RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 37


__ADS_3

Alvaro pun keluar dari dalam portal dungeon level emas atas petunjuk pecahan Zebris Core.


Akan tetapi, setelah keluar dari dalam portal level emas bukannya keluar di atas laut.


Apalagi letak portal level emas tersebut berada di atas permukaan laut Selat Bali. Alvaro justru tiba di dalam sebuah hutan di dalam portal level emas yang lain. Pecahan Zebris Core menuntunnya mencari keberadaan sembilan anggota Tim Fahmi yang memiliki pecahan Zebris Core yang lain.


“Apa? Dimana ini? Bukankah aku seharusnya keluar dari portal level emas?” monolog Alvaro dengan mata melebar melihat pemandangan hutan yang memiliki pohon berwarna warni.


Suasana di dalam hutan tersebut sangat sunyi. Bahkan tidak ada satupun monster yang terdeteksi, karena wilayah hutan di dalam portal level emas tersebut terlalu luas.


Pecahan Zebris Core tiba-tiba bersinar merah dan terus berkedip. Akan tetapi, Alvaro tidak paham kenapa pecahan Zebris Core tersebut berkedip dengan cepat dengan warna kedipan berwarna merah.


Alvaro menggoyang-goyangkan pedang Ringu dan mengarahkannya secara bergantian ke ke-empat arah mata angin. Namun, sekali lagi kedipan merah itu justru semakin cepat dan cahayanya semakin terang.


Ternyata ada anggota tim Fahmi yang lain sedang berlari cepat ke arah Alvaro. Mereka menyadari pecahan Zebris Core di dalam bilah pedang Ringu dan sinyal tersebut bukan dari Fahmi.


Namun, saat mereka sudah dekat dengan Alvaro, tiba-tiba mereka keluar dari dalam portal karena dipanggil oleh Vredrick untuk keluar.


"Loh, kenapa kedipan warna merahnya berhenti?" pikir Alvaro.


Raut muka Alvaro dipenuhi banyak tanda tanya sambil terus memandangi pedang berbilah hitam tersebut.


...[Tetew-tetew]...


...[Terdeteksi Boss Monster berada 500 meter di sebelah utara dari tempat Tuan berdiri]...


...<>.................¤……………..<>...


...[Nama Monster: Giga Aligator]...


...[Level: Emas]...


...[Elemen: Water]...

__ADS_1


...[Poin pengalaman: 150.000]...


...<>.................¤……………..<>...


Tiba-tiba saja permukaan tanah berguncang hebat seperti gempa. Dari jauh Alvaro sudah dapat melihat moncong buaya dengan gigi-gigi yang runcing dan tajam melahap setiap pepohonan yang dilewatinya.


Itu adalah Buaya Aligator raksasa setinggi lima belas meter dan memiliki panjang tubuh seratus meter. Seketika Alvaro berkeringat dingin ketika melihat buaya raksasa tersebut. Belum pernah ia melawan monster yang sangat besar dan panjang, sepanjang karirnya menjadi seorang hunter.


Monster AlIgator raksasa itu mengamuk dan menerbangkan pepohonan yang dilewatinya. Monster itu mengamuk karena merasakan energi Void Dragon di dalam tubuh Alvaro yang notabene musuh bebuyutannya selama masa kehampaan.


Alvaro segera memulihkan energi Arkha dengan menenggak sepuluh botol cairan merah. Saat botol terakhir habis ditenggak, sebuah bola air raksasa melesat ke arah Alvaro dan meratakan semua pepohonan yang dilewatinya.


“Twin Gear: Frostmourne!”


Alvaro merubah pedang berbilah hitam menjadi pedang berjenis gladius berwarna biru dengan ring pedang bermotif kepala Baphomet. Bola air raksasa yang akan menghantam tubuh Alvaro, langsung ditebasnya secara vertikal dari atas ke bawah.


“Blizzard Slash!” seru Alvaro.


Bola air raksasa berdiameter tiga puluh meter tersebut membeku dengan cepat saat bilah pedang Frostmourne menyentuhnya.


Bahkan permukaan tanah seluas lima puluh meter tersebut membentuk cekungan kawah. Sedalam sepuluh meter akibat ditimpa bola es yang sudah terbelah seberat lima puluh ton.


Buaya raksasa tersebut menyeruduk bola es hingga hancur berkeping-keping. Lalu memutar tubuhnya dan segera menyabetkan ekornya yang sangat panjang ke arah Alvaro.


