
"Berapa uang yang kau dapatkan mbah Rejo?" tanya Leo yang tiba-tiba muncul di depan mbah Rejo.
"T-tuan Muda Leo???" ucap mbah Rejo gugup.
"Kenapa?!" tanya Leo. Ia segera duduk di kursi berhadapan dengan mbah Rejo.
Mbah Rejo pun bingung dan takut pasalnya yang sedang berada di hadapannya bukanlah roh biasa namun bercampur aura iblis yang mematikan.
"A-apa y-yang membuat Tuan Muda kemari?" tanya mbah Rejo gugup. Keringat dingin pun mengucur dari pelipisnya. Tangannya gemetar tak berani menatap mata Leo. Sesekali ia hanya melirik.
"Kau menyentuh orang ku! Kau juga merusak bisnisku!" ucap Leo sombong.
"A a-ampun Tuan... Saya tak mengerti maksud Tuan.." jawab mbah Rejo.
Buuuuggghhkk!!!!
Mbah Rejo terpental seketika. Tubuhnya kaku tak bisa di gerakan. Persis seperti stroke.
"Ini pelajaran untukmu! Sarah dan resto yang kau sentuh adalah milik ku!!" ucap Leo geram sambil menepuk bahu mbah Rejo.
"Jangan main-main atau ku jadikan kau abu detik ini juga!" ancam Leo lalu dia menghilang.
__ADS_1
Mbah Rejo masih kaku tubuhnya dingin padahal udaranya sangat panas. Mengetahui keadaan mbah Rejo pembantunya pun menolong mbah Rejo memapahnya ke kamar mbah Rejo.
Masih kaku rasanya lidah mbah Rejo kelu, sulit sekali untuk berbicara.
Leo pun akhirnya sampai kembali di resto. Keadaan tak seperti tadi jauh lebih baik. Bau menyengat dan sayuran busuk sudah teratasi. Kini tinggal merapikan kembali.
"Tak perlu khawatir semuanya kini sudah normal ayo segera buat menu hari ini.." kata manager resto.
"Leo kemana saja kamu?!" tanya Sarah khawatir karena tiba-tiba tadi Leo menghilang.
"Ada urusan sebentar sudah tidak apa-apa." ucap Leo.
Para pengunjung pun mulai berdatangan. Aktifitas kembali normal seperti biasa.
"Arrggghhhh! Dukun itu pasti gagal!" kesal Bima.
"Sabar sayang kita pakai cara lain lagi.." ucap Mika menenangkan Bima.
Tanpa mereka sadari Leo saat ini sedang mengawasi dan menguping pembicaraan mereka. Hingga mereka pergi dari tempat persembunyiannya.
***
__ADS_1
Di tempat lain Jhon sedang melakukan penyelidikan ia curiga terhadap tukang sayur yang sering mengantar bahan makanan ke tempat Leo. Namun nihil tukang sayur itu ternyata sudah meninggal seminggu setelah Leo meninggal.
"Sayang sepertinya ada banyak pihak yang ikut dalam pembunuhan berencana ini dan aku merasakan pembunuhan ini ada hubungannya dengan energi gaib yang tidak bisa di tembus oleh siapapun." ucap Angel.
"Kita tak boleh menyerah Tuhan masih membuka tabir ini sayang.." jawab Jhon.
Ia kembali berjalan kali ini mereka melewati pintu dapur belakang rumah Leo. Anehnya jalannya menjadi jalan setapak seperti area persawahan. Di ujung jalan setapak terlihat sebuah rumah kayu tua dengan halaman luas.
"Ada rumah tapi milik siapa di dekat sawah seperti ini?" tanya Angel.
"Apa itu rumah manusia?" tanya Jhon balik.
"Sepertinya iya.." jawab Angel.
Mereka pun terus berjalan akhirnya sampai pada depan rumah itu.
"Permisiii......" ucap Jhon.
Munculah nenek berusia 60 tahun dari balik pintu. Ia menatap heran kedua orang di hadapannya karena wajah bule mereka.
"Nenek yang punya tempat ini?" tanya Jhon.
__ADS_1
"I..iya. Maaf kalian siapa dan dari mana?" tanya nenek itu.
"Saya Angel dan ini Jhon suami saya nek, kebetulan kami sedang jalan-jalan dan malah menemukan rumah kayu nenek yang antik ini." jawab Angel karena mencium bau mencurigakan dari sikap sang nenek.