RAGE OF DESTRUCTION

RAGE OF DESTRUCTION
Chapter 45


__ADS_3

Alvaro tiba di Situbondo, dan langsung menyerap semua energi negatif Arkha di sana. Tidak lupa ia juga turut menghancurkan beberapa portal putih yang ditemukan dalam perjalanannya.


Ia sangat kasihan melihat mayat Non-Arkham, Arkham, dan hunter bergelimpangan di berbagai tempat. Situbondo benar-benar menjadi kabupaten yang tidak ada warganya dan sangat mencekam, karena banyak monster level putih berkeliaran dan memakan mayat-mayat manusia dimanapun.


Setelah menyusuri seluruh wilayah Kabupaten Situbondo, dan tidak menemukan tanda-tanda pecahan Zebris Core. Alvaro turun perlahan di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.


Matanya berkeliling mencari tanda-tanda kehidupan, dan menemukan sebuah pemukiman terisolir di dalam hutan perbatasan Situbondo dan Bondowoso.


“Aaaakh!”


Terdengar suara pekikan yang sangat keras, dan Alvaro segera berlari ke arah sumber suara mengeluarkan pedang saber berwarna perak. Seorang pemuda sedang bertarung dengan monster Velociraptor, dan bahu, serta lengan kanannya terkena cakaran monster dinosaurus tersebut.


Alvaro segera melesat ke arah monster Velociraptor yang akan menebas leher pemuda tersebut. Kepala Velociraptor terpenggal dan melayang di udara. Cairan merah menyembur deras membanjir pemuda yang telah menyilangkan kedua tangannya untuk melindungi kepalanya.


“Tenanglah, kamu selamat,” kata Alvaro mengeluarkan botol cairan hijau dan diberikan pada pemuda tersebut. “Minumlah!”


Raut wajahnya seputih kertas, setelah membuka silangan tangannya. Tubuhnya bergetar ketakutan, dan seperti orang yang sedang menggigil, karena demam.


“Te-terima kasih, Tuan.” Pemuda berambut hitam panjang tersebut menerima satu botol cairan hijau, lalu menenggaknya sampai habis, dan tubuhnya yang penuh luka seketika sembuh. “Aku Siwon, Tuan siapa?”


“Aku Alvaro. Apakah disini masih ada warga yang selamat?” Alvaro balik bertanya pada Siwon.


“Ada,” jawab Siwon singkat dengan suara serak dan parau, serta wajah menyeringai dalam keadaan tertunduk. “Hahaha ….”


Siwon tubuhnya membesar dan mengeluarkan bulu-bulu runcing. Alvaro mundur cepat, karena merasakan adanya bahaya dari Siwon. Pemuda itu telah terinfeksi energi yang tidak dikenal, dan belum diteliti oleh rumah sakit khusus hunter.

__ADS_1


...[Tetew-tetew]...


...[Peringatan-peringatan! Terdeteksi monster yang tidak diketahui. Tuan sebaiknya kabur]...


Mendengar suara peringatan dari sistem. Alvaro berlari secepat mungkin dari Siwon yang telah berubah menjadi Serigala raksasa berbulu putih. Makhluk tersebut memiliki cakar merah, memiliki kedua tanduk berwarna biru di kepala, kedua tanduk di bahu kiri, dan kanannya, serta dua tanduk belakang leher menjulang sampai ke bagian ekor.


“Revenge Ball!” seru Siwon dan menembakan bola energi raksasa berwarna jingga yang diselimuti api yang berkobar-kobar ke arah Alvaro. “Larilah! Hahaha ….”


Alvaro lari sekencang-kencangnya, tapi apa daya bola energi itu melesat sangat cepat, secepat peluru. Suara ledakan seperti dentuman meriam terdengar sangat keras disertai kepulan debu dan asap yang tebal menjulang ke langit.


Permukaan tanah yang terkena hantaman bola energi tersebut membentuk cekungan kawah sedalam 10 meter. Alvaro terpental ke udara dengan luka yang sangat serius.


Padahal sudah memakai cyborg armor suit Zelta yang mampu menahan serangan hunter rank Primordial sekalipun.Siwon tertawa keras melihat Alvaro sedang melayang di udara dalam keadaan tak berdaya.


“Sampah, aku kecewa terhadapmu. Aku pikir orang yang dipilih oleh Archimedea, dan Frostmourne itu kuat juga tangguh. Nyatanya hanya seperti sampah busuk, hahaha …. Ayo keluarkan semua kemampuanmu!” teriak Siwon yang ternyata dirasuki oleh salah satu Emperor Lord bernama Bragbeast.


