RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 56


__ADS_3

"Ayo siapa lagi yang mau maju!" teriak Visky tersenyum menyeringai ke arah tribun kursi guild asosiasi hunter.


Mental Yuna pun tambah turun, makanya dia segera mundur ke arah tribun kursi guild hunter digantikan salah seorang hunter dari Mesir yang merupakan satu-satunya hunter rank Primordial di benua Afrika.


Zayd melompat turun dengan menatap tajam ke arah Visky dan menodongkan tangan kanannya yang sudah memakai sebuah gauntlet berwarna hitam.


“Extremely Agile!”


Zayd berlari cepat secepat suara dan menciptakan bilah senjata katar di kedua gauntlet yang terpasang pada kedua lengannya.


Kedelapan bilah pedang berbenturan dengan sangat cepat, ketika Zayd mengayunkan kedua bilah katarnya ke arah kepala Visky, dan pria yang memakai cyborg armor samurai tersebut menangkis dengan keenam pedangnya.


Dari benturan kedelapan bilah pedang tersebut, tercipta percikan api yang sangat banyak muncul di sekitar tubuh mereka berdua, disertai dentingan suara bilah pedang beradu yang cukup memekakan telinga.


Keduanya terpundur beberapa meter saat mengadu tebasan dengan sekuat tenaga. Zayd mengubah salah satu bilah katar di tangan kirinya menjadi sebuah pelontar crossbow. Kemudian menembakan 10 anak panah hanya dalam 2 detik ke arah Visky.


Akan tetap anak-anak panah tersebut melengkung menghindari keenam bilah pedang Visky saat akan ditebas oleh keenam pedang tersebut.


“Aaaakh!” pekik Visky, karena punggungnya tertembus 10 anak panah yang ditembakan oleh Zayd secara melengkung.


Kesepuluh anak panah tersebut dipatahkan satu persatu oleh Visky dengan meraung keras dan mengeluarkan aura biru yang mendesis kencang menimbulkan fluktuasi udara di sekitarnya.


Zayd tidak membuang kesempatan untuk berlari secepat kilat ke arah Visky yang telah kehilangan fokus. Walaupun dia berhasil menghancurkan 10 anak panah yang menusuk punggungnya tersebut.


“Deadly Sins!”


Pria berkulit hitam dengan tubuh dipenuhi urat otot yang menonjol besar tersebut melakukan tujuh kali tebasan secara acak.


Tubuh Visky muncul gari-garis putih secara acak, dan ketiga pedangnya yang berada di jepitan jari jemari sebelah kiri langsung terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Bukan hanya itu tangan kiri dan keempat kaki Laba-laba di punggung sebelah kiri yang dimiliki Visky juga ikut terpotong-potong menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


Semua penonton terpukau dengan rahang terjatuh melihat Zayd bisa memojokan Visky yang sebelumnya berhasil membunuh banyak hunter.


Visky melompat mundur beberapa kali dengan raut wajah meringis kesakitan, karena tangan kirinya telah putus, dan dari sikunya mengeluar cairan merah kental yang cukup menetes deras.


“Sial, aku akan habisi kau! Death Fang!” geram Visky dan melesat ke arah Zyad.


Kemudian mengayunkan ketiga katananya secara membabi buta ke arah dada, kepala, dan kedua bahu Zayd. Namun berhasil ditepis oleh Zayd, walau cukup susah untuk menepisnya, karena Visky mengayunkan ketiga pedangnya dengan sekuat tenaga.


Kaki Zayd yang menginjak permukaan arena, berkat amukan Visky yang membabi buta dengan menghantamkan ketiga katanya, dan ditangkis oleh bilah katar di tangan kanan Zayd. Permukaan arena tersebut retak sangat lebar, dan membuka kedua kakinya ambles sedalam 30 cm ke dalam permukaan arena.


Untuk mengakhiri serangannya, Visky melakukan tebasan secara horizontal ke samping kiri Zayd dari kiri ke kanan.


Zayd berhasil menangkis dengan bilah katar yang berada di lengan kanannya dan membuat tubuhnya terpundur ke arah kiri, hingga menciptakan kepulan debu yang tebal dari gesekan kedua kaki Zayd di permukaan arena.


