
Sang Naga yang panjangnya 200 meter tersebut keluar, tubuhnya dipenuhi sayap kuning yang diselimuti petir, dan tubuhnya dililit rantai berwarna kuning yang diselimuti petir juga.
Enomia Dragon melayang di atas tubuh Jounou dan membombardirnya dengan sambaran-sambaran petir berdaya super tinggi.
“Groaaar …!” Jounou meraung kesakitan, setelah zirah yang melindungi tubuhnya hancur dan kulitnya merasakan sambaran-sambaran petir berdaya super tinggi.
Akhirnya pusaran berbentuk mata bor dari kombinasi pusaran api, angin, cairan racun korosif, dan petir berhasil menembus dada Jounou. Monster raksasa bertangan empat tersebut hidupnya berakhir dengan mengenaskan dengan dada berlubang besar.
Tubuh Siwon yang dikuasai Bragbeast pun perlahan memudar dan menjadi partikel-partikel yang terbang ke arah Alvaro, tubuh Jounou juga berubah menjadi debu yang terbang ke arah Alvaro.
[Tetew-tetew! Selamat, tuan mendapatkan evolusi pedang Devastation]
Bersamaan bunyi suara mekanis sistem, semua Void Dragon pun tubuhnya lenyap menjadi kepulan asap, dan pedang Ringu pun kembali ke Infinity Gear yang telah terhubung dengan inventaris sistem.
Alvaro pun di teleportasikan kembali ke kaam rumah sakit, dan seperti tidak terjadi apa-apa, karena Alvaro dikembalikan ke waktu satu bulan yang lalu saat dirinya baru terbangun dari koma panjangnya. Padahal Alvaro telah pergi
selama satu bulan ke planet Vargoba.
[Tetew-tetew! Selamat, tuan telah meningkatkan skill Twin Gear ke level maksimal]
[Skill Rage Burst Mode, dan skill Burning Burst Mode telah disatukan ke skill Seven Fallen Prime]
[Tetew-tetew …!]
[Status]
<>...............¤……………<>
[Nama: Alvaro Renaldi]
[Umur: 22 tahun]
[Rank Hunter: King (13.670.000/50.000.0000]
[AP: 20.000/20.000]
[Sword Style: Imperial Heaven level Max (Max/Max)(Final Judgment Cut End, Aerial Wave Blast, Seven Fallen Prime]
[Skill:
Aktif :
Arc Of Weapon level Max(Max/Max)
Twin Gear level max (Vengeful Blade, Omega Blaster, Frostmourne, Highlander Assault, Abyssal Storm, Zepdos Alean, dan Devastation]
Pasif: Bloodlust, Death Eater, Divine Glory]
__ADS_1
[Ransel Inventaris: Ringu]
[Saldo: 1000.000.000.000.000]
<>...............¤……………<>
****
Laboratorium rahasia, Le Mans, Perancis.
Tampak banyak tabung kapsul yang berisi cairan berwarna merah muda, dan di dalamnya terdiri banyak robot-robot organoid yang memiliki genome campuran antara DNA manusia, Arkham, serta monster.
Robot organoid yang berbentuk berbagai jenis robot monster tersebut berjumlah sangat banyak, dan merupakan penelitian penting yang sedang dijalankan Fredrick untuk menghabisi para hunter, serta mendominasi dunia.
Fredrick juga menggunakan Organoid yang disebut Axelers tersebut untuk mengumpulkan sumber daya untuk membangkitkan Thanatos, Lean, Dragunov, dan Xabian.
“Professor Amreta, bagaimana persiapan para Axelers? Apakah sudah siap digunakan?” tanya Fredrick dengan raut wajah dingin.
“Beres, bos. Aku yakin dengan menggunakan para Axelers, kita bisa cepat menjadikan bumi kembali gelap, dan itu artinya Obsidian Core energi negatifnya terpenuhi. Untuk mengujinya kita serang para hunter secara terang-terangan. Bila perlu adakan kompetisi pertarungan sampai mati, hahahaha …,” jawab Profesor Amreta dengan tertawa jahat.
“Hahaha ….” Fredrick juga ikut tertawa jahat, dan melanjutkan, “Anda memang orang yang licik, benar-benar licik melebihi kelicikan otak si Tolol Anmon, hahaha ….”
****
Depan rumah sakit hunter.
Namun dia melihat seorang anak kecil yang akan menyebrang jalan. Tiba-tiba ada mobil yang berjalan cepat ke arah anak kecil tersebut secara ugal-ugalan.
"Gawat?!" Alvaro melebarkan mata dan langsung melesat untuk menyelamatkan anak kecil tersebut dengan memeluknya.
Mobil Toyota Hilux Extreme tersebut menabrak tong sampah, lalu berhenti. Namun saat Alvaro menatap ke arah kemudi, di dalam kursi kemudi tidak ada yang mengemudikannya.
Alvaro tersentak kaget, bagaimana mungkin ada mobil yang tidak dikendarai oleh orang atau sistem A.I. yang masih bisa deteksi energinya.
Terdengar suara tawa jahat sesaat, tapi ketika Alvaro mendekat ke arah pintu mobil, suara tawa jahat itu hilang.
Alvaro kembali ke anak kecil tersebut dan memastikan keadaannya, “Nak, kamu tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.
“Tidak apa-apa om,” jawab anak kecil yang bernama Karma tersebut.
