
Kedamaian Bumi tidak bisa dipastikan. Baru saja Alvaro dan teman-teman sesama hunter menghirup udara segar ternyata justru terjadi sebuah hujan lahar api dari langit. Beberapa saat kemudian rupanya hujan tersebut diriingi dengan hewan tokek yang berjatuhan ke tanah.
Alvaro menengadahkan kepalanya ke atas, melihat dengan seksama apa yang sebenarnya terjadi saat itu. "Gila, makhluk apa itu!" teriaknya terkejut.
Seketika sistem di tubuh Alvaro mendeteksi keberadaan monster tersebut.
...[Tetew-tetew!]...
...[Analisa monster]...
...<>...............¤……………<>...
...[Nama monster: Breakout Dash]...
...[Level: Jingga]...
...[Elemen: Menyemburkan Lahar Api] ...
...[Poin pengalaman: 500 poin]...
...<>...............¤……………<>...
Dengan cekatan dan akurasi yang tinggi, Alvaro menarik kedua pelatuk senapan magnum rifle secara cepat dengan target dada Breakout Dash. Rupanya tembakan yang diberikan Alvaro hanya membuat membuat bagian dadanya berlubang.
SWOOSH
__ADS_1
Salah satu tangan Breakout Dash melayang mengenai tubuh Alvaro dan membuat tertangkap olehnya. Merasa diserang ia pun mulai menyemburkan lahar api yang sangat panas ke arah orang-orang di hadapannya.
Tentu saja hal itu membuat manusia-manusia itu lari terbirit-birit. Serangan Alvaro nyatanya sama sekali tidak berpengaruh pada monster berjenis lahar api itu.
Breakout Dash masih berdiri tegap. Amarahnya membuat ia mengeratkan cengkeraman pada leher Alvaro. Tentu saja hal itu membuatnya sesak nafas.
Sementara itu mulutnya terus menyemburkan lahar api yang sangat panas. Aruna terkejut sekaligus cemas melihat keadaan Alvaro ia pun segera membantu Alvaro bersama dengan para Hunter lainnya.
"Breakout Dash semakin bringas! Semuanya siaga!" teriak Aruna mengambil posisi saat itu.
Para Hunter segera bersiap dengan semua senjata yang dimiliki mereka. Sayang, Alvaro yang tercekik tidak bisa berbuat banyak. Aruna terpaksa mengeluarkan jurusnya.
"Big Bang Fireball!"
Elemen api yang dipakai Aruna membuat energi Arkha di dalam tubuh Breakout Dash beresonansi dan membuat kekuatannya semakin bertambah besar.
Para Hunter kebingungan karena cara yang biasa mereka pakai nyatanya tidak mampu membuat monster tersebut musnah. Dari kejauhan Fedrick tersenyum, monsternya masih bisa berdiri dengan tegap saat ini.
"Nikmatilah pertarungan kalian yang terakhir, dan rasakan bagaimana rasa putus asa menggerogoti jiwa raga kalian!" ucapnya sambil menyeringai.
Tidak ingin terlihat ataupun tercium oleh Alvaro dan teman-temannya, Fedrick langsung melenyapkan dirinya menjadi debu.
"Bagaimana ini? Serangan yang diberikan Arun sama sekali tidak membuatnya lemah," ucap Alvaro gusar.
Mau tidak mau Alvaro harus segera berpikir dengan cepat. Seketika ia masih teringat dengan sebuah ramuan yang belum pernah ia coba, crack potion. Sebuah ramuan yang bisa membuat lawannya akan hancur berkeping-keping setelah terkena cairan berwarna biru di dalamnya.
__ADS_1
Alvaro mengambil dua botol crack potion lalu memasukkannya ke dalam sebuah peluru berbentuk suntikan yang akan ia targetkan tepat di jantung Breakout Dash.
"Hanya ini satu-satunya cara untuk membunuhmu!"
Aruna yang melihat Alvaro meminta untuk mengalihkan perhatian dari Breakout Dash segera melakukan tipuan serangan. Setidaknya perhatiannya tidak fokus pada Alvaro.
"Fire Bullet!”
Aruna menembakkan proyektil-proyektil api untuk membombardir bagian kaki monster lahar api tersebut sambil bergerak mundur. Dengan cepat Alvaro menyiapkan peluru spesial miliknya tersebut.
"HOAAAAAAMMMMM!"
Monster Breakout Dash justru mengejek serangan Aruna dengan menguap. Tentu saja urat-urat leher Aruna terlihat mengeras. "Sialan, dia justru mengejekku!" umpatnya kesal.
Tidak mau berhenti di situ, Alvaro segera menarik kedua pelatuk senapan magnum rifle kembali secara cepat dengan target dada Breakout Dash dengan sebuah peluru baru.
"Tamatlah riwayatmu, Breakout Dash!"
Alvaro berhasil menembakkan peluru itu tepat mengenai jantung monster lahar api itu dan beberapa detik kemudian terjadilah sebuah pemandangan terindah.
Tubuh monster Breakout Dash mengeras lalu kemudian meledak menjadi sebuah debu yang beterbangan dan berubah menjadi kristal Arkha yang bertaburan di angkasa. Tidak mau menyia-nyiakan hal yang langka itu dengan cepat Alvaro segera menyerap semua kristal tersebut ke dalam jam tangan miliknya.
Senyum Aruna tersungging di bawah sana, "Dasar, mata duitan nggak mau rugi dia!"
Di balik semua tindakan yang dilakukan oleh Alvaro, Aruna semakin mengaguminya. Di sisi lain Alvaro tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1