Sabetan buaya Aligator raksasa tersebut berhasil meratakan pepohonan yang dilewatinya. Bahkan menciptakan deru angin yang sangat kencang.


Sebelum terkena sabetan ekor Buaya Aligator raksasa, Alvaro sudah terpental oleh deru angin yang diakibatkan kibasan ekornya.Tubuh Alvaro terus menabrak beberapa pepohonan hingga membuat pepohonan tersebut tumbang dan Alvaro mengalami patah tulang belakang.


Alvaro terkapar sambil memuntahkan banyak darah. Dia sudah merasa putus asa melawan monster Giga Aligator yang sangat ganas dan susah didekati.


Saat Alvaro di titik nadir, pedang Frostmourne bercahaya dan merubah bentuknya menjadi pedang Vengeful Blade. Pedang tersebut menyerap semua radiasi negatif energi Arkha yang berada di dalam portal wilayah hutan pelangi.


Rasa putus asa Alvaro menghilang dan dia bangkit tekad yang kuat. Setelah memegang gagang pedang Vengeful Blade.

__ADS_1


“Twin Gear: Venom Leviathan Dragon!” seru Alvaro dan menusukan pedang Vengeful Blade ke permukaan tanah.


Muncul lingkaran sihir seluas seratus meter berwarna ungu terang dan dari dalamnya keluar Naga sepanjang dua ratus meter melesat ke udara.


Kemudian Venom Leviathan Dragon melesat cepat ke arah Giga Aligator dan menggigit lehernya. Tubuh buaya raksasa tersebut dililit oleh tubuh Venom Leviathan Dragon dan lilitannya semakin diperkuat setiap detik.


Suara gemeretak tulang yang patah bersahutan. Suara gemeretak tersebut dari tulang-tulang yang berada di dalam tubuh Giga Aligator yang dipatahkan oleh lilitan Venom Leviathan Dragon.


Gigitan Venom Leviathan Dragon ditarik paksa dan leher Giga Aligator menyemburkan cairan merah yang membasahi permukaan tanah seluas sepuluh meter.


Kemudian leher yang sudah sobek tersebut dililit sangat kuat. Sampai-sampai Giga Aligator yang tulangnya semua patah tidak bisa bernafas, dan akhirnya tewas.


...[Tetew-tetew]...


...[Selamat, tuan telah membunuh boss monster level emas dan mendapatkan 150.000 poin pengalaman]...


Venom Leviathan Dragon tubuhnya kembali semula menjadi pedang Ringu. Kemudian pedang katana berbilah hitam tersebut terbang cepat ke arah Alvaro.


Saat berdekatan dengan Infinity Gear, pedang tersebut masuk ke dalam tangan kiri Alvaro. Tangan kiri cyborg yang memiliki warna merah metalic berubah warna menjadi warna hitam metalic.


Tangan Infinity Gear bercahaya terang, dan menarik Alvaro mendekat ke arah Giga Aligator.


Setelah dekat di depan mulut Giga Aligator yang sangat besar. tanpa diperintah tangan kiri Alvaro memegang bibi Giga Aligator yang sangat besar.


Tubuh Giga Aligator terserap ke dalam telapak tangan kiri Alvaro dan membuat Alvaro terkejut setengah mati. Pasalnya tang Infinity Gear tersebut ternyata terkoneksi dengan ransel inventaris sistem dan juga jam tangan ruang.


Jadi saat Alvaro menyimpan apapun menggunakan tangan Infinity gear. Maka semua barang yang disimpan sudah secara otomatis tersimpan ke dalam ransel inventaris sistem.


Tangan kiri Alvaro itu memukul ruang hampa tanpa diperintah oleh atau digerakan oleh Alvaro.


Alhasil muncul pusaran portal level emas dan tangan Infinity Gear menariknya untuk masuk ke dalam.


"Ternyata tangan Infinity Gear ini sangat berguna. Aku tidak perlu masuk-keluar portal. Cukup dengan tangan ini, aku bisa menciptakan portal di dalam dungeon dan aku bisa bebas masuk-keluar portal," gumam Alvaro memuji tangan kirinya yang sangat berguna.

__ADS_1


Akan tetapi, Alvaro tidak mengetahui jika Infinity Gear yang sudah bisa menyerap pedang Ringu mempunyai efek samping. Salah satunya Alvaro akan kehilangan ingatannya setiap kali menggunakan Infinity Gear untuk menyimpan sesuatu atau mengeluarkan potensi kekuatannya.


__ADS_2