
Dengan mata berbinar, Yuna memegang kristal Arkha tipe S yang selama diimpi-impikannya. Merasa tidak percaya jika ia bisa melihat kristal langka tersebut.
“Woah, kristal ini memang sangat beda resonansi energi arkhanya. Aku akan membuatnya menjadi Horus Potion, yakni ramuan yang bisa mengevolusikan rank dengan mudah,” katanya dan melanjutkan membentuk lingkaran sihir berwarna hijau, “Spiral Water!”
Dari dalam lingkaran sihir berdiameter satu meter tersebut, muncul bola air berwarna hijau seukuran semangka, dan berputar dengan cepat.
Kristal Arkha tipe S pelan-pelan dimasukan ke dalam bola air yang berputar seperti gasing tersebut. Kristal tersebut melebur dan berubah menjadi cairan berwarna hijau.
“Woah, keren sekali. Aku baru pertama melihat hunter yang memiliki job alkemis meramu ramuan dengan teknik yang berbeda dari keumuman para alkemis di luaran sana,” puji Aruna dengan mata berbinar-binar.
“Tapi ini belum maksimal. Aku hanya bisa membuat Horus Potion ukuran S. Energi Arkha di dalam Horus milikku belum cukup untuk membuat Horus Potion ukuran L ke atas."
Deru nafas Yuna terdengar tersengal-sengal. Ia langsung terlihat kelelahan. Apalagi setelah berhasil membentuk seratus botol cairan perak berukuran botol kecil.
Alvaro langsung menyerobot dan langsung meminumnya. Akan tetapi tidak terjadi apa-apa.
"Kok, tidak terjadi apa-apa?" gerutu Alvaro dan langsung di dorong kepalanya oleh Aruna.
“Kamu itu bagaimana sih? Kan Yuna sudah menjelaskan, kalau potion ini ukuran S —”
“Ya, ukuran S. Satu botol setara 10.000 poin energi arkha. Rata-rata untuk naik ke level Chief itu membutuhkan 100.000 energi Arkha berarti setara 5 botol horus Potion ukuran S,” potong Yuna.
Setelah mendengar penjelasan yuna, Alvaro kembali menenggak empat botol lagi. Dia berasumsi jika satu botol setara 10.000 poin energi Arha, itu berarti setara dengan 10.000 poin pengalaman.
...[Tetew-tetew] ...
...[Selamat, tuan berhasil naik ke rank Chief]...
...[Tetew-tetew]...
...[Status]...
...<>...............¤……………<>...
...[Nama: Alvaro Renaldi]...
...[Umur: 22 tahun]...
...[Rank Hunter: Chief (5000/50000]...
...[AP: 5000/5000]...
...—--------------------------------...
__ADS_1
...[Skill:...
...Aktif : ...
...Arc Of Weapon level 1(70/100)...
...Twin Veda (Vengeful Blade, Omega Blaster, Frostmourne, Highlander Assault, Abyssal Storm)]...
...Rage Burst Mode...
...Burning Burst Mode...
...Pasif: Bloodlust, Death Eater, Divine Glory]...
...[Ransel Inventaris: 98 kg kristal Arkha tipe S, Mayat Venom Fang, 10 mayat Tiger Sabertooth, Ringu]...
...[Saldo: 5.026.000.000]...
...<>...............¤……………<>...
Merasa sudah naik rank dan bisa berhadapan dengan monster-monster level emas, Alvaro keluar dari dalam kabin darurat dengan berlari secepat angin.
“Magnum Cloud!”
Saat Alvaro sudah berhasil mencapai dek teratas, dia menginjak udara seperti menginjak anak tangga. Tubuhnya melayang dan berjalan cepat ke arah barat dimana portal level emas itu berada.
...[Tetew-tetew] ...
...[Terdeteksi monster dalam radius 100 meter]...
...<>...............¤……………<>...
...[Nama Monster: Metal Sea Dragon]...
...[Level: Emas]...
...[Elemen: Water[...
...[Poin pengalaman: 10.000 poin]...
...<>...............¤……………<>...
Para Naga dengan tubuh berwarna emas dan kepala tertutupi oleh zirah cyborg berwarna emas itu berenang meliuk-liuk di permukaan air laut. Jumlah monster-monster itu semakin lama semakin banyak dan memaksa Alvaro mengeluarkan senapan rifle untuk menembaki mereka agar tak mendekat ke arah kapal.
