RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Mereka Bertemu Leo (44)


__ADS_3

POV HERU


Apa?? Bayi. Aku tak percaya dengan ide gila Demos si pelayan hantu di rumah ini. Apa nek Sum seorang pemakan bayi. Sekian lama aku menyembunyikan praduga ku , aku takut akan menjadi fitnah bila tak ada bukti. Mungkin kematian seluruh penghuni rumah ini ada kaitannya dengan nenek yang sok polos itu. Aku sedari dulu memang tak terlalu suka dengan nek Sum, selain orangnya yang tertutup ia juga jarang sekali berkumpul dengan warga lainnya. Kecurigaan ku bertambah kala aku memergoki nek Sum yang tengah melempar sesaji ke tengah sawah, dalam sekejap sesaji yang ia lemparkan lenyap begitu saja.


"Apa nek Sum pemakan bayi?" tanyaku pada Demos.


"Bukan. Ia pemuja iblis yang paling kuat di sini. Lakukan saja ide yang ku sarankan dan lihat dengan mata mu sendiri!" jawab Demos yakin.


Kami bertiga mengangguk. Setelah itu kami berlima keluar dari ruangan menyeramkan ini.


"Her!"


"Ya?"


"Bayi siapa yang akan kita jadikan umpan? Mana ada orang tua yang tega menyerahkan anaknya untuk hal berbahaya seperti ini?" tanya Naura kebingungan.


"Ya aku juga sedang berpikir untuk itu Naura bayi siapa yang akan di jadikan umpan?" Angel menyambung.

__ADS_1


Kami berlima berhenti. Angel menutup kembali pintu ruangan gelap tersebut. Beberapa saat kami terdiam fokus dengan pikiran masing-masing.


"Siapa mereka?" sebuah suara mengejutkan kami.


Sosok laki-laki dan perempuan tiba-tiba muncul di hadapan kami.


"Siapa mereka Jhon? Kenapa kau mengizinkan mereka masuk rumah ku?" tanya sosok itu lagi.


"Tenang lah mari duduk dulu dan akan aku jelaskan." jawab Jhon santai.


Sosok itu pun menghilang dari hadapan kami. Dalam sekejap ia sudah di sofa duduk dengan elegan bersama wanita yang ia bawa.


"Mereka sama seperti aku dan Jhon mereka dari kampung sebelah." jelas Jhon.


"Leo kenalkan mereka adalah Naura ,Heru dan Anto. Dan untuk kalian perkenalkan ia adalah Leo pemilik asli rumah ini" kata Angel.


Oh jadi ini tuan muda pemilik rumah ini. Sepertinya ia juga sama seperti Demos dan pelayan lainnya. Pandangan Leo begitu tajam pada kami. Aku mengerti ia mungkin khawatir akan keberadaan kami manusia.

__ADS_1


"Bu Sarah??" celetuk Naura tiba-tiba. Apa Naura mengenali perempuan di samping tuan muda Leo? Semua mata pun tertuju pada Naura termasuk tuan muda Leo. Astaga bisa jadi abu kalau sampai menyinggung dia.


"Ah iya kau Naura koki di resto kan?" Wanita di samping tuan muda Leo itupun akhirnya bersuara juga. Mungkin tadi ia takut karena suasana cukup tegang.


"iya bu. Kenapa ibu dan.." belum sempat Naura melanjutkan ucapannya aku segera membungkam mulut Naura karena tatapan pria di hadapan ku ini sudah cukup membuat bulu kuduk merinding.


"Leo bagaimana kau setuju bukan mereka bergabung bersama kita lewat mereka kami menemukan salah satu petunjuk." kata Angel. Leo menaikan satu alisnya melirik Angel.


"Apa?" tanya Leo.


"Sebuah jalan rahasia yang ku temukan waktu itu mengarah ke arah rumah nek Sum. Rupanya nek Sum telah menyembunyikan rahasia besar." jelas Jhon.


"Nek Sum? Bukannya itu nenek temanku? Dia cukup baik kenapa memangnya?" Tanya Sarah heran.


"Tenang dulu Sarah, ini awal dari sebuah petunjuk ku mohon jangan beri tau siapa pun." mohon Angel.


Sarah pun menatap Angel dan akhirnya ia mengangguk paham.

__ADS_1


"Terserah kalian. Ayo Sarah aku antar kamu kembali dan lupakan kejadian ini!" ucap Leo.


__ADS_2