
Akan tetapi, setelah kepulan debu itu mereda. Terdengar suara dari reruntuhan bangunan dan keluarlah Saito yang berhasil selamat dari serangan Alvaro. Tubuhnya diselimuti oleh kubah pelindung transparan berwarna biru.
“Uuugh!” Saito meringis kesakitan karena tulang di seluruh tubuhnya patah. “Extreme Regeneration!”
Suara gemeretak tulang terdengar sangat keras. Suara tersebut berasal dari dalam tubuh Saito yang sedang meregenerasi tulangnya yang retak juga patah.
Saito tersenyum simpul ke arah Alvaro sambil menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
“Behemoth First Form!”
Saito menumbuhkan sisik Naga di kedua lengan, kedua betis, punggung, dan dadanya. Tidak lupa menumbuhkan ekor, juga kedua tanduk Baphomet yang meliuk-liuk ke atas.
Pria setengah monster Naga tersebut menggesek-gesekan kaki kirinya ke permukaan tanah. Lalu melesat ke arah Alvaro dengan posisi tanduk lurus ke arah perut Alvaro.
“Energy Sword level 2! Energy Field!” seru Alvaro merubah warna bilah pedang sabernya menjadi warna jingga. Lalu melindungi tubuhnya dengan bola pelindung transparan berwarna jingga pula.
Suara hantaman kedua tanduk Saito sangat keras, hingga mengeluarkan gelombang kejut yang menghempaskan reruntuhan bangunan di sekitarnya. Batu dan kerikil berterbangan, begitu pula Alvaro yang berada di dalam bola pelindung.
“Dragon Fist!” seru Saito.
Pria setengah monster Naga tersebut menumpu pada kedua kakinya untuk melompat tinggi. Permukaan tanah yang dipijak oleh kedua kaki Saito itu ambles, dan retak. Saat Saito melompat tinggi ke arah Alvaro yang terpental ke udara.
Tangan kanan Saito yang sudah diselimuti aura biru yang mendesis berhasil dihantamkan ke lapisan luar bola pelindung yang melindungi tubuh Alvaro. Akan tetapi Alvaro memang sengaja melakukannya, agar Saito bisa memukul bola pelindung tersebut.
“Energy Field Spike!”
Baru saja kepalan tangan Saito menyentuh lapisan bola pelindung, dari lapisan luar bola pelindung tersebut muncul duri-duri energi berwarna jingga yang menusuk seluruh tubuh Saito.
__ADS_1
Cairan merah menyembur deras membanjiri lapisan luar bola pelindung dan membuat Alvaro tersenyum puas di balik topeng cyborgnya.
“Sehebat apapun kekuatanmu. Kalau otakmu tidak dipakai, maka kau hanya akan menemui raja neraka,” sindir Alvaro dengan membuka topengnya dan menampakan wajah tampannya ke Saito. “Mati! Energy Vanish Chain!”
Dari bagian belakang lapisan bola pelindung yang berada di belakang tubuh Alvaro keluar siluet-siluet rantai yang memiliki ujung tombak dan melesat ke arah tubuh Saito. Ujung-ujung tombak rantai tersebut tertancap ke seluruh tubuh Saito yang sedang meronta-ronta kesakitan karena tubuhnya dipenuhi tusukan bilah pedang dan bilah tombak.
“Aku tidak akan mati semudah itu! Extreme Heal! Behemoth Second Form! Aaaargh …!”
Saito meraung keras dan tubuhnya secara cepat pulih. Tubuhnya mulai membesar dengan urat-urat otot yang menonjol besar. Tubuhnya juga terus meninggi dari dua meter ke tiga meter dan terus meninggi.
Alvaro menyadari hal tersebut dan tak membiarkannya, "Absorb Energy Arkha!" serunya.
Energi Arkha di dalam horus Saito tersedot dengan cepat oleh Alvaro mengalir melalui bilah-bilah pedang, dan juga ujung tombak yang tersambung dengan rantai menuju lapisan luar bola pelindung. Kemudian energi yang diserap tersebut diteruskan ke dalam tubuh Alvaro.
“Energy Explosion!”
