
Saat Inviciblers menyentuh kaki Alvaro, tubuhnya menghilang, tapi pria berambut hitam tersebut masih merasakan jika kaki kanannya sedang dijilat oleh Inviciblers.
“Sistem, apakah itu?” tanya Alvaro bingung.
[Tetew-tetew! Tidak tahu Tuan. Tidak ada data informasi dari benda tersebut]
Inviciblers yang tak terlihat langsung merayap menyusuri tubuh Alvaro, dan berhenti di pundaknya.
Kemudian Alvaro yang tak peduli dengan Inviciblers berjalan keluar dari gang sempit nan dan becek tersebut.
“Alvaro!” panggil Aruna dengan terheran-heran melihat Alvaro keluar dari dalam gang sempit yang berjarak 100 meter dari rumah sakit hunter Bantul.
Alvaro mendekati Aruna yang sudah keluar dari mobil, dan tiba-tiba Inviciblers berkomunikasi melalui telepati, “Aku Inviciblers, sebuah mecha organoid yang mampu menyatu dengan Arkham dan membuatnya semakin kuat.”
“Kamu itu apa? Mecha Organoid ?! Apa itu?” tanya Alvaro melalui komunikasi telepati.
“Kami disebut Axelers ….” Tiba-tiba tubuh Inviciblers tersetrum dan memekik kesakitan, “Aaaakh …!”
Inviciblers yang semula tidak dapat oleh Aruna, kini dapat dilihat gadis berambut merah marun tersebut, dan membuatnya terkejut.
“Apa itu?” tanya Aruna dengan melebarkan mata, dan memundurkan langkahnya dengan genggaman tangan sudah diselimuti kobaran api biru.
“Entah, benda ini mecha organoid yang disebut Axelers katanya, dan bisa berkomunikasi melalui telepati ke dalam pikiranku,” jawab Alvaro dengan menaikan pundaknya, dan tak merasakan jika pundak tersengat aliran listrik yang berdaya cukup tinggi yang keluar dari tubuh Inviciblers.
Tim Phantom yang lain merasakan jika salah satu anggotanya telah tewas, dan mengutus anggota lain untuk mengejar Axelers yang sudah keluar dari tubuh salah satu anggota Phantom.
Dari atas Alvaro ada seseorang yang sedang melompat dan membesarkan tubuhnya untuk menginjak Alvaro, serta Aruna.
Kakinya berhasil menghantam permukaan tanah dan membuat Aruna terpental lusinan meter, hingga pingsan.
__ADS_1
Kepulan debu yang tebal menghalangi pandangan, dan permukaan aspal yang diinjak serta gedung di sekitarnya retak. Akibat injakan kaki yang sangat kuat.
“Cepat serahkan Inviciblers!” teriak pria yang memakai cyborg armor suit ninja setinggi 10 meter dengan tubuh dipenuhi urat otot yang menonjol sangat besar. “Atau gadis itu aku bunuh! Expansion Power Hand!”
Tangan kanan pria raksasa tersebut membesar dan saking besarnya bisa menjangkau Aruna yang terkapar pingsan sejauh 30 meter dari tempat pria raksasa itu berdiri.
Alvaro langsung bertindak untuk menyelamatkan Aruna dengan mengubah pedang Ringu menjadi pedang Abyssal Storm.
“Flash Magnum!”
Kemudian dia melesat secepat kilat ke arah Aruna dan meninggalkan Inviciblers. Pria raksasa itu merasakan Alvaro akan menyelamatkan Aruna, dan dia langsung menghantam ke arah tubuh Aruna yang masih terkapar pingsan.
Suara ledakan terdengar sangat dahsyat disertai kepulan debu yang tebal. Bersamaan itu pula gedung setinggi 3 lantai yang berada di dekat tubuh Aruna langsung ringsek, dan rata dengan tanah.
Untungnya sebelum tubuh Aruna terkena hantaman genggaman tangan raksasa pria tersebut, ia berhasil mengambil tubuh Aruna. Kalau tidak, tubuh Aruna sudah jadi rempeyek dihantam oleh kepalan tangan raksasa itu.
Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, Alvaro segera berlari secepat kilat meninggalkan Inviciblers ditempat tersebut. Lagipula Alvaro tidak bisa melawan pria tersebut sekaligus menjaga Aruna yang masih pingsan.
