RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 57


__ADS_3

Alvaro bangkit dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya dan merasakan firasat kalau sebuah pukulan sedang mengarah ke arahnya.


Dengan sigap Alvaro berguling ke arah kiri dan dinding pembatas arena langsung jebol.


Penonton yang berada di dekat dinding pembatas tersebut semuanya tewas dengan tubuh remuk seperti rempeyek. Tubuh raksasa Brian yang tak dapat dilihat oleh semua orang menginjak-injak ke arah Alvaro. Namun, pria berambut hitam tersebut merasakan kehadiran Brian, dan dengan mudah menghindari setiap injakan kedua kaki Brian.


“Rage Of Extinction!”


Alvaro meledakan tubuhnya untuk mengeluarkan siluet energi berbentuk pilar yang menjulang ke alngit berwarna ungu pekat disertai gelombang kejut yang sangat kuat. Semua penonton panik dan mulai berhamburan keluar dari stadium arena Le Mans, termasuk semua anggota guild hunter yang tersisa.


...[Tetew-tetew]...


...[Misi utama diterima dan tak bisa ditolak]...


...<>.............¤………<>...


...[Misi: Buru semua Axelers yang ada di seluruh bagian dunia]...


...[Batas waktu:-]...


...[Hukuman: Para hunter akan dikuasai energi negatif Arkha, dan menjadi jahat]...


...[Hadiah: Fitur Menara penjara Axelers]...


...<>.............¤………<>...


Mata Alvaro sekilas melihat panel hologram, tapi karena sedang dalam keadaan terdesak, ia tak menghiraukannya. Gelombang kejut dari ledakan tubuh Alvaro menghempaskan apapun yang dilewatinya.


Semua anggota guild segera kabur secepat mungkin dari tribun stadium arena Le Mans yang mulai roboh satu persatu. Brian juga terpental ke udara oleh gelombang kejut, dan menonaktifkan kemampuan inciblers yang membuat tubuh penggunanya transparan, dan tidak dapat dideteksi oleh siapapun.


Fredrick yang masih terbang di atas dronenya bersama Profesor Amreta mengarahkan telapak tangan kirinya untuk menghisap Inviciblers yang sudah tergeletak di permukaan arena dalam keadaan tak berdaya. Akan tetapi, Alvaro segera melesat dan merubah pedang ungu bergerigi menjadi sebuah pedang rapier dengan bilah agak lebar.


“Twin Gear: Devastation!” serunya sambil menjulurkan sebuah benang dari ujung gagang pedang ke arah Inviciblers.


Tubuh bunglon berkepala Naga yang terjerat benang tajam yang dilemparkan oleh Alvaro segera ditarik ke arahnya, supaya tidak dihisap oleh Fredrick ke dalam senjata rahasia miliknya. Brian yang terkapar bangkit dengan raut muka merah padam dan mata menatap nyalang ke arah Alvaro.


“Roller Ball!” serunya dan merubah tubuh raksasanya menjadi sebuah bola raksasa yang memiliki banyak duri-duri tajam, lalu berputar cepat ke arah Alvaro.


“Yuna terima ini dan bawa mecha organoid ini!”


Alvaro melemparkan Inviciblers ke arah Yuna yang sedang terbang di dekatnya. Kemudian Yuna yang sedang membawa Zean terbang menangkap tubuh Inviciblers dan terbang secepat mungkin menjauh dari reruntuhan stadium arena Le Mans.


Bola raksasasa bergerigi tersebut hanya mengenai reruntuhan stadium arena Le Mans. Apalagi Alvaro sudah melompat tinggi dan menembakan benang-benang tajam dari ujung gagang pedang Devatation untuk menghentikan putaran tubuh Brian. Alhasil Brian terjebak di tengah-tengah jeratan ribuan benang tajam yang menjerat tubuhnya.

__ADS_1


“Orang sepertimu pantas mati!” Alvaro berteriak sambil menarik salah satu benang-benang tajam yang ada di depannya.


Satu detik kemudian terdengar suara deritan benang-benang tajam yang sedang memotong-motong tubuh Brian menjadi beberapa bagian. Saat Juglenautlers keluar dari tubuh Brian yang sudah terpotong menjadi beberapa bagian.


Fredrick mengeluarkan kedua sayap iblisnya dan terbang menyambar ikan pari yang memiliki ekor ikan hiu. Juglenautlers berhasil di hisap ke dalam bola mata dengan manik mata berwarna hitam, serta memiliki riak air di sekitar manik mata berbentuk elips tersebut di telapak tangan kirinya.


Alvaro sudah tak terfokus lagi pada Fredrick, tapi dia langsung menatap ke arah anggota phantom yang sedang melayang di ketinggian 100 meter dengan menginjak sebuah lingkaran sihir transparan berwarna putih sebening kaca.


“Dragon Rage!”


Alvaro mengayunkan pedang Devastation yang memiliki bilah bisa memanjang sepanjang 200 meter dan meliuk-liuk ke arah 10 anggota Phantom yang berada di atas lingkaran sihir transparan. Bilah pedang itu mencabik-cabik lingkaran sihir transparan yang telah dipijak oleh 10 anggota Phantom.


