RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 33


__ADS_3

Lima belas hari kemudian.


Alvaro pun terbangun setelah mengalami koma selama 1 hari. Koma itu terjadi karena efek skill Healing Regeneration milik Yuna yang belum efektif diakibatkan rank Yuna yang masih Elite.


Akan tetapi, selama Alvaro koma, mereka bertiga diawasi oleh anak buah Assosiasi Monster Hunter yang mulai masuk ke dalam wilayah Bali. Kini Alvaro membuka matanya perlahan dan sudah mendapati dirinya di sebuah rumah yang begitu lusuh.


Aruna dan Yuna sengaja membawa Alvaro ke rumah yang berada di sekitar kawasan pantai Kuta. Hal itu dilakukan karena mereka bertiga diburu oleh anggota Monster Hunter.


“Dimana aku?” tanya Alvaro bangkit, lalu duduk.


“Apakah kita sudah sampai di Bali?”


“Sudah, tapi kondisi kita tidak aman,” jawab Aruna yang terus berada disisi Alvaro selama dia koma.


“Maksudmu?” Alvaro bingung.


“Ya, kalau kita terus seperti ini dan tidak melawan. Aku khawatir kita hanya akan jadi bulan-bulanan mereka yang mengaku akan memusnahkan para hunter, Arkham, dan juga manusia,” jawab Aruna dengan tatapan sendu.


Alvaro langsung bangkit berdiri dengan berapi-api, “Mulai sekarang kita akan melawan mereka. Bahkan jika asosiasi hunter mengucilkan kita pun, kita juga akan melawan mereka. Demi masa depan manusia.”


Yuna pun masuk membawakan makanan dan langsung ditodong oleh Alvaro dengan permintaan, “Buatkan banyak ramuan untuk kami baik Arkha Potion, Heal Potion, dan Horus Potion.”


“Tapi aku tidak bisa—”


“Karena kamu masih lemah dan memikirkan sumber daya?” potong Alvaro terus terang sudah menganalisa sebelumnya kondisi Yuna.


“I-iya,” jawab singkat Yuna.


“Tidak masalah. Aku akan menyediakan berapapun yang kamu inginkan dan aku akan mengontrakmu masuk guild milikku.” Alvaro pun mengeluarkan uang dua milyar dan diberikan kepada Yuna, serta Aruna “Ini bayaranmu sebagai anggota guild yang akan aku daftarkan ke asosiasi hunter cabang Bali.”


"Aku bersedia."

__ADS_1


"Aku juga bersedia."


Setelah melihat tumpukan uang yang begitu banyak, mereka berdua langsung menerimanya dan menyimpan ke dalam jam tangan ruang masing-masing. Maklum jiwa seorang wanita tidak mungkin luput dari yang namanya uang. Di tambah lagi kecantikan dan skin care tidak ditanggung BPJS.


Alvaro segera membersihkan diri. Kemudian memakai baju dinas hunter dan menaruh pedang Riku di pinggang belakang dalam posisi horizontal. Tentu saja hal itu menambah kesan heroik dan elegan pada Alvaro.


Mereka bertiga pun keluar dan menunggu taksi online di depan gang yang menuju rumah lusuh.


Saat taksi online yang mereka pesan datang, ternyata ada salah satu mata-mata dari asosiasi monster hunter yang sedang menunggu mereka bertiga keluar dari rumah tersebut.


“Ayo kita ikuti mereka!” titah salah satu kapten mata-mata anggota asosiasi monster hunter.


Mobil Jeep Rubicon yang berisikan penumpang empat orang anggota asosiasi monster hunter tersebut mengikuti taksi online yang membawa Alvaro, Yuna dan juga Aruna. Saat masuk kawasan hutan mangrove, mobil Jeep Rubicon tersebut melaju cepat untuk menyalip mobil taksi online yang membawa mereka bertiga.


Suara tembakan beruntun datang, beradu dengan jendela sebelah kanan mobil taksi online yang terdengar sangat nyaring. Merasa kondisi mereka tidak aman, dengan sigap Alvaro segera bertindak.


Ia berhasil membawa mereka bertiga termasuk sang sopir yang bernama Zean keluar dari mobil Toyota Avanza tersebut. Dari arah kejauhan mereka bisa melihat mobil miliknya menabrak salah satu pohon dan meledak.


Tubuh Zean seketika membesar, setinggi tiga meter dengan urat otot yang menonjol serta kulit berwarna abu abu. Bahkan bajunya robek dan hanya menyisakan celana boxer berwarna merah yang bisa melar.


