RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 41


__ADS_3

Keesokan paginya.


Alvaro sudah membeli kristal tipe B sebanyak 1 ton dengan total harga 20 juta dari balai pustaka senjata yang berdekatan dengan gedung asosiasi hunter.


“Arc Of Weapon: Creating!” seru Alvaro.


Kristal-kristal tipe B tersebut dipecah oleh Alvaro per bongkahan 10 kg, dan dimasukan ke dalam lingkaran sihir merah untuk dibentuk menjadi sebuah senjata.


Baik jenis senjata senapan, tombak, pedang, perisai, perisai besar, belati, panah, katar, maupun jenis armor, yakni cyborg armor lengkap, armor lengkap biasa, dan armor lengkap khusus dengan motif binatang.


“Arc Of Weapon: Enchanting!”


Alvaro juga meningkatkan kepadatan partikel energi Arkha yang dibuatnya hingga 100 kali lipat. Supaya mempunyai ketahanan yang tinggi dan lebih kuat.


[Tetew-tetew! Selamat, tuan berhasil mendapatkan 1000 poin skill dari membuat senjata dan zirah menggunakan kristal Arkha tipe B]x100.


[Tetew-tetew! Selamat, tuan berhasil menaikan level skill Arc Of Weapon ke level 5 dan bisa membuat senjata serta zirah menggunakan kristal Arkha tipe A]


“Sial, uangku telah habis, dan hanya tersisa 10 juta. Aku harus segera mengirimkan pasokan makanan, senjata, dan potion ke gedung asosiasi hunter agar bisa mendapatkan banyak uang,” gumam Alvaro menyeringai kesal sambil menyimpan semua senjata dan zirah yang telah selesai dibuatnya ke dalam jam tangan ruang.


Aruna, Yuna, dan Zean juga sedang sibuk dengan tugas masing-masing yang telah diberikan oleh Alvaro.


Zean bertugas menguliti mayat monster, Aruna membuat bumbunya, dan Yuna sibuk meracik potion.


Guild Noir memang mendapatkan kontrak sebagai penyuplai pertama, tapi kalau produk yang mereka jual gagal dan tidak diterima oleh semua masyarakat di Bali. Asosiasi hunter pusat cabang Indonesia berhak memutuskan kontrak tersebut secara sepihak.


Maka dari itu asosiasi hunter pusat secara khusus datang ke Bali untuk mengecek, apakah produk yang dijual oleh guild Noir itu memang layak untuk semua warga masyarakat di Bali.


“Alvaro, aku kehabisan bahan!” teriak Yuna.

__ADS_1


Alvaro mengacak-acak rambutnya mendengar suara teriakan Yuna. Sebab uang yang tersisa sebagai modal hanya 10 juta.


Tiba-tiba jam tangan ruang Alvaro berbunyi dan itu panggilan dari Satrio, untuk meminta Alvaro datang membawa produknya oleh tim penguji yang datang dari asosiasi hunter pusat.


“Tunggu sebentar, aku akan bawakan bahan tapi tidak banyak. Modal kita telah habis dan aku tidak mau menggunakan uang kalian,” kata Alvaro kepada Aruna, Yuna dan Zean yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Alvaro membuat salah satu unit apartemen menjadi tempat produksi potion, senjata maupun pengemasan daging monster yang sudah diberi bumbu racikan Aruna. Jadi dengan mudah Alvaro bisa mengontrol setiap pekerjaan mereka, karena di ruangan yang sama.


“Zean, bisakah kau buat kaleng sebagai kemasan daging-daging monster yang akan kita jual menggunakan skill milikmu?” pinta Alvaro dan Zean segera melakukannya dengan memanipulasi kulitnya menjadi lapisan alumunium yang dibentuk menjadi kotak kaleng.


“Seperti ini?” Zean memberikan kotak kaleng kepada Alvaro.


Alvaro menerima kotak kaleng tersebut dan berpesan, “Ya, seperti ini. Tapi untuk mayat monster yang diproses, tolong pisahkan tulang, taring, kuku, kulit, dan bulunya! Tolong berikan aku satu kemasan daging monster!”


“Siap, Guild Leader!” sahut Zean dan menyiapkan satu kg daging monster Tiger Sabertooth yang sudah dipisahkan daging dari tulangnya. Kemudian dimasukan ke dalam kotak kaleng yang diciptakannya sendiri dari kulitnya.


