RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 58


__ADS_3

Alvaro berlari dengan memijak lingkaran sihir yang dibuat seperti anak tangga yang menuju langit untuk menghindari tembakan cairan hijau yang meluncur deras ke arahnya.


Cairan hijau tersebut silih berganti bergerak cepat ke arahnya, dan dia berpikir keras untuk melawan monster level hijau yang kekuatannya setara dengan hunter rank Emperor.


“Skypiea Whirlwind!”


Alvaro berputar 360 derajat dengan sangat cepat dan menciptakan pusaran angin tornado raksasa yang menjulang ke langit setinggi 500 meter.


Pusaran tornado tersebut menyerap seluruh cairan racun korosif yang berwarna biru yang berada di dalam danau.


Kawanan Green Shark, Dragon Whale, dan Arapaima Hole ikut terserap ke dalam pusaran tornado yang semakin lama semakin besar.


Alvaro berada di dalam pusaran angin tornado dan matanya terus berkeliling mengamati kawanan monster-monster yang berputar-putar di dalam pusaran tornado.


Kawanan Green Shark, Dragon Whale, dan Arapaima Hole rupanya tidak menyerah walaupun kawanan monster tersebut dalam kendali Lavaro. Dari mulut mereka satu persatu menembakkan proyektil air bertubi-tubi ke arah Alvaro.


Proyektil-proyektil tersebut berhasil menyerempet beberapa bagian tubuh Alvaro. Namun pria berponi miring ke kiri tersebut tidak menyerah, dan terus berputar 360 derajat untuk menghabisi semua monster yang berasal dari danau racun.


“Aaargh!” Alvaro terus meraung keras untuk mengerahkan semua kekuatannya, dan membuat sekujur tubuhnya dipenuhi urat otot yang menonjol besar. “Big Bang Wave!”


Proyektil-proyektil air yang terus melesat ke arah Alvaro langsung luruh, setelah Alvaro mengeluarkan gelombang angin yang sangat kencang, dan menghempaskan apapun yang dilewatinya. Bahkan sampai membuat 90% wilayah dimensi portal level hijau rata dengan tanah.


Bersamaan itu pula semua kawanan monster Green Shark, Dragon Whale, dan Arapaima Hole tubuhnya terpotong-potong menjadi bubur darah yang berserakan dimana-mana.


[Tetew-tetew! Selamat, tuan berhasil membunuh monster level hijau dan mendapatkan 20.000 poin]x1000


[Tetew-tetew …!]


[Status]


<>...............¤……………<>


[Nama: Alvaro Renaldi]


[Umur: 22 tahun]


[Rank Hunter: King (23.670.000/50.000.0000]


[AP: 20.000/20.000]


[Sword Style: Imperial Heaven level Max (Max/Max)(Final Judgment Cut End, Aerial Wave Blast, Seven Fallen Prime]


[Skill:


Aktif :


Arc Of Weapon level Max(Max/Max)


Twin Gear level max (Vengeful Blade, Omega Blaster, Frostmourne, Highlander Assault, Abyssal Storm, Zepdos Alean, dan Devastation]


Pasif: Bloodlust, Death Eater, Divine Glory]


[Ransel Inventaris: -]


[Saldo: 999.999.000.000.000]


<>...............¤……………<>

__ADS_1


[Tetew-tetew! Skill pasif Divine Glory telah aktif otomatis untuk menormalkan tubuh tuan yang telah terjangkiti racun sangat mematikan]


Kawanan Green Shark, Aipama Hole, dan Dragon Whale menjatuhkan banyak kristal Arkha tipe A.


Mata Alvaro berbinar-binar, dan segera menyimpan bongkahan-bongkahan kristal Arkha tipe A tersebut ke dalam jam tangan ruang.


Setelah selesai menambang gratis bongkahan kristal Arkha tipe A dan mendapatkan 10.000 ton, Alvaro segera keluar dari dalam dimensi portal level hijau.


Begitu keluar dari dalam portal, mata Alvaro membola melihat wilayah Le Mans porak poranda, dan semua bangunannya runtuh, hingga ada pula yang rata dengan tanah.


Alvaro yang mengkhawatirkan Zena dan Yuna segera menghubungi mereka berdua. Untuk memastikan mereka berdua baik-baik saja.


“Sial, mereka tak bisa dihubungi! Apa yang terjadi sebenarnya?” gumam Alvaro kesal, tapi dia terus mencoba menghubungi Yuna dan Zean. “Aku harus menggunakan cara lain untuk mencari mereka berdua.”


