
Cerita ini mengisahkan tentang seorang ibu psikopat yang tengah mencari anak anak kandungnya untuk dijadikan mangsa iblis dineraka
Sudah bertahun tahun tiga saudara Dina ,Ely ,dan adik laki lakinya Ale , telah berpisah entah kemana melarikan diri dari rumah mencari keselamatan
Tiga Tahun lamanya Dina yang badannya kurus kering dan terus memikirkan adik adiknya " Bagaimana nanti kalau Ely dan Ale tertangkap ibu ,Bagaimana nanti kalau mereka berdua ketahuan bersembunyi ,Dan bagaimana mereka masih hidup atau sudah mati? " Dengan mengalir air mata Dina di trotoar jalanan sedang beristirahat memakan makanan sisa dilihatnya ada seorang lelaki yang memandanginya , lelaki itu menatap Dina dari kejauhan tubuh dina merinding ketakutan
"Ja,,jangan jangan dia pembunuh aku harus pura pura tidak melihatnya" Gumamnya
Lelaki tersebut menghampiri Dina dengan langkah kaki cepat diiringi suara menakutkan
" Jangan pura pura tidak melihatku gadis kecil aku tahu kau dari tadi memandangkuuu hihihihi..."
Dina berteriak keras ketakutan "Aaaaaaa....Jangan bunuh aku !!! Pergilah aku ingin hidup lebih lama"
Lelaki itu semakin dekat " Apa kau lihat apa yang aku bawa? ini pisau hihi untuk memakanmu hihi"
Dina membela diri dengan pukulan tangan yang hebat menghindari pisau yang ingin ditusukkan
__ADS_1
"Jangan coba coba ingin membunuh anak anak , aku disini juga sedang di incar oleh pembunuh sepertimu "
Pria itu tertawa dan memuji Dina " Bagus Bela diri kamu meskipun kau sedang di kejar pembunuh tapi kau sudah mempunyai bekal untuk menyelamatkan diri "
Dina bertanya siapa pria itu " Memang siapa kau tiba tiba hendak menyerangku kenapa kau juga berada ditempat sepi begini?"
Pria itu memperkenalkan diri " itu tidak perlu ditanyakan , Kenalkan diriku namaku Riawan.Memang rumah saya di sekitar tempat ini gadis kecil , Kau tidak perlu takut lagi dikejar pembunuh rumah saya aman untuk bersembunyi "
Gadis itu tidak percaya dengan ke akrab an pria itu " Tidak , lebih baik aku mencari adik adikku saja dari pada harus singgah dipenipuanmu penjahat"
" Bagaimana kamu bisa bicara begitu ? Kalau aku penjahat tidak mungkin aku memperkenalkan identitasku , kamu nampak bodoh ya ? Ya sudah carilah pertolongan lain ! Aku tidak akan menolongmu " Riawan merasa kesal
" Namaku Dina , aku punya saudara tiga dan sudah tiga tahun aku terpisah dari adik adik dalam pelarian bolehkah aku sedikit memberi cerita padamu ? "
Riawan bersedia mendengar
"Kami di diincar pembunuh dan pembunuh itu ibu kandung kami sendiri , Dan kami tidak tahu bagaimana cara untuk menyelamatkan diri , Akhirnya kami terpisah mencari keselamatan sendiri sendiri "
__ADS_1
Riawan pun berkerut dahi " Bagaimana kalau kita lihat dulu tempat tinggalmu siapa tahu adik adikmu sudah kembali dirumah "
"Itu tidak mungkin wan, Adik adik pasti sudah tersesat jauh entah dimana mereka takut kembali pulang "
Riawan mengeluarkan poster bergambar seorang ibu tua " Dina, aku tidak bermaksud menakutimu
apakah ini ibu anda ?"
Mata Dina melotot melihat poster itu
"Hah , ternyata sudah tersebar kemana mana?Riawan aku harap kau diam jangan beri tahu ke nomor ponsel di poster itu ! "
Riawan mencoba menenangkan Dina
" Jangan panik lebih baik kita cari awal kisah ini kenapa ibu kandungmu seperti itu , padahal orang tua lainnya tidak ada yang begitu yang pertama kita kunjungi bersama tempat tinggalmu Din !"
" Iya , Kau memang Pria bijaksana tolong aku menyelesaikan masalah ini setelah semua lebih detail aku bisa mencari adik adikku "
__ADS_1
Mereka berdua akan mengunjungi rumah Dina esok hari .