
Alvaro memulai debut latihannya dengan penuh semangat dan antusias. Walaupun agak tergopoh-gopoh, tapi dia berhasil melakukan semua latihan dari misi sistem itu dengan baik.
[Tetew-tetew …! Misi harian berhasil di selesaikan]
<>...............¤……………<>
[Misi: Latihan push up 50 kali, squat jump 50 kali, pull up 50 kali, lari selama 30 menit, ayunkan pedang 100 kali dan meditasi selama 30 menit]
[Hukuman: Disetrum benda pusakanya]
[Batas waktu: 24 jam]
[Hadiah: 1 botol heal potion dan 1 botol Arkha Potion (bonus tambahan 10 botol heal potion dan Arkha potion jika bisa konsisten latihan selama 7 hari berturut-turut]
<>...............¤……………<>
[Hadiah sudah ditransfer ke ransel inventaris sistem]
Alvaro mengulas senyum saat panel hologram muncul dan memberitahukan jika misinya hari ini sudah selesai.
Namun senyuman itu langsung berubah ketika melihat ketua asosiasi cabang Asia yang bernama Ridho Prasetya, hunter Rank Primordial. Dia secara khusus mengawasi Fredrick dan Alvaro di rumah sakit khusus.
Fredrick sendiri sudah keluar dari rumah sakit khusus hunter 15 hari yang lalu dengan kondisi fisik maupun mental yang baik dan tidak ada gejala aneh di dalam tubuhnya.
“Pak Ridho!” sapa Alvaro dengan mata melebar, lalu menunduk hormat pada Ridho yang sudah berada di depannya dengan tatapan tajam.
Pria paruh baya berambut putih dengan jenggot dan jambang putih itu bertanya pada Alvaro,”Bagaimana kondisimu? Jika ada sesuatu yang penting di dalam portal itu. Kamu bisa mengatakannya padaku dan aku jamin kerahasiaannya.”
“Baik, pak. Untuk masalah itu aku pun tak paham. Semua ingatanku sebelumnya itu telah hilang dan aku sama sekali tidak bisa mengingatnya. Ingatanku hanya tentang namaku dan profesiku saat ini sebagai seorang hunter,” jawab Alvaro kurang lebih sama dengan jawaban Fredrick ketika diinterogasi oleh Ridho 15 hari yang lalu.
“Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi jika kamu ingat sesuatu, kamu bisa menghubungiku langsung.” Ridho memberikan kartu nama berisikan kode QR miliknya. Lalu berdiri dan menepuk pundak kanan Alvaro, setelah itu dia berlalu pergi dengan raut wajahnya yang dingin keluar dari dalam kamar rawat Alvaro.
__ADS_1
Dua Suster dan satu orang Dokter masuk memakai pakaian khusus anti radiasi Arkha. Lalu melakukan pemeriksaan pada tubuh Alvaro dengan sangat seksama.
"Tuan Alvaro, kondisi anda sangat sehat dan sekarang boleh pulang," kata Dokter Mujahidin. Seorang dokter khusus yang menangani pasien para Arkham atau manusia yang terpapar radiasi Arkha.
Alvaro tersenyum lebar dan setelah Dokter Mujahidin beserta kedua Suster itu keluar dari ruangannya, dia mengganti baju yang sudah disediakan oleh asosiasi hunter.
"Baiklah, aku akan ke gedung asosiasi untuk melaporkan misiku sebelumnya," gumam Alvaro dengan wajah yang sumringah.
Pasca terjadi Evolusi portal, Bumi dalam kondisi tidak baik-baik saja. Demo besar-besaran terjadi di seluruh pelosok negeri karena kekurangan stok makanan.
Bumi terkena kontaminasi radiasi Arkha yang berlebihan dan membuat semua tanaman mati, serta awan gelap berwarna ungu menutupi seluruh bumi.
Semua pemimpin negara sedang memikirkan solusi dari semua masalah yang tiba-tiba datang secara bertubi-tubi ini.
***
Satu jam kemudian, gedung asosiasi hunter cabang Yogyakarta, Bantul.
Alvaro masuk ke dalam gedung dana semua hunter menatapnya dengan sinis. Media massa baik nasional dan internasional memuat berita tentang dua orang yang selamat dari portal evolusi hita secara ajaib, yakni Fredrick dan Alvaro.
