RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 21


__ADS_3

“Wave Blast!” seru Dino mengayunkan pedangnya untuk melepaskan 3 siluet srip hiu berwarna biru setinggi 10 meter ke arah Vergos Krakos yang sedang tersenyum licik.


BOOM!


Kepulan debu dan asap menghalangi pandangan. Hunter yang lain menyerang dengan tebasan belati, tebasan pedang dan tembakan bola elemen, serta tembakan dari berbagai jenis peluru membombardir Vergos Krakos.


SLASH! BOOM!


Siluet garis putih dan kepulan cahaya tercetak jelas di seluruh tubuh Vergos Krakos.


Namun semua serangan itu hanya sia-sia, tak mampu menembus kulit Vergos Krakos yang memiliki kekerasan tiga kali lipat berlian.


[Tetew-tetew!]


[Selamat, tuan mendapatkan skill Regeneration Cyborg karena berhasil menggabungkan inti kristal Frostmourne ke dalam pedang Ringu]


[Deskripsi: Skill Regeneration Cyborg adalah kemampuan menyembuhkan diri tingkat tinggi dengan mempercepat akselerasi sel-sel didalam tubuh secara super cepat untuk memulihkan semua jenis luka termasuk kehilangan anggota tubuh dan bisa digunakan pada target lain. Penggunaan AP: 500 poin]


Alvaro yang sedang terkapar tersentak kaget setelah mendengar suara dentingan suara mekanis sistem. Matanya melotot melihat panel hologram merah di depan matanya dan bibirnya berucap, “Regeneration Cyborg!”


Tangan kanan dan tangan kiri Alvaro tumbuh dengan cepat. Tapi, daging yang tumbuh di tangan kirinya menyatu dengan Infinity Gear atau tangan buatan yang dibuat oleh Alvaro.


Proses pembentukan kedua tangan itu memang sakit, tapi berkat skill Divine Glory, rasa sakit itu hanya terasa seperti benda pusaka digigit Semut saja.


Alvaro bangkit cepat dan menatap tajam Vergos Krakos yang telah membuat semua hunter dan dirinya menderita terlalu lama di medan pertempuran.


“Twine Veda: Omega Trinity! Frostmourne!” seru Alvaro membelah ringu menjadi dua katana.


Kemudian dua katana berbilah hitam itu berubah, di tangan kanan pedang berbilah katana berwarna merah dan di tangan kiri pedang lurus berbilah ganda berwarna biru dengan ornamen kepala Baphomet di ring pedangnya.


Kedua pedang ini memiliki elemen yang bertolak belakang. Omega Trinity memiliki elemen api dan Frostmourne memiliki elemen es juga elemen air.


“Minggir semuanya! Blizzard Frost!”


Alvaro mengayunkan Frostmourne secara horizontal dari kiri ke kanan untuk menciptakan siluet sabit berwarna biru yang mampu membekukan apapun yang dilewatinya.

__ADS_1


Permukaan air laut, udara, air laut yang dilewati siluet sabit raksasa itu membeku. Begitu pula semua tentakel milik Vergos Krakos dan keenam capitnya. Hanya wajahnya saja yang tidak membeku.


Alvaro melihat statistik tingkat kompresi partikel yang muncul di panel hologram jam tangan ruang miliknya, menunjukan tingkat kompresi partikel energi di dalam tubuh Krakos menurun menjadi 50 kali lipat.


Prediksi Alvaro benar, pedang Frostmourne bisa menurunkan tingkat kompresi partikel energi Arkha pada monster sebesar 50%.


“Semuanya! Tingkatkan kompresi partikel kalian sampai 60 kali lipat, lalu serang!” teriak Alvaro memberitahukan rencananya.


“Super Charge!”


“Arcane Blast!”


“... ….”


Semua hunter meningkatkan kompresi partikelnya menjadi 60 kali lipat sampai 70 kali lipat sesuai arahan Alvaro dan menyerang serentak Vergos Krakos dengan skill pamungkas masing-masing.


SLASH! BOOM!


Keenam capit Kalajengking dan semua tentakel milik Vergos Krakos hancur berkeping-keping terkena hantaman skill pamungkas para hunter. Hanya menyisakan wajahnya saja.


Pria berponi miring ke kiri itu menyadarinya. Lalu melompat tinggi dan mengayunkan Omega Trinity secara vertikal dari atas ke bawah, “Omega Blast!”


