
"Tapi lihat wajahnya pucat dan..."
belum sepat Jhon melanjutkan ucapannya. Angel tiba-tiba saja ambruk. Jhon yang panik langsung membopong Angel keluar dari hutan itu.
"Syukurlah tak ada yang berubah dengan jalannya." ucap Jhon.
Ia lalu masuk ke rumah Leo kembali.
"Dari mana kalian?" tanya Leo yang tiba-tiba mengejutkan Jhon.
"Halaman belakang rumahmu menjadi hutan." jawab Jhon lalu meletakkan Angel yang masih pingsan di sofa.
Leo mengernyitkan dahinya. Ia bingung dengan ucapan Jhon.
"Benarkah? Selama aku membeli rumah ini memang aku tak pernah ke belakang rumah ini semua ku percayakan warga sekitar." jawab Leo.
Jhon pun lalu mengambil minum untuk angel. Jhon masih panik karena Angel belum tersadar juga.
***
"HAHAHAHA MAU KEMANA GADIS CANTIK?"
Suara di tengah hutan menggema dengan sangat keras hingga memekik telinga. Angel bingung dan ketakutan dengan yang ia hadapi sekarang. Makhluk tinggi besar dan bertanduk itu terus mengejarnya. Di belakang makhluk besar ada beberapa anak kecil dan para orang tua yang wajahnya sudah memucat yang mengikutinya.
"Pergi jangan mendekat!!!" pekik Angel.
Namun para makhluk aneh itu tak menghiraukan teriakannya.
__ADS_1
"Nduk cah ayu kemari ikut nenek!" suara dari depan membuat Angel ketakutan.
"Nek sum! Kau....." belum sempat Angel melanjutkan ucapannya. Seorang anak kecil mendekap paha Angel dengan sangat erat membuat Angel sulit bergerak.
"Ya Tuhan selamatkan aku." Angel memohon dalam hati.
Tiba-tiba siluet putih melesat mengenai tubuh Angel dan angel pun menghilang seketika.
"Aaaarrrggghhhh!!!" teriak Angel sangat kencang.
"Sayang kau bangun?" tanya Jhon.
Jhon segera menutup Al-quran yang telah ia baca. Hati kecilnya menuntun Jhon untuk melafalkan ayat suci.
"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Leo.
Leo dan Jhon pun saling pandang. Leo tau nek Sum merupakan nenek dari Seto dan Dino teman baik Sarah.
"Sepertinya temanmu dalam bahaya." kata-kata Jhon membuat Leo tercengang.
"Sarah!" ucap Leo lalu menghilang.
Leo sampai di tempat Sarah. Ia melihat Sarah begitu bahagia saat memasak. Saat akan mendekati Sarah Leo merasakan hawa arwah tersesat sama sepertinya.
Ia mengikuti angin mengikuti di mana hawa arwah tersesat ini berasal.
"Rumah Dino?" gumam Leo.
__ADS_1
Ia pun segera masuk dan melihat sekeliling. Hawanya semakin di rasa oleh Leo. Saat melewati suatu kamar Leo merasa hawa semakin pekat.
"Laras sedang main dengan siapa?" tanya Leo.
Wajah polos anak kecil itupun menoleh seketika. Di lihatnya Leo dari atas sampai bawah.
"Kaka temen kak Sarah?" tanya Laras balik.
Leo mengangguk.
Adel yang merasakan ada yang sama dengan dirinya hanya saja sudah ada campuran iblis di sana sangat ketakutan dan bersembunyi di balik tubuh Laras.
"Jangan sakiti Adel kak dia teman Laras." pinta Laras memelas.
"Tidak. Tapi siapa dan dari mana dia kenapa memiliki aura yang sama dengan kakak?" tanya Leo.
"A-aku dari desa Tuo. Aku meninggal tak tau kenapa." jawab Adel dengan gugup.
"Kemari jangan takut aku Leo kita teman." ucap Leo menenangkan arwah gadis itu.
Adel pun mencoba mendekati Leo walaupun masih ada takut di hatinya.
"Dia baik!" ucap Laras.
****
Di rumah Leo Jhon dan Angel masih terpaku dengan hal yang di alaminya. Angel menceritakan mimpinya yang bisa jadi merupakan sebuah petunjuk.
__ADS_1
Jhon mengangguk tanda paham. Ia mulai menyadari kasus yang ia tangani bukanlah kasus murni dari manusia namun juga adanya campur tangan iblis jahat yang berusaha menghancurkan kehidupan Leo dan keluarganya.