RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 51


__ADS_3

Bragbeast yang mengawasi Alvaro bertarung dengan keenam Jendralnya yang hanya tersisa dua Jenderal. itu pun mereka melakukan penyatuan tubuh, akhirnya keluar dari dalam air mancur. Sebab kali ini Alvaro telah membuat Bragbeast sangat terkesan, bisa mengalahkan keempat Jenderal Ouni Nino dengan cukup mudah.


Pedang longsword raksasa diikuti anak panah raksasa melesat ke arah Alvaro dan berhasil mengenainya.


Akan tetapi Alvaro menangkisnya dengan tangan Infinity Gear, dak tebasan bilah pedang raksasa, serta ujung anak panah raksasa  tersebut berhasil dipantulkan kembali ke arah Jouno. 


Ya, Jenderal raksasa bertangan empat tersebut bernama Jouno, dan keenam Jenderal Ouni Nino itu keenam-enamnya bisa melakukan penyatuan menjadi Jouno. Namun karena tersisa 2 Jenderal, maka hanya dua Jenderal yang melakukan penyatuan Jouno.


Akibat menangkis anak panah raksasa, dan bilah pedang raksasa. Alvaro terpental sampai lusinan meter dan menabrak beberapa pepohonan, hingga tumbang. 


Jouno kembali membidikan busur panah raksasanya ke arah Alvaro yang sangat jelas terlihat oleh kedua matanya.


Kali ini anak panah tersebut diselimuti oleh aura energi berwarna biru yang berkobar-kobar seperti si Jago Merah yang sedang melahap rumah warga.


Alvaro segera bangkit setelah melihat anak panah raksasa berjumlah sepuluh anak panah mengarah ke arahnya dalam satu jalur dan berurutan.


“Twin Gear: Ringu! Aerial wave Blast!” serua Alvaro merubah pedang Abyssal Storm kembali menjadi pedang Ringu.


Bilah pedang berwarna hitam tersebut langsung diayunkan secara vertikal dari atas ke bawah dan melebatkan siluet sirip hiu berwarna hitam setinggi 50 meter.


Fluktuasi udara disertai deru angin yang sangat kencang mengiringi lesatan siluet energi berbentuk sirip hiu tersebut yang membelah udara di sekitarnya, dan menghancurkan apapun yang dilewatinya  termasuk sepuluh anak panah raksasa yang mengarah ke arah Alvaro.


Suara rentetan ledakan menggema sangat keras, dan terdengar sampai radius 1 km. Kepulan cahaya, debu dan asap tebal menghalangi Pandangan Alvaro ke  arah Jouno yang kedua tangan kirinya sudah putus oleh siluet energi berbentuk sirip hiu.


Tangan kanan bawah Jouno langsung melemparkan pedang gladius ke arah Alvaro, lalu mengambil perisai besar yang hampir tumbang ke permukaan tanah.


Pedang gladius raksasa itu melesat sangat cepat ke  arah Alvaro, yang pandangannya masih terhalang oleh kepulan debu, dan asap yang sangat tebal.


Alvaro melebarkan mata saat ujung pedang Gladius tiba-tiba muncul di depannya, dan hanya berjarak 10 meter dari tempatnya berdiri saat ini.


“Final Judgment Cut End!”


Alvaro yang kaget langsung melakukan tebasan secara acak dan secepat kilat. Pedang Gladius yang sangat keras tersebut tercabik-cabik oleh siluet garis-garis putih lengkung yang diakibatkan teknik tebasan jarak jauh milik Alvaro.

__ADS_1


Hasilnya pedang tersebut hancur berkeping-keping menjadi serpihan-serpihan kecil. Akan tetapi serpihan ujung pedangnya masih melesat lurus dan menembus paha kanan Alvaro.


“Aaakh!” pekik Alvaro dan langsung berlutut lemas sambil memegangi paha kanannya yang banjir darah.


Jouno yang melihat Alvaro tengah terluka menghantamkan perisai besarnya ke permukaan tanah untuk menciptakan gempa yang cukup besar, yakni 5,5 skala richter di permukaan tanah dalam radius 500 meter.


Suara hantaman perisai besar ke permukaan tanah tersebut sangat keras. Bersamaan itu pula permukaan tanah bergelombang dan bergetar.


Alvaro yang masih kesakitan, akhirnya terkubur oleh gelombang tanah yang menimpa tubuhnya.


“Sampah, baru serangan seperti ini saja dia sudah kalah dan menyerah. Payah!” ejek Bragbeast tersenyum sinis.


Jounou tertawa puas dengan suara menggelegar melihat Alvaro telah terkubur permukaan tanah sangat dalam.


[Tetew-tetew! Selamat, tuan mendapatkan 10 poin SS karena menggunakan pedang Ringu]x2


Alvaro yang masih bernafa bertanya pada sistem, “Sistem, apakah poin skill bisa dialokasikan ke poin sword style?”


