RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 34


__ADS_3

Mereka berempat akhirnya tiba di depan gedung asosiasi hunter cabang Bali. Beberapa hunter terlihat sedang mengantri. Ada juga yang sedang bersantai di kafe dan bar.


Semua fasilitas tadi disediakan oleh pihak asosiasi hunter untuk membuat mereka nyaman. Namun, saat Alvaro dan temannya hadir, semua mata tertuju pada mereka. Tampak jika para hunter tersebut merasa aneh dengan wajah mereka berempat yang terasa asing.


Tentu saja mereka berempat tidak peduli. Mereka terus melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung yang bagian depannya adalah bar dan kafe. Namun, hampir semuanya masih membicarakan kedatangan Alvaro dan yang lainnya.


“Siapa mereka?”


“Aku juga tidak tahu.”


“Aku harap mereka bukan dari anggota asosiasi monster yang sering membunuh para hunter yang diambil jantungnya.”


“Sepertinya itu tidak mungkin. Hanya satu-satunya asosiasi hunter di seluruh dunia, yakni asosiasi hunter cabang Bali yang mampu mendeteksi keberadaan anggota asosiasi monster hunter dalam radius lima ratus meter.”


Mereka terus berspekulasi tentang kedatangan Alvaro, Yuna, Aruna dan Zean. Apalagi mereka masuk ke dalam gedung asosiasi hunter secara tiba-tiba.


“Ada apa, Tuan?” tanya Ninki seorang petugas resepsionis di gedung asosiasi hunter cabang Bali.


“Aku ingin mendaftarkan guild milikku disini. Kami hanya beranggotakan empat orang dan apa saja syaratnya?” ucap Alvaro dengan aura yang mendominasi.


“Maaf, Tuan. Secara umum mendirikan guild itu mudah, dan tuan sudah memenuhi syarat itu. Akan tetapi, karena kami asosiasi hunter cabang Bali maka ada prasyarat lain.”


"Katakan!"


“Pertama, semua anggotanya sudah terdaftar ulang di asososia hunter cabang Bali. Kedua harus menyelesaikan penggerebekan 15 portal level putih, 10 portal level jingga, 5 portal perak dan 3 portal emas,” jelas Ninki dengan tersenyum ramah.


Alvaro mengangguk tegas, dan berkata, “Aku menyetujuinya dan apakah anggotanya boleh tersebar tanpa harus dalam satu tim?”


“Bebas. Kami hanya membutuhkan hasil,” kata Ninki sambil memberikan formulir pendaftaran guild pada Alvaro serta formulir daftar ulang di asosiasi hunter cabang Bali.


Zean yang belum mendapatkan sertifikat hunter diminta Alvaro untuk tes demi mendapatkan lisensi hunter. Tanpa basa-basi lagi Zean mengikuti petugas yang menuntunnya ke hunter lisensi chamber, yakni sebuah ruangan yang digunakan untuk memindai kepadatan energi Arkha di dalam tubuh para Arkham.


Ketua asosiasi hunter turun dari tangga. Dia sengaja keluar dari ruangannya karena Ninki menginformasikan jika ada empat orang yang ingin membentuk guild.


“Kamu Alvaro Renaldi?” tanya Satrio tersenyum sinis.


“Ya, Tuan,” jawab Alvaro tegas.


“Kalian itu hanya semut disini. Kenapa ingin menjadi gajah?” sindir Satrio dengan tatapan semakin sinis seolah-olah menganggap Yuna, Sean, Alvaro dan Yuna hanya hunter level rendah.


“Rank Lord sekalipun itu tidak pantas jika membuat guild di wilayahku. Aku yakin kalian takan bisa memenuhi persyaratan dariku, hahaha ….”

__ADS_1


Yuna, dan Aruna sudah mengepalkan kedua tangannya dengan raut muka merah padam dipenuhi urat otot yang menonjol. Akan tetapi, Alvaro memberikan isyarat agar mereka menahan emosi.


Seketika Alvaro menggelengkan kepala agar kedua temannya tidak berbuat ribut di dalam gedung asosiasi hunter cabang Bali. Ditambah lagi Satrio memiliki rank Ancient dan bukan tandingan mereka bertiga.


“Kalau kami bisa memenuhi persyaratan dari Anda. Lalu apa taruhannya?” tantang Alvaro dengan tersenyum licik.


“Aku sendiri yang akan memberikan hak khusus pada kalian —”


“Itu belum cukup. Aku ingin guild milikku menjadi pemasok utama potion, senjata, dan juga makan untuk para hunter juga di seluruh wilayah Bali,” potong Alvaro dan melanjutkan, “Kalau kami gagal aku akan memberikan uang yang tersisa dua milyar pada kalian dan 10 kg kristal arkha tipe S.”


