurkan cambuk tersebut untuk menjerat leher Pimblers, lalu menarik burung perkutut mecha organoid tersebut ke arahnya.

__ADS_1


Alvaro yang terus mengawasinya dari jauh menjadi curiga terhadap gerak-gerik Fredrick yang sangat protektif terhadap para Axelers.


 


__ADS_2