
Alaro yang sedang bergelantungan memegang gagang pedang salib tersebut, mengarahkan pedang Zepdos Alean yang masih mengeluarkan sambaran petir ke arah keempat anak buah Anmon yang terbang meliuk-liuk menghindari setiap sambaran petir.
Mereka berempat dibuat tersudut, karena terkepung oleh sambaran petir, “Plague Protector! Plague Guardian! Plague Defense! Plague Monarch!” seru keempat anak buah Anmon serentak.
Mereka terkurung di dalam bola pelindung berlapis-lapis berwarna hijau transparan. Tubuh mereka juga diselimuti aura hijau yang meningkatkan pertahanan, dan kekerasan kulit mereka.
Petir-petir yang memiliki daya sangat tinggi tersebut menyambar bola pelindung yang melindungi mereka berempat tanpa henti, dan saling bersahutan.
Hingga membuat bola pelindung berlapis-lapis tersebut retak, lalu hancur berkeping-keping.
“Bagaimana ini?”
Keempat anak buah Anmon panik, raut wajah mereka bercucuran Keringat dingin. Melihat teknik pertahanan yang mereka miliki telah dihancurkan berkeping-keping oleh serangan Alvaro.
“Aaaargh!” Alvaro melompat sambil meraung keras dan mendarat di bilah pedang. Untuk membuat bilah pedang tersebut menyambarkan aliran petir yang lebih kuat.
Suara dentuman meriam yang sangat keras, hingga menciptakan gelombang kejut yang menghempaskan suara di sekitarnya terdengar sangat keras.
Bersamaan itu pula semua bola pelindung yang melindungi mereka berempat hancur berkeping-keping, dan keempat anak buah Anmon sudah dipastikan tewas dengan tubuh gosong menjadi debu.
Alvaro tersenyum puas melihat kelima manusia setengah Serangga tersebut telah tamat riwayat hidupnya oleh pedang Zepdos Alean, evolusi terbaru dari pedang Ringu.
“Ayo!” teriak Alvaro lantang dan pedang Zepdos Alean membawanya terbang menuju Istana milik Bragbeast.
10 menit kemudian Alvaro tiba di depan sebuah istana dengan dinding berwarna biru, dan seluruh ornamennya berwarna biru terbuat dari batu safir.
Alvaro melihat Istana Blue Cosmos tersebut terpukau, dan ternyata di Istana tersebut tidak ada satupun monster ataupun manusia. Ya, iyalah orang istana monster.
Tampak Siwon yang sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Bragbeast berada di atas ari mancur yang terletak di atas Istana.
__ADS_1
Siwon berpijak di atas permukaan air mancur dan melambaikan tangan ke arah Alvaro, “Kemarilah! Mendekatlah!” teriaknya sangat kencang.
Saat Alvaro mendekat ke arah Bragbeast, tiba-tiba muncul 6 lingkaran sihir berwarna biru di sekitar tubuh Bragbeast. Dari dalam 6 lingkaran sihir tersebut muncul 6 Jendral yang selalu menjaga Bragbeast, bernama Ouni Nino.
Keenam Jenderal tersebut semuanya memakai zirah berwarna biru, memiliki tinggi yang sama, perbedaannya hanya pada senjata yang mereka pegang.
Ada yang membawa Longsword, pedang Gladius beserta perisai besar, tombak javelin, tombak berbilah ganda, pedang pendek ganda, dan tongkat sihir beserta buku sihir yang melayang di depannya.
Alvaro terbang mendekat ke arah Bragbeast, tapi pria berambut biru tersebut malah menyeringai. Setelah itu Jenderal yang membawa tombak Javelin, dan Jendral berbilah tombak ganda melesat ke arahnya dengan meleatkan tusukan bertubi-tubi.
Alvaro yang tidak siap diserang, jatuh dari pedang Zepdos Alean yang sedang di pijaknya. Untungnya pedang salib tersebut mempunyai kesadaran sendiri dan langsung terbang meluncur mengejar Alvaro.
“Bertarunglah dengan Keenam jenderal-jenderal yang aku miliki. Kalau kau menang, aku akan memberikan semua kekuatanku!” tantang Bragbeast, lalu tubuhnya meleleh masuk ke dalam air mancur.
“Beast Wing!” seru Ksatria berzirah biru yang memegang tongkat sihir.