“Rerise!” Pria raksasa tersebut memperkecil lagi tubuhnya ke kondisi semula, yakni pria setinggi 2 meter.
Inviciblers yang tidak bisa menghilangkan tubuhnya lagi langsung meringkuk ketakutan di permukaan aspal setelah ditatap tajam oleh pria kekar itu.
“Bodoh! Kenapa kau malah memberikan informasi tentang Axelers pada orang lain, terutama dia!”
Pria itu marah, raut mukanya merah padam, walau mulutnya tertutup cadar cyborg. Leher Invicolers langsung dicekiknya kuat-kuat, sampai kulit di lehernya itu retak.
Inviciblers langsung pingsan dan tubuhnya langsung disimpan ke dalam jam tangan pria kekar tersebut.
Kemudian turun pesawat yang tak terlihat menjemputnya, dan dia langsung mengacungkan tangan. Seketika itu juga tubuhnya langsung berkedip setelah terkena sinar dari pesawat tersebut, dan dipindahkan ke dalam pesawat.
__ADS_1
kembali ke Alvaro. Dia sekarang berada di depan ruang ICU menunggu kabar Aruna dari dokter. Namun Yuna yang mengetahui Alvaro sudah siuman dari koma menghubunginya untuk segera ke gedung asosiasi hunter cabang provinsi Yogyakarta yang berada di dekat Malioboro.
Tanpa basa-basi lagi Alvaro ke gedung asosiasi hunter cabang Provinsi Yogyakarta dengan berlari cepat. Karena Zean meminta Alvaro untuk tiba secepat mungkin.
Alvaro berlari cepat dengan skill Flash Magnum, agar jarak yang cukup jauh tersebut bisa ditempuh dengan lebih singkat.
Sesampainya di depan gedung asosiasi hunter Provinsi Yogyakarta. Sudah banyak hunter yang berkumpul dari berbagai guild, dan sedang menunggu verifikasi pendaftaran guild yang ikut komptisi melawan organisasi Phantom.
Frredrick menantang semua hunter di dunia untuk ikut dalam kompetisi adu kuat antara asosiasi hunter dengan organisasi Phantom. Imbalannya uang, stok makanan, kristal Arkha, dan hadiah utamanya masih disembunyikan oleh Fredrick.
“Zean, ada apa ini?” tanya Alvaro bingung melihat kerumunan para hunter yang sangat banyak.
Zen menjawab dengan raut muka tegang, “Ini adalah pengumuman verifikasi 10 guild teratas dari seluruh yang akan ikut kompetisi di Perancis, yakni kompetisi terbuka melawan organisasi Phantom yang sudah menguasai seperempat dunia.”
“Organisasi Phantom? Siapa itu?” Alvaro bingung.
“Organisasi Phantom adalah asosiasi hunter monster yang dipimpin oleh mantan hunter senior yang memiliki kekuatan monster dan ingin menguasai dunia bernama Fredrick. Tapi berkat dia, hampir seluruh negara Eropa memihak ke Organisasi Phantom,” jawab Zean.
"Fredrick? Jadi dia masih hidup?" batin Alvaro dengan melebarkan mata dan melanjutkan, "Ini tidak bisa dibiarkan. Apa mungkin dia melakukan ini untuk membangkitkan Thanatos, dan ketiga Emperor Lord lainnya?"
Panel hologram di jam tangan ruang setiap hunter muncul dan memunculkan 10 guild teratas yang akan ikut kompetisi.
Guild mereka yang tak terpilih merasa sangat kecewa, karena tidak bisa bertarung dengan anggota organisasi Phantom yang selalu saja membuat gara-gara di belahan dunia manapun.
"Lihat! Guild kita masuk, tapi kita hanya bisa mengirimkan 3 anggota inti kesana. Karena Aruna masih pingsan, dan kita harus terbang ke Perancis malam ini juga," tunjuk Zean ke arah panel hologram yang muncul di tas jam tangan ruang miliknya.
"Memangnya satu guild harus mengirimkan berapa peserta?" tanya Alvaro menyelidik.
"Dalam kompetisi ini bebas, dan tidak dibatasi. Tapi hanya anggota inti yang boleh ikut," jawab Zean.
__ADS_1
"Kita pergi dahulu ke markas Guild Noir sebelum malam nanti berangkat ke Perancis. Kita harus mempersiapkan segalanya!" titah Alvaro dengan sorot mata yang tajam.