Alvaro menenggak sepuluh botol cairan hijau, lalu menggerakan kedua jet boosternya menggunakan pikirannya supaya tubuhnya tegak.


“Kenapa kalian suka sekali dengan tubuhku? Waktu itu perempuan monster itu, dan sekarang kau. Apa yang sebenarnya yang kalian inginkan? hah!” bentak Alvaro kesal.


“Aku hanya tidak suka bumi menjadi seperti ini. Archimedea, Frostmourne, dan aku Bragbeast menginginkan seluruh monster tidak masuk ke bumi.”


“Andaikan masuk pun kita harus bersembunyi, untuk menanam sesuatu yang menjadi makanan khas utama monster, yakni buah Arkha.”


“Namun, Thanatos, Lean, Dragunov, dan Xabian tidak setuju terhadap ide kami bertiga. Selama 1000 tahun kami berperang di planet Zergoba, dan kami bertiga kalah.”

__ADS_1


“Archimedea berhasil disegel, lalu dilemparkan ke bumi beberapa tahun yang lalu melalui meteor, dan Archimedea sekarang berada di dalam tubuhmu, termasuk juga Frostmourne,” jelas Siwon sambil mendongakkan kepalanya ke arah Alvaro.


“Lalu apa yang kamu inginkan sekarang?” Alvaro menghunuskan pedang sabernya ke arah Bragbeast dengan tatapan nyalang dari balik topeng cyborgnya.


“Kumpulkan pecahan Zebris Core secepatnya. Atau hal buruk akan segera menimpa bumi. Setelah kau sudah mengumpulkannya, temui aku di portal level hitam.”


Bragbeast mengeluarkan sebuah kunci dari mulutnya, dan kunci berwarna hitam itu melayang cepat ke arah ALvaro. Bersamaan itu pula Bragbeast hilang dari pandangan Alvaro.


Saat kunci hitam itu ditangkap oleh tangan Alvaro. Pria berambut hitam tersebut dapat melihat dalam pikirannya keberadaan 6 Zebris Core yang lain, dan getarannya sangat kuat dirasakan oleh tubuh Alvaro.


Rupanya ada yang sedang mengintip pertarungan antara Alvaro dan Bragbeast. Dia adalah seorang gadis bernama Neeko, dan salah satu anak buah Fahmi yang memiliki pecahan Zebris Core.


Neeko mempunyai kemampuan dari monster Chameleon yang bisa mengubah tubuhnya agar tidak dapat dilihat atau transparan. Bahkan tidak dapat dideteksi oleh skill apapun.


Akan tetapi setelah Alvaro memiliki kunci hitam dari Bragbeast, dia dapat mengetahui keberadaan Neeko yang bersembunyi di salah satu dahan pohon. Alvaro segera berlari cepat ke arah Neeko, dan gadis yang memiliki ekor bunglon tersebut belum menyadari jika Alvaro mengetahui keberadaannya.


Meskipun Alvaro tidak dapat melihat tubuh Neeko, tapi pria berambut hitam tersebut mengetahui Neeko dari pancaran energi Arkha yang disimpannya di dalam Horus miliknya. Pohon itu tumbang setelah ditebas oleh oleh Alvaro menggunakan pedang saber berbilah perak, dan baru Neeko sadar jika dirinya ketahuan.


"Scarlet Needle!"


Neeko melompat ke udara, dan menembakan dari seluruh pori-pori kulitnya jarum-jarum berwarna merah dalam terbalik. Alvaro menangkisnya dengan ayunan pedang saber yang sangat cepat, secepat kilat, dan jarum-jarum merah beracun tersebut terpental ke berbagai arah. Bahkan ada pula yang dibalikan lagi oleh Alvaro ke arah Neeko.


"Scarlet Sword!" seru Neeko, dan mengeluarkan dua buah tulang berwarna merah dari punggungnya sepanjang 1,5 meter.


Kemudian gadis monster tersebut mendarat di permukaan tanah dengan sempurna. Saat itu pula dia langsung melesat ke arah Alvaro untuk menebasnya.

__ADS_1


Alvaro menangkis setiap tebasan Neeko dengan kaki terpundur beberapa meter. Neeko melompat untuk menghantamkan kedua pedang tulangnya ke kedua bahu Alvaro dan berhasil mengenainya.


Akan tetapi, cyborg armor Zelta yang melindungi tubuh Alvaro terlalu kuat. Ia bahkan bisa membalikan hantaman Neeko, hingga membuatnya terpental lusinan meter.


__ADS_2