“Mati kalian!”


Manusia baja raksasa setinggi tiga meter tersebut berlari cepat ke arah mobil Jeep Rubicon yang sedang berputar arah. Lalu menabraknya dengan bahu kanan dan membuat mobil itu terpelanting ke udara.


Suara hantamannya sangat keras, hingga memekan telinga, dan pohon yang berada di belakang mobil Jeep Rubicon sebelumnya pun ikut tumbang. Akibat gelombang kejut yang dihasilkan dari mobil yang dihantam oleh bahu kanan Zean terdengar begitu dahsyat.


Empat anggota asosiasi monster hunter yang memiliki Genome DNA monster yang disuntikkan oleh Vredrick, langsung merubah tubuh mereka menjadi High Orc yang memiliki warna kulit berwarna merah. Ke-empat raksasa setinggi tiga meter juga langsung meluncur cepat ke arah Zean dengan membawa kapak besar sepanjang 2 meter dengan lebar bila 1,5 meter.


Suara hantamannya sangat keras, terlebih ketika ke-empat bilah kapak itu berhasil menyentuh lengan kanan Zean. Alvaro, Yuna dan Aruna yang sedang bersembunyi di balik salah satu pohon besar, harus menyumpal kedua telinganya dengan telapak tangan agar tidak terlalu terganggu.


“Sial, aku malah terjebak dalam pertarungan para manusia aneh seperti mereka berempat, yang bisa berubah menjadi monster,” gumam Alvaro kesal.

__ADS_1


Alvaro, Yuna dan Aruna tidak mau ambil resiko. Apalagi ke-empat anggota asosiasi monster hunter memiliki kekuatan setara hunter rank Lord. Hal itu berarti rank mereka berempat diatas Aruna dan Alvaro.


“High Berserker! Groar!”


Zean meraung keras, sambil mendorong ke-empat bilah kapak miliknya. Untuk menyerang ke-empat kepala asosiasi monster hunter yang sudah menjadi monster High Orc.


Bilah kapak itu dorongannya sangat kuat. Kini berhasil menusuk dahi keempat anggota asosiasi hunter, hingga darah menyembur deras dari kepala mereka.


Melihat mereka ke-empat High Orc tewas, Zean menyunggingkan senyum. Zean ternyata seorang Arkham yang memiliki kekuatan setara rank Lord.


“Cuih, sampah manusia seperti kalian memang pantas mati!”


Zean meludahi kepala mereka satu persatu dengan sangat geram. Tentu saja karena mereka telah merusak mobil satu-satunya yang digunakan untuk mencari nafkah.


Alvaro pun berjalan cepat menghampiri Zean yang sudah kembali ke tubuh normalnya dan berkata, “Aku minta maaf, karena membawa kami bertiga mobil milik Bapak jadi rusak.”


“Busyet, aku masih muda Mas. Masa dipanggil Bapak. Sudah tidak perlu meminta maaf, nanti aku cari cara lain bisa dapat pinjaman dari bank buat beli mobil baru —”


“Tunggu, Mas. Mas butuh uang untuk beli mobil? Begini saja, aku akan ganti rugi atas teruskan mobil Mas dengan membelikan mobil baru. Tapi mau tidak menjadi anggota guild kami?” tawar Alvaro tersenyum ramah.


“Memang gajinya berapa?” tanya Zean melirik sinis ke arah Alvaro.


“1 milyar,” jawab Yuna dan Aruna serentak.


Sontak Zean tersentak kaget dengan mata melebar dan terbatuk-batuk, “Uhuk-uhuk … Apa! 1 miliar! Jangan bercanda!”


Alvaro meminta kode akun jam tangan ruang milik pria berjenggot tipis seperti pangeran Arab itu. Setelahnya Zean yang masih syok memberikan kode itu pada Alvaro.


Hanya membutuhkan beberapa menit, Alvaro segera mentransfer uang satu milyar ke dalam akun jam tangan ruang milik Zean. Menyadari jika itu bukan tipuan, berhasil membuat Zean tambah syok sampai-sampai lututnya lemas.


Setelah itu, Zean menyetujui dirinya ikut masuk menjadi anggota Guild yang dibentuk oleh Alvaro. Dengan terpaksa mereka berempat harus berlari cepat ke arah asosiasi hunter cabang Bali yang berada di pusat kota Bali agar bisa selamat.

__ADS_1


__ADS_2