RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Bertemu Bule (41)


__ADS_3

POV NAURA


"Siapa kalian??!"


Deggg!


Mati aku jangan-jangan kami ketahuan sama warga kampung di kira mau nyolong.


Aku,Heru dan Anto berhenti namun masih enggan untuk membalikkan badan.


"Mau apa kalian malam-malam kemari?"


Mendengar pertanyaan itu aku dengan penuh keberanian membalikkan badan begitu juga Anto dan Heru.


"Mbah Jamin rupanya, maaf mbah mengganggu." Kataku halus.


"Kenapa kalian kemari nak Naura?"


"Maaf mbah kami hanya penasaran dan ingin menemukan jawaban." Jawabku pada Mbah Jamin.


Mbah Jamin menghembuskan napas. Ia berjalan dan membukakan pintu pagar rumah mewah di depan kami. Aku dan kedua temanku terperanjat melongo. Tak menyangka Mbah Jamin membuka gerbang rumah yang sudah entah berapa tahun di tinggal mati pemilik rumahnya.


"Kenapa melamun? Ayo masuklah!"


Ucapan Mbah Jamin membuat lamunan ku buyar.

__ADS_1


"Iya Mbah!!" Jawab kami bertiga kompak.


Rupanya meski di tinggal pemiliknya rumah sebesar ini masih terurus dengan baik bahkan satu lembar daun kering pun tak ada di halaman rumah.


Kami berjalan masuk dengan langkah hati-hati mengekor Mbah Jamin yang terlihat santai saja. Ku kira ia akan marah-marah karena kami telah lancang datang ke rumah.


Akhirnya aku tiba pada sebuah pintu besar yang tingginya kurang lebih dua meter.


"Ya Allah seumur-umur baru kali ini masuk rumah mewah pintu aja udah raksasa apalagi isi dalamnya." Kata Heru terkagum-kagum.


"Duh norak banget sih Her!" Kataku sambil mencubit lengan Heru gemas.


"Mari masuk!" Mbah Jamin mempersilahkan.


Kami kaget karena dua orang bule yang berkulit putih dan berhidung mancung tengah duduk di sofa mewah yang kurasa ruang tamu.


"Maaf mengganggu non Angel dan tuan Jhon, mereka dari kampung sebelah mereka sama seperti tuan dan nona seseorang yang sangat menyukai petualangan." Ucap Mbah Jamin.


Laki-laki bule itupun tersenyum . Mereka berdiri dan langsung menghampiri kami bertiga.


"Saya Jhon dan ini istri saya Angel." Kata laki-laki yang bernama Jhon.


Belum sempat saya membalas uluran tangan kedua bule di hadapanku tangan Heru sudah nyelonong saja. Ia begitu bersemangat apalagi saat menerima uluran tangan yang bernama Angel.


"Dasar genit banget nih bocah!" Kataku dalam hati.

__ADS_1


Setelah Heru giliran si Anto dan Aku yang menyalami mereka.


Kami bertiga di ajak duduk bertiga dan betapa terkejutnya aku saat melihat ke arah tangga seorang pelayan laki-laki berbaju formal dan seorang pelayan wanita berpakaian dress hitam putih. Ku lihat mereka bukan manusia. Buliran keringat dingin pun akhirnya turun juga dari dahi ku.


"Ah rupanya kau bisa melihat mereka?" Tanya bule bernama Angel.


"Kakak tau??" Tanyaku salah tingkah.


"Haha tentu saja,tenang saja mereka baik kok mari duduk mereka akan membuatkan kopi jahe untuk kalian." Ucap Angel santai.


Kami bertiga menelan ludah secara bersamaan.


Tak ku sangka hantu pelayan sungguh ada. Berarti bos mereka juga hantu pikirku.


Aku menatap Mbah Jamin yang masih berdiri di ujung kursi.Ia tersenyum dan segera berlalu pergi. Entah mungkin ke dapur.


"Btw kami belum tau siapa nama kalian?" ucap Jhon pada kami.


"Ah maaf karena nervous kami sampai lupa untuk memperkenalkan diri." ucapku.


Ya aku benar-benar lupa dengan perkenalan diri pada mereka karena pikiranku kalut dengan isi rumah yang sekarang ku datangi ini.


"Saya Naura dan ini kedua teman saja Heru dan Anto." kataku.


"Boleh saya tau apa tujuan kalian kemari? Apa kalian tak tau kalau disini sangat berbahaya bagi orang awam?" tanya Jhon

__ADS_1


__ADS_2