
Alvaro menekan jam tangannya untuk mencari keberadaan portal putih. Dia akan melakukan perburuan monster seorang diri. Percuma saja jika dia mengajak hunter lain yang sudah tak mempercayainya.
Ditambah lagi ingatannya akan Thanatos tiba-tiba muncul dan semakin takut jika portal akan berevolusi lagi. Hal itu bisa membahayakan hunter lain jika harus berburu bersama Alvaro yang merasa dirinya pembawa sial.
“Portal level putih ternyata tidak jauh dari sini. tapi kenapa tidak ada yang berani menutupnya?” pikirnya sambil berlari cepat ke arah Barat Daya dimana portal itu berada.
Portal putih tersebut di dalam sebuah gang kecil dan gelap. Alvaro masuk perlahan menyusuri gang yang sangat becek medan jalannya.
Tanpa pikir panjang dia pun masuk ke dalamnya. Alvaro bersiaga setelah masuk dengan tatapan waspada.
Di dalam portal, Alvaro yang berada di atas bukit hanya melihat hamparan pepohonan dengan daun berwarna merah dan permukaan tanah yang cukup lembab.
Pria berambut hitam tersebut duduk dan mengeluarkan 10 kg kristal Arkha yang akan dibuat senjata dan zirah.
“Arc Of weapon!” seru Alvaro memunculkan lingkaran sihir berdiameter 3 meter berwarna emas di permukaan tanah.
Lalu memasukkan 10 kg batu tersebut ke dalam lingkaran sihir tersebut. Alvaro berkonsentrasi dan mengimajinasikan sebuah jubah berwarna emas dan kedua pistol yang dijual di balai pustaka senjata.
Lingkaran sihir itu bercahaya terang lalu menghilang membentuk dua bola emas seukuran bola baseball dan melayang di depan Alvaro.
Dua bola emas itu langsung dipegang oleh Alvaro dan cahaya menjalar ke seluruh tubuhnya membentuk pakaian dalaman berwarna hitam, celana hitam, sepatu hitam dan jubah berwarna emas. Di dalam jubahnya sudah ada dua pistol magnum berwarna emas yang berada di tas pinggang pistol tersebut.
[Selamat, tuan mendapatkan 5 poin skill karena telah berhasil membuat senjata dua buah pistol]
[Selamat, tuan mendapatkan 5 poin skill karena telah berhasil membuat zirah berbentuk satu set jubah emas]
Tubuh Alvaro merasakan fluktuasi energi Arkha yang sangat bergejolak setelah memakai jubah emas tersebut dan mendapatkan pengetahuan cara menggunakan senjata pistol level super mahir.
[Tetew-tetew …!]
[Terdeteksi monster dalam radius 500 meter]
<>...............¤……………<>
[Nama monster: Toxic Toad]
[level: Putih]
[Elemen: Racun]
[Poin pengalaman: 10 poin]
<>...............¤……………<>
<>...............¤……………<>
__ADS_1
[Nama monster: Blood Wolf]
[level: Putih]
[Elemen: Api]
[Poin pengalaman: 10 poin]
<>...............¤……………<>
<>...............¤……………<>
[Nama monster: King Slime]
[level: Putih]
[Elemen: Racun]
[Poin pengalaman: 10 poin]
<>...............¤……………<>
<>...............¤……………<>
[Nama monster: Venom Fang]
[Elemen: Racun]
[Poin pengalaman: 50 poin]
<>...............¤……………<>
Alvaro menarik kedua pistol dari pinggangnya, lalu menuruni bukit untuk mencari keberadaan semua monster yang tertera di layar panel hologram.
Setelah menuruni tebing bukit setinggi 20 meter dengan berguling di tebing tersebut agar lebih cepat. Ternyata tubuhnya sama sekali tidak mendapatkan luka karena jubah emas tersebut memberikan efek regenerasi pada tubuhnya dengan cepat.
“Jubah buatanku ini keren juga dan aku hanya menggunakan 10 poin energi Arkha akibat menggunakan skill Arc Of Weapon,” gumamnya dan menatap tajam kawanan Toxic Toad yang berjarak 50 meter darai tempatnya berdiri.
Melihat Alvaro sedang menodongkan pistol ke arah mereka. Kawanan Toxic Toad melompat cepat ke arah Alvaro.