Keenam Jenderal Ouni Nino tumbuh sayap Griffon di punggungnya. Sayap yang sangat lebar tapi ketika dilipat sangat kecil.
“Rapid Beast Ball!” seru serentak kedua jenderal Ouni Nino sambil menembakkan bola-bola energi berwarna biru ke arah Alvaro bertubi-tubi.
Alvaro menukik tajam agar kecepatannya bertambah, lalu memutar arah ke arah kedua jenderal dan bersiap menghadapi bola-bola hijau biru tersebut dengan tangan kosong.
Dengan hanya menggunakan tangan Infinity Gear, Alvaro mengkis, dan mementalkan setiap bola energi berwarna biru dengan penuh percaya diri ke berbagai arah.
“Cih, hanya bola seperti ini saja. Aku pikir bola-bola ini kuat. Hanya sebuah bola energi berlevel biru,” sindir Alvaro tersenyum sinis.
Namun sayang sekali, Alvaro tidak bisa menyerang balik, karena posisi pedangnya hanya bisa diinjak untuk melawan musuh yang bisa terbang.
Dia juga sudah memprediksikan jika keenam Jenderal Ouni Nino memiliki sayap yang berbeda, dan kemungkinan memiliki kecepatan yang lebih cepat. Maka dari itu dia tidak menyerang dengan skill Thunder Strike lagi.
__ADS_1
Akhirnya Alvaro memutuskan menghadapi mereka berdua dengan tangan kosong, utamanya dengan tangan Infinity Gear yang sudah ditingkatkan kemampuannya setara senjata tingkat S.
Suara dentingan tangan kiri Alvaro dengan kedua tombak yang disabetkan dan ditusukan kedua Jenderal Ouni Nino terdengar sangat keras.
Bahkan menciptakan gelombang kejut dan percikan api di sekitar mereka bertiga, karena saking kuatnya tenaga yang dikerahkan untuk saling menghantam satu sama lain.
"Burning Burst Mode!"
Alvaro menyelimuti tubuhnya dengan aura jingga yang berkobar-kobar, lalu kedua pukulannya bergantian memukul kedua tombak, hingga membuat hancur berkeping-keping.
Kedua Jenderal terpental, karena saking kuatnya pukulan Alvaro. Bahkan zirah yang melindungi mereka berdua langsung hancur berkeping-keping dan menampakan tubuh berbulu dengan muka seekor Singa.
Jenderal yang memegang pedang pendek terbang melesat ke arah Alvaro, diikuti Jenderal yang memegang tongkat sihir yang menembakan bola-bola api meteor ke arah Alvaro juga.
Kedua Jenderal yang kalah, tubuhnya luruh jadi debu, dan debu tersebut masuk ke dalam tubuh Alvaro. Dia merasakan energi panas mengalir di dalam aliran darahnya.
Pedang Zepdos Alean diubah oleh Alvaro menjadi kedua pedang Abyssal Storm dan langsung melakukan tebasan menyilang, “Jet X Storm!” serunya.
Energi berbentuk huruf X raksasa melesat ke arah kedua Jenderal yang melesat ke arah Alvaro sambil menyerangnya dengan bola api meteor yang sangat banyak.
Akan tetapi bola api meteor yang mengarah ke Alvaro dihempaskan semua oleh serangan skill Jet X Storm, termasuk juga kedua Jendral Ouni Nino yang terbang ke arah Alvaro hancur menjadi debu, setelah terhantam serangan dahsyat tersebut.
Suara ledakan terdengar sangat dahsyat di udara disertai kepulan debu membentuk bola yang terus meluas.
Lagi-lagi debu dari kedua Jenderal Ouni Nino terserap masuk ke dalam tubuh Alvaro dan membuat horus miliknya bergejolak.
“Ada apa dengan horus milikku?” pikir Alvaro bingung.
Merasa keempat rekannya di bantai dengan mudah oleh Alvaro, kedua Jenderal yang memegang pedang pedang Longsword, dan pedang Gladius serta perisai besar menyatukan tubuhnya.
__ADS_1
Jendral tersebut tubuhnya membesar setinggi 100 meter, dan memiliki empat tangan. Satu tangan kanan atas memegang pedang Longsword raksasa, satu tangan kanan bawah memegang pedang Gladius, satu tangan kiri atas memegang panah, dan satu tangan kiri bawah memegang perisai besar yang menutupi setengah badannya.