“Karma! Karma!” teriak seorang gadis masih berumur 20 tahun dan ternyata gadis tersebut ibu dari Karma yang bernama Sylvia. “Kamu tidak apa-apa sayang?”
Sylvia langsung merebut Karma dari pelukan Alvaro, dan memeluknya dengan sangat erat.
“Lain kali dijaga ya Kak, adiknya —”
“Adik matamu! Dia anakku mas,” potong Sylvia kesal.
__ADS_1
Alvaro menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah sangka, “Maaf-maaf, habisnya Kakak sangat cantik dan masih muda, hehehe ….”
“Terima kasih ya mas telah menyelamatkan Karma anakku. Ayahnya seorang hunter yang telah tewas dalam tragedi portal level putih tahun lalu. Kasihan dia, walau dunia sudah kembali pulih, tapi aku cukup kesusahan untuk mencari pekerjaan, karena aku bukan seorang Arkham,” jelas Sylvia dengan raut muka sendu.
“Apakah cabang Guild Noir sudah sampai ke provinsi Yogyakarta?” tanya Alvaro.
“Sudah Mas. Mereka guild yang sangat baik, sering membagi-bagikan bahan makanan. Tapi sayang menurut kabar pimpinan guild mereka koma dan belum pulih. Guild Noir adalah guild penolong bagi masyarakat kecil, dan bagi kami guild nomor satu di Indonesia, tidak di dunia,” jawab Sylvia dengan tersenyum lebar ketika mengatakan nama Guild Noir.
Alvaro bertanya pada Sylvia, “Apakah ibu punya jam tangan ruang? Boleh aku meminta kontak akun ibu?”
“Ada Mas. Tapi jangan panggil aku ibu, aku masih muda. Panggil saja Mbak Sylvia,” jawab Sylvia sambil menyodorkan jam tangan ruang di tangan kirinya, dan Alvaro memindai kode QR akun milik Sylvia. Lalu mentransfer uang 1 milyar pada akun tersebut.
“Buat uang jajan Karma.”
Setelah mengatakan hal tersebut ke Sylvia. Alvaro pun pergi mengejar energi aneh yang membuatnya penasaran
Energi tersebut berasal dari salah satu Axelers berbentuk Chameleon atau bunglon bernama Inviciblers yang memiliki skill Stealth dan hunter yang bisa bersatu dengannya memiliki skill Stealth, Hyper Sonic Step, Flash Magnum, dan Rogue Vanish.
Skil-skill tersebut memungkinkan seorang hunter tubuhnya transparan, dan pergerakannya tidak bisa dideteksi oleh skill deteksi. Bahkan skill pendeteksi yang dimiliki oleh hunter Rank primordial.
Tiba-tiba lengan kanan baju rumah sakit hunter yang dipakai oleh Alvaro robek, dan darah menetes pelan terkena sayatan tak terlihat.
Alvaro langsung melompat mundur dengan tatapan waspada. Dia tidak bisa melihat apapun, ataupun siapapun di dalam gang sempit juga gelap tersebut.
“Keluar kau!” teriak Alvaro lantang, dan mengeluarkan pedang Ringu.
Terdengar suara percikan air bekas di injak oleh langkah kaki. Mata Alvaro berkeliling, dan kepalaNya memutar ke kanan serta ke kiri untuk mencari keberadaan seseorang yang ia rasAkan kehadirannya.
Lagi-lagi Alvaro terkena sayatan di bahu kiri, dan rusuk kirinya. Cairan merah membasahi bahu kiri, dan rusuk kiri Alvaro dengan menampakan raut wajah meringis kesakitan.
Lama-lama Alvaro kesal dan melakukan tebasan beruntun secepat kilat, “Final Judgment Cut End!” serunya.
Muncul siluet sabit transparan di areal 100 meter dan membekas di dinding gang, permukaan tanah, bahkan genting disebabkan siluet-siluet sabit transparan mengenai semua sudut tempat.
Tiba-tiba Alvaro melihat darah memuncrat dan menampakan paha yang terlumuri oleh cairan merah, serta terdengar suara nafas tersengal-sengal.
Tanpa basa-basi lagi Alvaro melesat cepat ke arah kedua paha yang terlihat tersebut dan menebasnya.
“Aaaakh!”
Terdengar suara pekikan yang sangat keras, dan tubuh yang hanya terlihat kedua pahanya saja itu akhirnya terlihat oleh kedua mata Alvaro.
Pria itu memakai cyborg armor ninja berwarna abu-abu, dan dari tubuhnya keluar cairan, lalu membentuk sebuah binatang mecha organoid berbentuk bunglon berkepala Naga sepanjang 1 meter.
"Apa ini?" pikir Alvaro mundur perlahan, karena ketakutan melihat mecha organoid berbentuk bunglon berkepala Naga dengan warna nila.
Invicibers yang tertarik dengan Alvaro malah merangkak mendekatinya, sambil mengendus-endus tubuh Alvaro yang menurut penciuman mecha organoid berbentuk bunglon berkepala Naga tersebut sangat wangi.
__ADS_1
“Hust-hust!” Alvaro malah mengusirnya, tapi Inviciblers malah bergelayut manja di betis kanan Alvaro. “Aduh, kamu ini apa sebenarnya? Robot bukan? Monster juga bukan? Lalu apa?”