Kotak kaleng yang masih terbuka tersebut diberikan kepada Aruna untuk dilumuri bumbu racikannya yang sangat spesial. Setelah selesai dikembalikan lagi ke Zean untuk ditutup dengan tekanan yang tinggi, agar daging di dalamnya tetap segar.


***


Gedung asosiasi hunter cabang Bali.


Alvaro sudah berada di dalam satu ruangan bawah tanah dan berdiri di hadapan tim penguji yang beranggotakan empat orang.


Mereka berempat menatap sinis Alvaro yang dianggap hanya hunter sampah, dan produk yang akan diuji oleh mereka hanya produk rendahan.


Mereka berempat tidak ingin asosiasi hunter tunduk dibawah guild manapun. Dengan menjadikan salah satu guild sebagai penyuplai utama sumber daya untuk hunter, Arkham, dan non Arkham. Itu artinya asosiasi hunter akan bergantung pada guild tersebut, dan dengan kata lain asosiasi hunter akan menjadi bawahan dari guild tersebut.


“Apa yang ingin kamu tunjukan? Cepat waktu kami sangat berharga!” titah Ron tim penguji di bidang ramuan.

__ADS_1


Tanpa basa-basi Alvaro mengeluarkan tiga botol ramuan berwarna merah, hijau, dan emas. Lalu menaruhnya di atas meja depan Ron.


“Ini adalah potion seperti pada umumnya. Tapi potion yang kami buat memiliki efektifitas 100% dengan ukuran XL," jelas Alvaro.


"Hahaha …."


"... …."


Keempat tim penguji menertawakan penjelasan dari Alvaro dan menganggap penjelasan Alvaro dilebih-lebihkan. Karena seluruh alkemis di seluruh dunia pun belum ada yang mampu membuat ramuan atau potion dengan efektifitas 100% berukuran XL.


"Apakah kau sedang demam, Alvaro Renaldi?" sindir Ron dengan tersenyum sinis.


"Sepertinya memang dia sedang demam tinggi, makanya otaknya konslet, hahaha ….." timpal Sinta sambil tertawa mengejek.


"Aku tidak demam. Coba saja dahulu dan minum, baru bicara. Seperti pepatah, tong kosong nyaring bunyinya. Orang yang banyak bicara itu pasti kosong otaknya.” Alvaro menyindir balik Ron dan Sinta, membuat mereka terdiam dengan raut wajah yang kesal.


Ron mengambil pisau dan menyayat lengan kiri bagian dalam, dan membuat cairan merah keluar deras. Kemudian dia meminum cairan hijau yang berada di depan mejanya.


Ron memejamkan mata sambil menenggak habis cairan hijau tersebut. Horus di dalam perutnya bergejolak dan membuatnya melebar setara 2 danau. Begitu pula luka sayatan yang dibuat oleh Ron sebelumnya langsung menutup sempurna.


“Astaga?!” Ron langsung melebarkan mata setelah merasakan cairan hijau yang dibuat Aruna. “A-aku yes, dan aku akan memberikan lisensi alkemis tertinggi pada orang yang membuatnya.”


Ron yang masih penasaran meminum cairan merah untuk mengisi kembali energi Arkha di dalam Horus. Dia sengaja telah mengosongkan energinya sebelum datang ke gedung asosiasi hunter cabang Bali untuk menguji potion yang akan ditawarkan oleh guild Noir.


Energi Arkha di dalam Horus Ron yang berjumlah 100.000 poin Arkha langsung terisi penuh, hanya dalam satu detik setelah Ron menenggak cairan merah sampai habis.


"Luar biasa! Aku yakin produk ini bisa menyelamatkan kita dari serangan-serangan monster baik di dalam dungeon maupun diluar dungeon. Apalagi musuh kita sekarang bertambah, yakni dengan asosiasi monster hunter," puji Ron dengan mata berbinar-binar. “Lalu ramuan ini apa?”


“Ini adalah ramuan untuk meningkatkan rank hunter, dan namanya Horus Potion atau HRP. Ini adalah produk yang baru kami ciptakan dan aku salah satu buktinya, karena sudah berada di rank King,” jelas Alvaro.

__ADS_1


Ron pun memindai tubuh Alvaro menggunakan jam tangan ruang miliknya dan matanya membulat saat mengetahui rank Alvaro memang berada di rank King.


“Walahiyung! Ambyar?!” Ron tersentak kaget.


__ADS_2