Dengan sigap, Alvaro menarik pelatuk kedua pistol itu untuk menembakkan proyektil laser berwarna emas yang terbuat dari energi Arkha.
DOR! DOR!
Cara Alvaro menembak bukan seperti seorang pemula. Dia menembak dengan cepat dan akurat mengenai setiap dahi Toxic Toad, hingga membuatnya tewas seketika.
__ADS_1
“Pistol ini keren juga, tapi cukup menguras energi Arkha milikku,” gumamnya senang dan kesal berbarengan.
Senang karena sangat efektif menggunakan kedua pistol, kesal karena kedua pistol magnum tersebut terlalu cepat menguras energi Arkha miliknya.
Untuk menghemat energi Arkh atau Arkha poin, Alvaro menyimpan kembali kedua pistol ke tempatnya yang berada di pinggang belakang.
Alvaro sungguh sangat karena memakai jubah emas dan kedua pistol di belakangnya seperti seorang hunter yang memiliki rank tertinggi.
Pedang Ringu berbentuk katana dengan gagang hitam, dan sarung pedang berwarna hitam dikeluarkan dari ransel inventaris sistem untuk menghemat pengeluaran poin Arkha yang dimiliki oleh Alvaro.
Dia memasuki hutan lebih dalam dengan daun pepohonan berwarna biru dan tanah yang gersang, tapi banyak lumpur hisap. Dia harus berhati-hati agar jangan menginjak lumpur hisap tersebut yang memiliki permukaan tanah yang sama seperti permukaan tanah di sekitarnya.
Mendengar suara tembakan, berbondong-bondong kawanan King Slime, dan Blood Wolf bergerak cepat ke arah Alvaro, serta sudah mengendus bau darahnya yang sangat nikmat.
Blood Wolf berlari ke arah Alvaro sambil meneteskan air liur setelah bau darah Alvaro semakin dekat dan membuat mereka tambah beringas, hingga masuk dalam mode mengamuk.
“Auuuuu …!” Salah satu Serigala yang paling besar melolong untuk mengundang Venom Fang datang.
Ular berkepala sembilan tersebut melata keluar dari dalam gua karena dipanggil oleh golongan King Blood Wolf.
Dengan hati-hati, Alvaro berlari cepat ke arah kawanan Blood Wolf. Karena merasakan firasat buruk jika tidak dihabisi dengan cepat maka bencana besar akan menimpanya.
Lagi-lagi Alvaro merasakan sensasi yang sama ketika memegang gagang Ringu seperti sebelumnya memegang gagang kedua pistol. Dia mendapatkan pengetahuan berupa bayangan imajinasi dirinya sedang memperagakan teknik berpedang tingkat super mahir.
Setelah mendekati salah satu BloodWolf yang paling besar, yakni King Blood Wolf. Alvaro merasakan rasa haus membunuh yang begitu kuat, tatapan matanya tajam dan merubah manik matanya yang berwarna coklat menjadi manik mata merah darah.
“Haaah …!” Alvaro kehilangan kontrol dirinya dan mengeluarkan taring dengan air liur yang menetes deras seperti Seekor Raja hutan yang siap memangsa korbannya.
SLASH!
Cukup sekali tebas, Serigala setinggi 3 meter dan memiliki warna bulu merah tersebut ditebas hingga kepalanya lepas dari lehernya.
Cairah merah menyembur dan membanjiri tubuh Alvaro, hingga membuatnya semakin beringas dan memenggal satu persatu Blood Wolf yang lain hingga habis tak tersisa.
SLASH!
Begitu pula dengan nasib kawan King Slime, yakni bola cairan pekat berdiameter 1 meter berwarna ungu tersebut dihabisi tanpa ampun oleh Alvaro.
Venom Fang datang dan melihat anak buahnya tewas dia mengamuk dan meraung keras, "Groaar …!”
Ular setinggi 15 meter dan berkepala sembilan tersebut menembakan bola cairan ungu berdiameter 1 meter ke arah Alvaro.
SWUSH! SWUSH!
Bola Cairan ungu tersebut mengenai pepohonan dan langsung meleleh karena memiliki efek korosi.
__ADS_1
Alvaro menghindar dengan berguling ke kanan dan ke kiri, lalu melompat agar tidak terkena bola cairan ungu yang ditembakkan bertubi-tubi, hingga membuat hutan yang memiliki dedaunan biru itu setengah wilayahnya gundul.