SWUSH! BOOM!


Siluet sirip hiu berwarna merah darah melesat membelah udara dan menghantam wajah Vergos Krakos, hingga meledak dengan suara yang sangat dahsyat.


Kepulan cahaya, debu dan asap membumbung ke langit membentuk siluet jamur. Bahkan permukaan air laut yang dilewati siluet sirip hiu tersebut mengering terkena hawa panas energi Arkha yang dilepaskan oleh Alvaro.


Tubuh Vergos Krakos hancur menjadi debu dan menjatuhkan sebuah inti kristal berwarna merah seperti yang dijatuhkan Entopia Ghoul.


Setelah mendarat di permukaan pasir, Alvaro berjalan cepat ke arah inti kristal tersebut untuk menyimpannya.


[Tetew-tetew! Selamat, tuan berhasil membunuh monster Vergos Krakos dan mendapatkan 200 poin pengalaman]


“Hore! Kita menang!” Semua hunter berteriak keras dengan raut wajah yang sumringah.

__ADS_1


Dengan langkah agak limbung, mereka semua kembali ke asosiasi hunter untuk melaporkan misi mereka, dan mendapatkan hadiah atas kontribusi mereka membantai Vergos Krakos yang telah banyak membunuh para hunter juga Arkham.


***


Keesokan paginya, Apartemen Bantul residence.


Alvaro sudah bangun dan melakukan latihan untuk memperkuat fisiknya. Berkat bangkitnya Omega trinity dan Frostmourne, stamina Alvaro meningkat pesat.


Hali itu berimbas pada latihan fisiknya yang sudah mampu push up 1000 kali, pull up 1000 kali, squat jump 1000 kali, 10.000 kali ayunan pedang, meditasi selama 1 jam berlari selama 1 jam tanpa henti, dan membuat sistem menyerah tidak lagi memberikan Alvaro misi harian.


Tubuh Alvaro bertambah kekar, dadanya bidang dan kekar dengan dua gunungan kembar agak menonjol, serta memiliki perut seperti roti sobek.


“Al! Kamu sudah bangun?” panggil Aruna sambil mengetuk pintu apartemennya. Untuk menghantarkan daging Venom Fang yang Alvaro berikan kemarin untuk dimasak menjadi daging rendang.


"Ya, masuk saja!" sahut Alvaro yang sedang menyeka keringat di badannya yang dipenuhi bulir-bulir cairan bening.


Aruna membuka pintu dan matanya langsung melebar dengan rahang terjatuh. Dia terpana oleh tubuh Alvaro yang begitu atletis, ditambah lagi kulitnya putih dan mulus seperti giok kaca. Membuat semua wanita yang melihatnya pasti meneteskan air liur atau meneguk salivanya dalam-dalam.


Aruna menjatuhkan rantang yang dia pegang. Alvaro melesat cepat untuk menangkap rantang berisikan daging rendang Venom Fang yang membuat bibirnya meneteskan air liur yang sangat deras.


“Kenapa? Kamu sakitkah?” Alvaro memegang dahi Aruna dan malah tambah membuat wajahnya semerah kepiting rebus. “Tapi kamu gak panas. Sudahlah, ayo makan!”


Alvaro menarik aruna dan mendudukan tubuhnya di kursi. Lalu mengambilkan piring dan membuka rantang bertingkat lima berisikan daging rendang Venom Fang dan memberikan satu rantang penuh pada piring Aruna.


“Ti-tidak usah. A-aku sudah kenyang,” kata Aruna dengan wajah seputih kertas.


Dia tak bisa membayangkan rasa daging ular itu pasti tidak enak. Sewaktu memasaknya saja sudah ngeri, tapi demi Alvaro, dia rela melakukannya.


“Makanlah!” Alvaro menyuapi mulut Aruna dengan paksa dan membujuknya dengan mata yang berkedip cepat, membuat hati Aruna meleleh.


Mulut mungil dengan bibir merah merah itu akhirnya terbuka dan mengunyah perlahan daging rendang Venom Fang dengan perasaan khawatir.


Namun raut wajahnya yang seputih kertas, berubah drastis saat merasakan daging rendang tersebut lebih lembut dengan bumbu rempah yang sangat pas di lidahnya.


“Enak sekali!” teriaknya berapi-api dan tanggung menggila makan satu rantang itu dengan sangat lahap.

__ADS_1


__ADS_2