“Hati-hati jangan satu party denganya. Dia akan membunuhmu.”
“Ya, benar. Aku tak sudi satu party dengannya.”
“Kita jangan dekat-dekat dengannya, bahaya.”
“... ….”
Semua hunter terus membicarakan Alvaro, tapi pria berambut hitam tersebut tidak menggubrisnya dengan raut wajah yang ingin.
“Nona,aku mau melaporkan misi satu bulan yang lalu.” Alvaro memindai kode QR yang tersedia diatas meja resepsionis untuk melakukan transaksi misinya dan mentransfer semua pendapatannya dalam misi tersebut. “20 mayat Toxic Toad sudah aku transfer sebagai tanda bukti.”
__ADS_1
Wanita resepsionis tersebut hanya tersenyum tipis menanggapi Alvaro dan memproses transaksinya dengan cepat.
“Misi level putih, party beranggotakan sepuluh hunter dan mendapatkan uang Rp,1.000.000. Mayat Toxic Toad level putih hanya dihargai satu mayat 10.000 dan hunter alvaro mendapatkan Rp,200.000. Semua uang senilai Rp,1.200.000 sudah ditransfer ke jam tangan ruang anda,” jelas wanita resepsionis.
Alvaro tersenyum tipis dan langsung keluar dari gedung asosiasi hunter, karena merasa risih ditatap oleh semua hunter dengan tatapan sinis.
Dia menuju balai pustaka senjata yang tak jauh dari gedung asosiasi hunter untuk membeli perlengkapan senjata, zirah dan potion dengan uang seadanya.
Sesampainya di dalam gedung balai pustaka senjata, ada berbagai senjata yang disediakan dan terpampang di semua sisi dinding bagian dalam gedung tersebut.
Alvaro langsung memilih dua pistol berwarna hitam yang tergantung di dinding sebelah kanan ruangan beserta tempatnya yang bisa ditaruh di bagian belakang pinggang, “Tuan, aku memilih kedua pistol itu dan jubah merah itu!” tunjuknya.
“Mata anda sangat jeli sekali tuan hunter.” Pemilik toko bernama Darda itu tersenyum licik dan menggosok-gosokan telapak tangannya. “Total semuanya lima belas juta.”
Alvaro melebarkan mata langsung syok mendengar penuturan Darda tentang barang yang ditunjuknya. “Maaf, tuan. Sepertinya uangku kurang cukup. Tapi, apakah aku bisa melakukan barter kristal Arkha disini?” tanyanya dan membuat Darda menghela nafas panjang karena melayani hunter miskin seperti Alvaro.
“Bisa, kristal tipe apa?” tanya Darada dengan raut muka malas.
“Hanya 1 kg kristal Arkha tipe S,” jawab Alvaro dan membuat Darda kaget, hingga membuatnya tersedak.
“Baiklah.” Darda memegangi dadanya agar batuknya mereda. kemudian dia melanjutkan, “Mau ditukar dengan tipe apa?”
“Tipe D.” Alvaro mengeluarkan 1 bongkahan kristal Arkha yang sudah dipecah oleh sistem dengan berat 1 kg per bongkahan batu kristal Arkha dan menaruhnya di atas meja Darda.
Pria berkumis melintang tersebut matanya berbinar-binar karena mendapatkan barang yang sangat langka, yakni kristal Arkha tip S yang sangat mahal. 1 Kg batu tipe bsa dihargai 10 juta sampai dengan 15 juta.
Selain itu, jika dibuat senjata dan zirah bisa meningkatkan pertahanan dan juga daya rusak dari senjata atau zirah tersebut.
Darda langsung mentransfer 1 ton batu kristal Arkha tipe D ke jam tangan ruang Alvaro.
“Tuan, jika anda mau menjual batunya, aku siap menampung,” tawar Darda dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
“Ya, tuan. Jika aku menemukannya lagi aku akan menjualnya padamu,” balas alvar lalu keluar dari dalam balai pustaka senjata.
Alvaro tidak akan menjual kristal langka tersebut pada siapapun. dia berencana akan menghasilkan uang dengan membuat senjata dan zirah menggunakan kristal tersebut. Setelah level skill Arc Of Weapon bisa digunakan pada kristal arkha tipe S untuk membuat senjata daan zirah.