Para hunter menjatuhkan rahangnya dan menganggap Alvaro sedang membual. Namun, saat Alvaro memperlihatkan panel hologram berisikan uang 2 milyar dan juga kristal Arkha tipe S yang sangat banyak mereka semua terdiam.


Tentu saja Satria menyetujuinya. Kapan lagi dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dan kristal Arkha tipe S yang sangat langka. Zean pun keluar dari hunter lisensi chamber dengan senyum merekah. Dia berhasil mendapatkan lisensi hunter rank Lord.


Mereka berempat keluar dari gedung asosiasi hunter dengan sorot mata yang tajam, dan aura yang mendominasi. Mereka berempat hanya ingin menunjukan bahwa anggota Guild Flare bisa menekan semua hunter, meskipun hanya dengan aura mereka berempat.


“Aku yang akan membereskan portal level emas, Zean kamu belum ada pengalaman bertarung di dalam portal, maka aku menunjukmu untuk menyelesaikan 15 portal level putih. Yuna menyelesaikan 10 portal level jingga dan Aruna menyelesaikan 5 level perak. Tapi aku juga akan membantu kalian jika memang belum terselesaikan dengan mengirimkan koordinat kalian,” jelas Alvaro.


“Siap ketua guild!” balas Yuna, Zean, dan Aruna serentak.


“Oh, ya satu hal lagi. Untuk meningkatkan kekuatanmu, tolong minum Horus Potion untuk meningkatkan rank hunter milikmu!” titah Alvaro kepada yuna.


“Siap ketua, aku masih menyimpan 80 botol Horus Potion. Aku akan meminumnya sebelum masuk ke dalam portal,” sahut Yuna dengan nada tegas.


......................


...Wilayah Udara Selat Bali....


Alvaro berlari cepat menapaki lingkaran sihir berwarna putih dari skill Magnum Cloud. Ia sedang menuju portal emas yang sebelumnya memunculkan para Metal Sea Dragon.


“Hunter disini memang sampah. Level emas saja mereka tidak bisa taklukan,” keluh Alvaro sambil mengeluarkan pedang Ringu.


Ia pun mengubahnya menjadi kedua pedang berbilah putih serta bergagang putih, “Twin Veda: Abyssal Storm!”


Pria bermanik mata hitam legam tersebut melesat ke arah portal emas untuk masuk ke dalamnya. Setelah masuk ke dalam portal yang tampak adalah sebuah Istana emas yang berada di dasar laut.


Istana itu sangat terang dan diselubungi kubah medan pelindung transparan untuk melindungi istana emas dari air laut. Namun, dijaga monster-monster raksasa seperti lobster, golem, dan para ksatria yang memakai zirah berwarna emas.


...[Tetew-tetew! Terdeteksi monster]...


...<>.............<>.............<>...

__ADS_1


...[Nama Monster: Knight Zelda]...


...[Rank: Emas]...


...[Elemen: Water]...


...[Poin pengalaman: 15.000 poin]...


...<>.............<>..............<>...


...[Tetew-tetew! Terdeteksi monster]...


...<>.............<>.............<>...


...[Nama Monster: Gold Golem]...


...[Rank: Emas]...


...[Elemen: Water]...


...[Poin pengalaman: 15.000 poin]...


...<>.............<>..............<>...


...[Tetew-tetew! Terdeteksi monster]...


...<>.............<>.............<>...


...[Nama Monster: Heros Lobster]...


...[Rank: Emas]...


...[Elemen: Water]...


...[Poin pengalaman: 15.000 poin]...


...<>.............<>..............<>...


Melihat monster berkerumun sangat banyak. Bahkan di setiap sudut istana, baik diluar maupun di dalam istana membuat Alvaro sedikit gemetar.


Ia sangat tahu betapa susahnya membunuh monster level emas. Maka dari itu dia mengubah pedangnya menjadi pedang ungu bergerigi dan berharap pedang tersebut bisa berubah menjadi Naga Leviathan lagi untuk membantunya menghabisi semua monster-monster level emas.

__ADS_1


“Twin Veda: Vengeful Blade!” seru Alvaro dan kedua pedang berbilah putih tersebut bercahaya dan menyatu membentuk pedang bergerigi.


Hal tersebut mengundang Heros Lobster untuk mendekat ke arah Alvaro dengan sorot mata yang tajam. Setelah dekat, kawanan Heros Lobster nafsu makannya meningkat setelah mencium bau darah dari tubuh Alvaro yang begitu menggoda.


__ADS_2