[Tetew-tetew! Bisa, 10.000 skill jika dikonversi ke poin sword style menjadi 1000 poin SS]


[Tetew-tetew! Mengkonversi 10.000 poin skill menjadi 1000 poin SS, dan ditambahkan ke status poin SS]


[Tetew-tetew! Selamat, tuan telah meningkatkan Sword Style: Imperial Heaven ke level maksimal dan mendapatkan skill Seven Fallen Prime]


[Skill Seven Fallen Prime adalah kemampuan pengguna pemegang pedang Ringu memanggil ketujuh Void Dragon selama 1 menit. Efek pemanggilan bisa permanen, syaratnya pengguna harus memaksimalkan level skill Twin Gear]


“Aaaargh! Raging Burst mode! Seven Fallen Prime!” 


Alvaro meraung keras dan menyelimuti tubuhnya dengan aura ungu yang mendesis.


Tanah yang mengubur tubuhnya langsung berterbangan ke berbagai arah, dan memunculkan Alvaro yang melayang dikelilingi 7 lingkaran sihir berbeda warna.


Octus, dan Xenia terlebih dahulu keluar dari lingkaran sihir berwarna hijau. Disusul Prime God Leviathan keluar dari lingkaran sihir berwarna ungu dan langsung melesat ke kaki kiri Jounou untuk melilitnya. 

__ADS_1


Akibat kakinya dililit Prime God Leviathan, tubuh Jounou langsung tumbang ke permukaan tanah, karena tidak bisa menjaga keseimbangannya.


Alvaro melayang lebih tinggi dan dari lingkaran sihir berwarna merah keluar Naga berwarna merah darah dengan tubuh diselimuti api yang berkobar-kobar seperti kartu dewa mesir Winged Dragon Of Ra. Naga itu adalah Garuda Phoenix dari pedang Omega Blaster.


Garuda Phoenix mendongakan kepalanya keatas sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Dari atas mulutnya muncul bola energi berwarna merah diselimuti api yang menyala-nyala berukuran sangat besar, yakni diameter 30 meter.


Bola tersebut dilemparkan oleh garuda Phoenix. Untuk mencegah Jounou agar tidak melawan, dari dalam lingkaran sihir berwarna biru muncul Frostmourne, yakni Naga biru berkepala sembilan.


Kesembilan kepalanya menjulur panjang dan menggigit kedua lengan atas, kedua lengan bawah, kedua paha, kedua betis, serta kepala yang terakhir menggigit leher Jounou.


Ketika digigit, bagian anggota tubuh Jounou membeku, serta tak bisa digerakan.


Bola energi merah yang menyala-nyala tersebut berhasil menghantam Jounou, hingga menciptakan suara ledakan yang sangat dahsyat.


Kepulan cahaya, asap, dan debu menjulang ke langit membentuk siluet jamur. gelobang kejutnya meratakan apapun yang dilewatinya dalam radius 1 km, istana Blue Cosmos pun rata dengan  tanah.


Akan tetapi serangan dahsyat tersebet belum mampu menghancurkan Jounou yang memiliki kekerasan kulit setara monster level hitam.


Kobaran api yang melahap tubuh Jounou masih besar, Alvaro menjentikan jari untuk mengeluarkan kedua Naga kembar dari pedang Abyssal Storm bernama Veda Dragon: Twin Saturn.


Kedua Naga putih tersebut memiliki bentuk tubuh yang sama, memiliki satu tanduk bilah lengkung berwarna kuning, dan empat sayap di punggungnya.


Twin Saturn berlari ke arah tubuh Jounou dan memutarinya dengan sangat cepat membentuk pusaran angin tornado yang bercampur dengan kobaran api.


Suhu api yang membakar tubuh Jounou semakin naik, dan terus naik, hingga membuat zirah, serta perisai yang melindunginya retak.


Pusaran tornado bercampur api tersebut membentuk mata bor yang menusuk dada bagian tengah Jounuo. Dimana jantung monster raksasa bertangan empat tersebut berada.


Octus dan Xena tidak tinggal diam, mereka berdua mencabik-cabik tangan dan kaki Jounuo. Leviathan juga menyemburkan cairan racun korosif ke pusaran angin yang telah bercampur dengan api tersebut untuk memperkuat serangannya.


Tinggal satu Naga yang belum keluar dari lingkaran sihir berwarna kuning, yakni Enomia Dragon.


Sang Naga yang panjangnya 200 meter tersebut keluar, tubuhnya dipenuhi sayap kuning yang diselimuti petir, dan tubuhnya dililit rantai berwarna kuning yang diselimuti petir juga.

__ADS_1


Enomia Dragon melayang di atas tubuh Jounou dan membombardirnya dengan sambaran-sambaran petir berdaya tinggi. 


  


__ADS_2