“Bedebah! Velocity Curve!”


Salah satu anggota Phantom yang bernama Rissa menarik kedua senapan magnum yang berada di kedua pinggang sampingnya. Lalu menarik kedua pelatuk senapan magnum tersebut untuk memuntahkan peluru secara serentak.


Peluru itu melesat lurus, tapi saat akan menyentuh lingkaran sihir yang sedang di bombardir oleh bilah pedang Devastation yang bisa memanjang. Kedua peluru tersebut berbelok arah melewati lingkaran sihir dan melengkung menuju ke arah Alvaro.


Suara dentangan salah satu peluru yang berhasil dihalau oleh tangan Infinity gear terdengar sangat pelan disertai percikan api. Namun, peluru yang satunya lagi berhasil bersarang di bahu kanan Alvaro.


Pedang Devastation dilemparkan ke tangan kiri, karena tangan kanan Alvaro yang terluka menjadi mati rasa. Lingkaran sihir transparan tersebut hancur berkeping-keping dan menjatuhkan semua anggota Phantom ke permukaan panah.


Bodohnya mereka berpijak pada lingkaran sihir di ketinggian 100 meter tersebut. Ternyata tidak ada persiapan dan membuat mereka semua terjatuh membentur reruntuhan stadium aren Le mans, dan semua mati tertusuk batang besi yang mencuat dari reruntuhan tersebut.


Fredrick yang sedang menunggu kesempatan untuk menyambar 10 Axelers yang keluar dari dalam tubuh anggota Phantom yang telah mati. Lalu langsung menyerap semua Axelers ke dalam bola mata yang berada di telapak tangan kanannya.


Pusaran portal hijau tersebut tidak hilang. Akan tetapi justru mengeluarkan petir berwarna hijau yang menyambar wilayah dalam radius 100 meter, dan hampir saja membumihanguskan Alvaro.


Peringatan sirine mitigasi bencana berbunyi lagi setelah satu tahun. Semua anggota guild yang sedang berlari kabur kembali ke arah portal hijau. Mereka takut kalau monster akan keluar lagi dalam pusaran portal.


Setelah beberapa saat semua anggota guild dari berbagai guild dan berbagai rank masuk ke dalam pusaran portal hijau yang sambaran-sambaran petirnya sudah tidak ada lagi. Akan tetapi, baru saja mereka masuk, tubuh mereka keluar kembali dan hanya tersisa tulang-belulang saja.


Alvaro mengernyit melihat itu, dan berpikir dengan raut muka dipenuhi tanda tanya besar. Untuk menganalisis hal tersebut, Alvaro mengayunkan pedang Devastation dan setengah pedang panjang seperti tali tersebut masuk ke dalamnya.


Begitu setengah pedang panjang itu keluar dari dalam pusaran portal, bilah pedang tersebut berasap. Terlihat masih ada beberapa tetes cairan hijau yang bersifat korosif menempel di bilah pedang.


“Groaaaar …!”


Dari dalam pusaran portal level hijau terdengar suara raungan monster yang sangat keras, dan mengakibatkan tanah di sekitarnya berguncang.


Alvaro yang penasaran segera masuk ke dalam pusaran portal dan tampak sebuah danau yang sangat luas yang memiliki cairan hijau yang panas dengan permukaan cairan meletup-letup.


...[Tetew-tetew]...

__ADS_1


...[Terdeteksi monster dalam radius 1 km]...


...<>.............¤………<>...


...[Nama monster: Green Shark]...


...[Level: Hijau]...


...[Elemen: Poison]...


...[Poin pengalaman: 20.000]...


...<>.............¤………<>...


...<>.............¤………<>...


...[Nama monster: Dragon Whale]...


...[Level: Hijau]...


...[Elemen: Poison]...


...[Poin pengalaman: 20.000]...


...<>.............¤………<>...


...<>.............¤………<>...


...[Nama monster: Arapaima Hole]...


...[Level: Hijau]...


...[Elemen: Poison]...


...[Poin pengalaman: 20.000]...


...<>.............¤………<>...


Muncul sirip hiu sepanjang 1 meter di atas permukaan danau yang memiliki cairan berwarna hijau dan jumlahnya sangat banyak.


“Death Vanish!”


Alvaro mengayunkan pedang Devastation untuk mencabik-cabik kawanan Green Shark secara jarak jauh. Namun, kulit hiu hijau tersebut sangat keras, dan tak ada satupun bilah pedang Devastation mampu menggores kulit Green Shark.

__ADS_1


Kawanan Green Shark membalas serangan Alvaro dengan menembakkan cairan hijau bertekanan tinggi dari mulutnya ke arah Alvaro secara serentak. Merasa tidak mampu melukai kawanan Green Shark, Alvaro merubah pedang rapier yang bisa memanjang tersebut menjadi kedua pedang berwarna putih.


“Flash Magnum!” seru Alvaro dan menciptakan lingkaran sihir berwarna putih dan sangat banyak seperti pijakan tangga ke atas.


__ADS_2