__ADS_1
Aruna yang sudah naik ke rank Chief juga terbang ke arah Alvaro untuk membantunya.
"Extreme Fire Wall!" seru Aruna dan memunculkan lingkaran sihir berwarna biru. Ia memunculkan dinding api berwarna biru yang mengelilingi 100 Metal Sea Dargon.
Dinding api tersebut bukan hanya muncul di permukaan air laut, tetapi juga muncul di dalam permukaan air laut hingga menyentuh dasar air laut. Anehnya, dinding api biru itu tidak padam di dalam air laut dan suhunya tetap stabil di angka 3000 derajat celcius.
Hal itu terbukti saat salah satu Metal Sea Dragon menghantamkan kepalanya ke dinding api, justru malah terbakar menjadi debu.
“Alvaro, cepat habisi mereka! Penjara dinding api biru ini sudah tidak kuat lagi menahan mereka!” pinta Aruna dengan raut muka meringis kesakitan dan kedua lubang hidungnya mengeluarkan cairan merah.
Pria berambut hitam tersebut mengumpulkan semua energi arkha miliknya ke arah kedua pedang berwarna putih tersebut. Lalu menyelimutinya dengan aura putih yang mendesis kuat.
“Skypiea Whirlwind!” serunya sambil memutar badannya dengan sangat cepat membentuk pusaran tornado yang sangat dahsyat.
Pusaran tornado juga membawa air hingga membentuk pusaran tornado air setinggi 300 meter menjulang ke langit. Para Metal Sea Dragon terhisap masuk ke dalam tornado, dan tubuhnya dicabik-cabik oleh siluet-siluet sabit transparan yang berada di dalam pusaran tornado air.
Suara pekikan dan ruangan kesakitan menggema di atas lautan dan terdengar sampai ke kapal pesiar. Para penumpang di dalam kabin darurat meringkuk ketakutan, dan ada juga yang saling berpelukan.
Untung saja kapten kapalnya sigap dan menjauhkan kapal dari pusaran tornado air. Jika tidak, kapal pesiar itu juga akan hancur dilahap oleh pusaran tornado air yang diciptakan oleh kekuatan milik Alvaro.
"A-aruna!" panggil Alvaro dengan suara lirih, dan raut wajahnya seputih kertas, karena kehabisan energi arkha.
Aruna menghilangkan penjara dinding api setelah melihat pusaran tornado air sudah menghilang, dan menampakan potongan tubuh mayat para Metal Sea Dragon yang mengambang di atas permukaan air laut.
Sambil meminum cairan hijau, Aruna terbang cepat ke arah Alvaro yang sudah pingsan dan tubuhnya meluncur ke permukaan air laut.
Tubuh Alvaro berhasil ditangkap sebelum masuk ke dalam permukaan air laut. Kemudian Aruna membawanya ke kapal pesiar untuk diobati. Ditambah lagi tulang lengan kanan Alvaro retak karena tadi ia sempat mengeluarkan skill Skypiea Whirlwind.
...[Tetew-tetew]...
...[Selamat, tuan telah membunuh monster level emas dan mendapatkan 10.000 poin pengalaman x99]...
......................
2 jam kemudian, pelabuhan Gilimanuk, Bali.
“Bagaimana kondisi Alvaro?” tanya Aruna khawatir.
“Tenang saja. Kita hanya perlu membiarkannya beristirahat selama 2-3 hari. Dia juga akan sembuh. Aku sudah menggunakan skill penyembuhan cepat untuk merekonstruksi ulang tulang lengan kanan milik Alvaro,” jawab Yuna.
“Terima kasih, Yuna. Kalau tidak ada kamu, maka Alvaro akan kehilangan tangannya lagi,” puji Aruna sambill mennitikan air mata haru atas kesembuhan Alvaro.
Yuna menyeka air mata yang jatuh di kedua pipi Aruna. Dia sangat mengerti perasaan Aruna yang tidak ingin kehilangan Alvaro.
__ADS_1
Keduanya memapah Alvaro yang masih pingsan untuk keluar dari kapal pesiar. Namun, karena Alvaro telah menyelamatkan nyawa semua penumpang yang berada di dalam kapal, Kapten kapal meminta pihak pelabuhan untuk menyediakan mobil dan apartemen untuk mereka bertiga tinggal.
Mobil Toyota Alphard berwarna hitam membawa mereka bertiga ke sebuah Apartemen milik perusahaan kapal pesiar tersebut yang dikhususkan untuk para ABK yang mereka miliki.