Alvaro memejamkan mata untuk merasakan energi Arkha yang dimiliki oleh Yuna dan Zean.


Tanpa basa-basi lagi Alvaro segera melesat cepat dengan skill Flash Magnum menuju keberadaan mereka berdua.


Alvaro berlari sangat cepat melewati reruntuhan bangunan, pepohonan, bahkan permukaan danau. Hingga sampai di sebuah tanah lapang bekas lapangan golf dan mendengar suara dentingan pedang.


“Cepat serahkan Inviciblers!” teriak Fredrick sambil mengayunkan pedang besarnya ke medan kubah pelindung transparan yang dibuat oleh Zean untuk melindungi dirinya dan Yuna, serta Inviciblers.


Alvaro yang sedang berlari cepat ke arah mereka berempat melompat dan melayangkan tendangan ke arah kepala Fredrick.


Pemuda berwajah Korea tersebut terpental setelah kepalanya terkena hantaman kaki kanan Alvaro.


Tubuhnya berguling-guling di permukaan tanah beberapa kali, dan saat itu pula Alvaro menggunakan skill Dimensional Fissure untuk memindahkan mereka berempat ke rumah sakit hunter di Bantul.


Yuna dan Zean dipapah oleh Alvaro, “Suster, tolong rekanku!” teriaknya.


Suster segera datang sambil membawa dua brankar untuk Yuna dan Zean. Mereka berdua pun segera dibawa ke ruangan ICU untuk segera ditangani, karena mendapatkan luka yang cukup serius setelah bertarung dengan Fredrick.


Akan tetapi setelah sampai di kamar rawat Aruna, ia tidak mendapati gadis berambut merah muda tersebut.


Alvaro menemukan sebuah surat yang ditulis oleh Aruna, dan tertulis untuk tidak mencarinya lagi. Surat tersebut juga menuliskan bahwa hubungannya dengan Alvaro telah terputus, dan Aruna menulis untuk keluar dari Guild Noir.


Melihat surat tersebut Alvaro langsung terduduk lemas dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.


“Ada apa Aruna? Bukankah kita saling mencintai? Bukankah kita telah berjanji untuk menikah?” gumam Alvaro menggenggam kertas surat tersebut kuat-kuat.


****


Flashback 4 jam yang lalu rumah sakit hunter.


Seorang wanita memakai pakaian ketat berwarna hitam glossy dengan aksesoris kacamata hitam menutupi matanya sedang bertanya pada suster di meja resepsionis.


“Sus, aku teman Aruna. Dimana Aruna dirawat?" tanyanya tersenyum tipis.


"Kamar Jasmine nomor 1. Tapi tolong hanya boleh membesuk maksimal 10 menit! Nona Aruna butuh istirahat," jawab suster tersenyum ramah.


Wanita bergincu merah darah tersebut menuju lantai dua menggunakan lift dengan tersenyum menyeringai.


Zea ditugaskan oleh Fredrick untuk memberikan salah satu Axelers pada Aruna yang memiliki tipe penguatan elemen api bernama Abysslers, yakni mecha organoid berbentuk monster beruang kecil berbulu merah dengan kedua ujung tanduk yang memiliki kobaran api kecil.


Aruna masih belum siuman, dan tubuhnya dipenuhi urat otot yang menonjol berwarna biru.


Hal ini terjadi karena tubuh Aruna bereaksi dengan Abysslers yang dibawa oleh Zea di dalam sebuah bola energi yang dibuat oleh Fredrick untuk memenjarakan para Axelers jika mereka membangkang.

__ADS_1


Bola energi berukuran seperti bola baseball ditaruh di dada Aruna, dan berubah menjadi beruang kecil setinggi satu meter. Lalu beruang tersebut masuk ke dalam tubuh Aruna.


Hanya dalam sekejap rank hunter Aruna naik menjadi rank Ancient dan berhasil membangkitkan skill Mega Stance: Holy Seven Fire.


Aruna bangun dengan mata membelalak, dan manik matanya yang berwarna merah muda memunculkan kobaran api berwarna merah muda juga. Di dahinya ada satu titik yang dikelilingi motif api yang memiliki 7 warna.


“Hahaha … hahaha …. Kekuatanku menningkat pesat, dan aku tidak butuh siapapun lagi disisiku, hahaha ….”