Pandangan Visky pun terhalang, dan Zayd sangat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang balik Visky.


"Deadly Sins!"


Siluet garis-garis putih berbentuk acak muncul di kepulan debu tebal yang menghalangi pandangan semua orang.


Setelah kepulan debu mereda semua mata langsung membola, menatap setiap anggota tubuh Visky yang terpotong-potong kecil berjatuhan ke permukaan Arena.


“Apa?!” Mata Fredrick melebar selebar-lebarnya, melihat anak buahnya yang digadang-gadang bisa mengalahkan semua guild teratas di dunia telah menjadi bongkahan-bongkahan daging kecil.


Spiderles keluar dari salah satu potongan punggung tubuh Visky dan langsung diserap oleh Fredrick secara jarak jauh.


Namun kemenangan Zayd tidak bertahan lama. Satu detik kemudian kepalanya sudah terlepas dari lehernya dan menggelinding di permukaan arena dengan mata melotot.


Alvaro merasakan kembali kehadiran energi Inviciblers, "Sepertinya di arena ada yang menggunakan mecha organoid bunglon berkepala naga itu lagi," gumamnya sambil mengelus dagu.


Melihat Guild Leadernya telah mati dengan kepala terpenggal, 20 anggota guild Ueven segera melompat ke permukaan arena dengan raut muka padam.

__ADS_1


Lagi-lagi 20 anggota guild Ueven hanya menjadi korban setelah mereka tiba-tiba mati mengenaskan dengan tubuh seperti rempeyek di permukaan arena.


Sebelum tubuh mereka gepeng seperti rempeyek, terdengar suara hantaman pukulan keras bertubi-tubi.


“Apa yang terjadi?”


Semua orang bertanya-tanya dengan raut muka dipenuhi tanda tanya besar dengan kematian 20 anggota guild Ueven yang sangat mendadak dan mengenaskan.


“Bagus Brian, rupanya kamu sudah bisa mengendalikan Juglenautlers dan Inviciblers secara bersamaan,” gumam Fredrick tersenyum menyeringai melihat guild Ueven perwakilan benua Afrika telah tewas.


Guild perwakilan benua Asia, benua Australia, dan benua Amerika yang semula menggebu-gebu untuk turun ke arena ketakutan. Setelah 20 anggota guild Ueven dihabisi hanya dalam 1 detik oleh Brian yang menggunakan skill stealth, dan juga skill Overise secara bersamaan, keenam guild yang tersisa menjadi ciut.


"Ini sama saja bunuh diri."


"Betul, mana mungkin bisa menang melawan organisasi Phantom yang memiliki skill transparan yang tak bisa dideteksi oleh skill pendeteksi apapun."


“... ….”


Semua anggota guild menggerutu dengan raut wajah seputih kertas, dan tubuh mereka menggigil, karena takut akan kematian yang mengenaskan.


Aura negatif berwarna hitam pekat keluar dari dalam tubuh semua hunter termasuk para Arkha, dan Non-Arkham yang menonton pertarungan di arena stadium Le Mans tersebut.


Aura kematian berwarna hitam, dan mirip asap hitam pekat tersebut mengarah ke satu titik, yakni masuk ke dalam tubuh Fredrick.


Alvaro melirik ke kiri dan ke kanan, ternyata Zean, juga Yuna juga terkena efek Fear yang sangat dalam yang dilepaskan oleh Brian secara tak kasat mata. Membuat Yuna, dan Zean ketakutan setengah mati.


Maka dari itu Alvaro mengeluarkan pedang Ringu, dan mengubahnya menjadi pedang panjang bergerigi, "Twin Gear: Vengeful Blade!" serunya sambil melompat ke arah permukaan arena.


Pedang bergerigi berwarna ungu pekat tersebut diacungkan ke atas untuk menyerap semua aura negatif yang keluar dari semua orang, supaya tidak masuk ke dalam tubuh Fredrick.


Akan tetapi baru saja Alvaro menyerap semua aura negatif tersebut, tiba-tiba tubuhnya terpental seperti terkena hantaman kepalan tangan yang sangat besar, hingga menabrak dinding pembatas arena sampai retak.

__ADS_1


__ADS_2