Bola pelindung yang melindungi tubuh Alvaro membesar menjadi sebuah bola energi yang siap meledak kapan saja. Tubuh Saito langsung lemas dan transformasinya ke bentuk kedua Naga Behemoth gagal. Pada akhirnya tubuh Saito dilahap oleh bola energi ledakan milik Alvaro dan meledak di udara.
Tubuh Saito hancur tidak tersisa, sebab telah menjadi debu. Hanya menyisakan pecahan Zebris Core yang masuk ke dalam tangan Infinity Gear yang sudah menyatu dengan pedang Ringu.
“Yeay! Kita menang!” teriak salah satu sniper diikuti tepuk tangan yang gemuruh di belakang pagar setinggi 30 meter.
Para Arkham, hunter, dan Non-Arkham yang selamat di tempat perlindungan sementara begitu senang. Karena mereka berhasil selamat dari gelombang monster yang setiap hari menghantui mereka.
Alvaro mengacungkan telapak tangan kirinya ke atas, dan seluruh radiasi energi negatif Arkha yang meracuni wilayah kabupaten Banyuwangi terserap masuk ke dalam tangan Infinity Gear tersebut. Begitu pula dengan kepulan asap hitam yang menggulung di langit Banyuwangi dengan cepat terserap masuk ke dalam Infinity Gear, dan polusi radiasi energi negatif Arkha yang menghantui wilayah Banyuwangi telah bersih sepenuhnya.
Udara di wilayah Kabupaten Banyuwangi telah sepenuhnya bersih berkat jasa Alvaro. Hal itu tampak dari langitnya yang cerah, berwarna biru, dan matahari sudah bisa terlihat oleh semua pasang mata.
__ADS_1
Alvaro terbang cepat menggunakan jetpack miliknya yang sudah terisi penuh oleh energi negatif Arkha. Pria yang memakai zirah mecha tersebut membuat cyborg armor suit Zelta dengan bahan bakar energi menggunakan energi negatif Arkha.
Supaya tubuhnya tidak mendapatkan efek samping, apabila harus menyerap energi negatif Arkha secara langsung tanpa penahan.
Setelah melewati dinding setinggi 30 meter tersebut, Alvaro mendarat di tengah kerumunan warga yang sangat dekil, kumal, dan juga kelaparan.
Dia langsung membagi-bagikan makanan untuk para warga yang dikeluarkan dari jam tangan ruang. Alvaro memang menyimpan kotak kaleng daging monster sangat banyak di inventaris sistem sebagai persediaan jika dia lapar.
"Terima kasih, Tuan."
"Aku juga, Tuan, tolong berikan!"
"Aku juga, Tuan belum makan tiga hari."
Para warga berebut makanan, tetapi ditahan oleh tentara, polisi, dan hunter yang berjaga di balik dinding pagar tersebut.Mereka disuruh berbaris sangat rapi. Baru setelahnya Alvaro meminta tentara, polisi, dan hunter untuk membagi-bagikan kotak kaleng berikan daging monster yang sudah matang tersebut pada warga.
...[Sistem Cyborg Armor Zelta telah ditingkatkan ke level 3. Skill Energy Sword telah naik ke level 3 dan mendapatkan pedang saber perak]...
Alvaro juga membagi-bagikan senjata yang terbuat dari kristal Arkha tipe A, botol HP, botol AP, dan botol HRP pada para hunter, baik dari TNI, warga biasa, maupun dari polisi.
Kemudian dia berpidato dengan lantang, "Kita adalah ras asli bumi. Siapapun yang ingin merebut bumi dari kita maka kita harus lawan. Angkat senjata kalian! Angkat senjata kalian!"
"Haaaaa …!'
"Haaaa …!"
"Haaa …!"
__ADS_1
Semua warga berteriak keras oleh dan terbakar jiwanya oleh pidato Alvaro yang berapi-api. Setelah 21 hari, akhirnya mereka punya harapan untuk membalikan keadaan.
Para hunter pun mulai bergerak untuk memburu monster level putih yang masih berkeliaran di wilayah Banyuwangi. Alvaro bergerak ke arah Situbondo untuk mencari keberadaan pecahan Zebris Core. Sekaligus memburu monster level putih dan membersihkan energi negatif Arkha.