
Setelah para warga yang gagal membeli sate daging Venom Fang, daging sukiyaki, dan steak yang dijual oleh Alvaro. Aruna tiba membawa mobil Toyota Fortuner. Ya, dia baru saja membeli mobil dari hasil menjadi hunter.
Alvaro mengernyit melihat mobil berwarna hitam parkir di depan warung angkringannya, “Siapa ya?” pikirnya bingung.
Kondisi jalanan yang sudah sangat gelap, membatasi pandangan mata Avaro. Dia tidak bisa melihat wajah gadis berambut merah yang keluar dari dalam mobilnya.
Saat hendak menyapa Alvaro, tiba-tiba jam tangannya berbunyi dan memperlihatkan panel hologram yang menunjukan adanya portal berwarna perak berada di bawah jembatan Srandakan yang tak jauh dari tempat angkringan milik Alvaro.
“Alvaro!” panggil Aruna pada Alvaro yang sudah berlari cepat membawa kedua senapan magnum rifle ke arah bawah jembatan Srandakan.
Aruna pun segera berlari mengejar Alvaro. Tetapi kecepatan lari alvaro sangat cepat dan Aruna tak mampu mengejarnya.
Saat Aruna sampai di depan portal berwarna perak, ternyata Alvaro sudah tidak ada. Dia sudah masuk ke dalam portal berwarna perak dan Aruna pun masuk ke dalamnya.
BAM!
Aruna terpental saat menyentuh portal berwarna perak tersebut. Portal itu ternyata tidak mengizinkan Aruna masuk ke dalamnya. Seperti ada penghalang kuat yang menghalangi Aruna untuk masuk.
Di dalam portal berbentuk dataran es dengan suhu yang sangat dingin dan juga cuaca badai salju yang sangat ekstrim. Alvaro mencari tempat berlindung, karena sangat-sangat dingin dan menemukan sebuah gua untuk berlindung.
“Sial, portal dungeon ini malah daratan es seperti gunung Himalaya. Pasi akan sangat susah melawan monster-monster di dalam sini,” gumam Alvaro kesal karena badai salju semakin kencang di luar gua.
“Status!” titah Alvaro.
[Tetew-tetew …!]
[Status]
<>...............¤……………<>
[Nama: Alvaro Renaldi]
[Umur: 22 tahun]
[Rank Hunter: Warrior (100/10000]
[AP: 1000/1000]
[Skill:
Aktif :
Arc Of Weapon level 1(60/100)
Twin Veda (Vengeful Blade, Omega Blaster, Frostmourne, Highlander Assault]
Rage Burst Mode
Burning Burst Mode
__ADS_1
Pasif: Bloodlust, Death Eater, Divine Glory]
[Ransel Inventaris: 99 kg kristal Arkha tipe S, Mayat Venom Fang, 8 botol HP, 10 botol AP, Ringu]
[Saldo: 5.026.000.000]
<>...............¤……………<>
BOOM!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat dan membuat tanah bergetar hebat.
Alvaro panik dan segera keluar dari gua, takut dirinya malah terkubur di dalam gua. Matanya membelalak saat melihat sebuah kepulan debu menjulang ke langit.
Badai salju yang tadinya sangat ekstrim berubah menjadi sangat tenang dan suhu yang tadinya sangat-sangat dingin berubah menjadi sangat hangat.
Alvaro tidak dapat menemukan sumber ledakan tersebut. Dia hanya melihat kepulan asap menjulang ke langit yang membuat dataran es tersebut mencair.
[Tetew-tetew! Terdeteksi monster dalam radius 300 meter di sebelah utara]
<>...........¤………..<>
[Nama Monster: Tiger Sabertooth]
[Elemen: Es]
[Level: Perak]
[Poin Pengalaman: 1000]
<>..........¤…………<>
Tanpa basa-basi lagi Alvaro membidik dengan kedua senapan magnum rifle ke arah kawanan Tiger Sabertooth.
DOR! DOR!
Tembakan Alvaro meleset, hanya mengenai pelipis sang harimau es yang memiliki bulu putih dan kedua taring yang sangat panjang, hingga melewati mulutnya.
Kawanan Tiger Sabertooth itu ternyata sangat peka saat Alvaro membidiknya. Mereka langsung menghindar, dan alhasil tembakan Alvaro hanya mengenai pelipis kiri dan pelipis kanan kawanan Tiger Sabertooth.