Dengan tertawa jahat, Aruna menulis surat untuk Alvaro dan menaruhnya di atas meja. Kemudian melesat terbang dengan menerobos jendela kamarnya bersama Zea.


Flashback end.


***


Alvaro masih terduduk lemas dan menangisi kepergian Aruna yang begitu mendadak.


Dia belum bisa menerima kenyataan kalau Aruna sudah berubah, dan sekarang sedang menuju Perancis untuk menemui Fredrick. Karena Aruna berencana bergabung dengan organisasi Phantom dan menguasai dunia bersama Fredrick.


Matanya yang sembab tiba-tiba melihat ke arah jendela yang sudah hancur kacanya, dan merasakan sisa-sisa energi Arkha milik Aruna masih terasa di jendela tersebut.


"Bangsat kau Fredrick! Berani-beraninya kau menculik Aruna, dan menulis surat bahwa Aruna yang ingin meninggalkanku!" teriak Alvaro.


Lalu melompati lubang jendela untuk mengejar keberadaan energi Arkha milik Aruna.


Sesampainya mendarat di permukaan halaman rumah sakit hunter, tiba-tiba dia merasakan kehadiran Inviciblers yang ingin ikut mencari keberadaan Aruna.


"Akan berbahaya kalau tuan pergi seorang diri, izinkan aku membantumu untuk menemukan mereka," kata Inviciblers melalui komunikasi telepati pada Alvaro.


"Baik," balas Alvaro, dan Inviciblers melompat ke arah pundak kanan Alvaro, tapi dalam keadaan tubuhnya transparan, serta tak bisa dilihat oleh orang lain.


Pria berambut harajuku tersebut berlari cepat ke arah barat, karena masih bisa merasakan energi Arkha milik Aruna.


Namun setelah berlari sangat cepat secepat kilat tanpa henti selama 2 jam, dan sampai di panti Kendal. Energi Arkha milik Aruna sudah tak bisa lagi dirasakan oleh Alvaro, membuat dirinya sangat putus asa.


“Sial!” teriak Alvaro sambil memukul permukaan pasir pantai Kendal hingga ambles, dan membentuk cekungan kawah sedalam 1 meter.


Rupanya energi Arkha yang disebar di udara ternyata jebakan yang sengaja dipasang oleh Zea untuk memancing Alvaro.


Dari balik salah satu batu karang yang berada di bibir pantai Zea keluar sambil bertepuk tangan, “Hahaha …. Aku tak menyangka hidungmu itu sangat hebat melebihi A***** pelacak, hahahaha ….”


“Siapa kau?” geram Alvaro dengan tatapan mata merah nyalang ke arah Zea.


“Aku adalah malaikat kematian yang akan mencabut nyawamu dan membawa kembali apa yang bukan hakmu. Doppelganger!” tanya Zea sambil menjentikan jari.


Dari bayangan Alvaro muncul manusia seperti Zea berwarna hitam dengan mata merah berjumlah 10 orang, dan langsung menyergap tubuhnya.


Alvaro mengeluarkan pedang Ringu dan berontak dengan membanting tiga manusia bayangan Zea yang memegangi tangan kirinya ke permukaan tanah.


Suara hantaman tubuh manusia bayangan ke permukaan pasir terdengar sangat keras, dan menimbulkan kepulan debu yang sangat tebal.


Alvaro langsung menebas sambil memutar untuk memenggal 7 manusia bayangan Zea dan 7 manusia bayangan tersebut berubah menjadi kepulan aap hitam.


"Tuan, biarkan aku menyatu dengan tubuhmu," kata Inviciblers yang berada di pundak kanan Alvaro.


"Lakukan!" balas Alvaro dengan menggertakan gigi.


Tubuh Alvaro langsung berubah transparan setelah Inviciblers merasuki tubuhnya, dan mata Zean berkeliling mencari keberadaan Alvaro setelah kepulan debu yang tebal mereda.

__ADS_1


"Dimana dia?" Zea bingung dan segera menciptakan 100 kembaran dirinya untuk menghalau Alvaro. “Multiple Clone!”


100 kembaran diri Zea mengelilingi tubuh Zea yang asli dengan membawa sebuah pedang ninjato berbilah merah muda. Zea melakukan hal tersebut memang sengaja, karena dia sudah memprediksi kalau Alvaro pasti akan menggunakan kekuatan Inviciblers.


__ADS_2