Harimau es berlari menuruni bukit dengan kecepatan secepat peluru dan tak bisa ditangkap oleh mata Alvaro yang terus menembaki mereka.
“Sial!” umpat Alvaro dan menyimpan kedua senapan magnum rifle miliknya ke jam tangan ruang dan menggantinya dengan pedang Ringu.
TRANG! TRANG!
Tiba-tiba salah satu Tiger Sabertooth muncul di depan Alvaro dan mencakarnya bertubi-tubi. Tapi dengan reflek yang cukup cepat Alvaro mengayunkan katana berbilah hitam tersebut untuk menangkis setiap cakaran yang dihujamkan Tiger Sabertooth.
Saat Alvaro menangkis, di belakangnya muncul dua ekor Tiger Sabertooth lain dan menebas punggungnya, hingga merobek bajunya dan mengeluarkan cairan merah yang menyembur dengan sangat deras.
__ADS_1
ZRASH! ZRASH!
“Aaakh!” pekik Alvaro dan melompat ke atas. Kemudian merubah pedang Ringu menjadi Vengeful Blade, “Rage Buster Mode! Rage Of Extinction!”
BOOM!
Alvaro meledakan energi Arkha yang sangat kuat, hingga menghempaskan apapun yang dilewatinya dan menjadikannya rata dengan tanah.
Bola energi berwarna ungu transparan itu terus meluas, hingga radius 500 meter, dan membentuk cekungan kaan seluas 300 meter dengan kedalaman 10 meter.
Alvaro terjatuh ke permukaan tanah dan terkapar dengan raut wajah seputih kertas, karena kehilangan banyak darah.
"Uuugh!" Alvaro melenguh kesakitan dan mengeluarkan dua botol cairan hijau, lalu menggaknya dengan sangat cepat, “Sial! harimau kampret itu sangat cepat.”
Dia pun bangun dengan menumpu pada gagang pedang Vengeful Blade yang sudah tertancap di samping kiri tubuhnya.
Matanya berkeliling dan langsung berbinar ketika melihat 10 ekor Tiger Sabertooth telah tewas. Alvaro memang berencana mencari daging monster yang lain untuk dijual. Makanya pria berambut hitam itu sangat senang melihat tumpukan Tiger Sabertooth, karena seperti melihat tumpukan uang.
[Tetew-tetew! Selamat, tuan telah membunuh monster level prak dan mendapatkan 1000 poin pengalaman]
[Tetew-tetew! Selamat, tuan telah berhasil naik rank hunter ke rank hunter Mythic. Untuk naik ke rank hunter Chief dibutuhkan 99.900 poin pengalaman lagi]
Alvaro mendengar suara mekanis sistem yang memberitahukan, kalau dirinya telah naik rank.
Akan tetapi dia tidak memperdulikannya, malah asyik mengumpulkan mayat-mayat Tiger Sabertooth, dan menyimpannya ke dalam jam tangan ruang.
[Tetew-tetew! Terdeteksi monster dalam radius 700 meter di sebelah barat]
<>...........¤………..<>
[Nama Monster: Elven Storm Blizzard]
[Elemen: Es]
[Level: Perak]
[Poin Pengalaman: 1000]
<>..........¤…………<>
Suara gemuruh langkah kaki terdengar sangat keras. Semakin lama suara langkah kaki itu terdengar sangat keras dan sedang menuju ke arah Alvaro.
Kawanan Elf es yang memiliki tubuh berwarna biru pucat dengan memakai jubah putih tertangkap kedua mata Alvaro.
Sesegera mungkin Alvaro meminum cairan merah atau Arkha Potion untuk mengisi energi Arkha miliknya yang telah habis.
Melihat kawanan Elven Storm Blizzard sangat banyak dan membawa senjata panah juga belati es ganda. Alvaro segera merubah Vengeful Blade menjadi Highlander Assault, supaya bisa meningkatkan kecepatan dan bermanuver dengan baik ketika melawan kawanan Elf es tersebut.
Benar saja, saat kawanan Elven Storm Blizzard berjarak 100 meter dari tempat Alvaro berdiri. 30 Elf es menembakan anak panah ke arah Alvaro.
__ADS_1
Puluhan anak panah melesat ke arah Alvaro dan dipantulkannya ke berbagai arah dengan menggunakan Highlander Assault.
TRANG! TRANG!