RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Bertemu Bima


__ADS_3

Sarah terjaga dari tidurnya. Ia melihat sekeliling kamar namun tak merasakan keberadaan Leo. Ia melirik jam di atas meja riasnya, rupanya sudah pagi.


Ia bergegas menuju ke dapur untuk membuat susu dan sarapan.


Tok..tokk..tok


Sarah yang mendengar pintu di ketuk pun segera pergi untuk membukanya.


"Dino ? Masih pagi ini belum mandi loh gue." kata Sarah.


"Gue, bang Seto sama Laras numpang kamar mandi lo ya kran gue rusak." kata Dino.


"Ya udah deh masuk! Kalian mau minum apa?" tanya Sarah.


"Terserah lo aja." jawab Seto.


Mereka pun bergegas antri di kamar mandi Sarah. Seto yang sedikit peka merasakan hawa aneh di sekitar kontrakan Sarah. Hawanya memang tak asing membuat Seto bertanya dalam hati namun tak berani mengungkapkan karena tak enak dengan Sarah.


"Kakak itu siapa di depan kamar kakak? Kok kakak punya pengawal? Kok ganteng kak?" sederet pertanyaan di lontarkan Laras. Membuat Sarah terkejut begitu juga Seto yang memandang Sarah.


"Pengawal? Ganteng?" tanya Sarah lagi. Ia heran karena tak melihat apapun di dekat kamarnya.


"Sudah Laras memang suka nglantur!" jawab Seto menengahi. Walau sebenarnya Seto tau adiknya tak mungkin ngelantur.


"Oke susu segar dan manis untuk Laras dan teh untuk Dino dan bang Seto!" ucap Laras sambil meletakkan minuman mereka di atas meja.

__ADS_1


Sarah pun mengambilkan roti tawar untuk sahabatnya dan Laras yang sudah di anggap adik sendiri.


"Nanti kalau dah gede aku mau jadi seperti kak Sarah nyiapin sarapan buat kakak!" kata Laras lucu.


Seto pun tersenyum dan mengelus rambut Laras.


"Sudah di makan dulu sambil antri mandinya.." kata Laras pelan.


*****


Meski masih pagi matahari sudah terasa membakar kulit. Sarah menyusuri jalan menuju restoran dimana ia bekerja guna mencari nafkah. Ya nafkah untuk Sarah sendiri. Meski Sarah sudah mendapatkan beberapa bantuan dari Leo namun ia tak ingin selalu bergantung padanya.


Saat tiba di restoran Sarah langsung meletakan tas di lokernya.Ia layani sepenuh hati pada setiap pelanggan yang datang. Tak jarang beberapa dari mereka menggodanya.


"Loh Sarah! hahaha jadi pelayan lo?!" tanya Bima dengan nada mengejek.


Sarah pun hanya tersenyum.


"Mau pesan apa?" tanya Sarah lagi.


"Gak usah buru-buru lah. Jangan-jangan tadi malam itu daddy sugar lo ya? hahahaha." tawa Bima dan istrinya Mika mencuri perhatian pengunjung lain.


Sarah pun merasa malu karena semua orang menatap dirinya.


Ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Bima dan istrinya. Namun kaki mika yang sengaja ia pasang di dekat Sarah membuat Sarah terjatuh di depan mereka.

__ADS_1


Bukannya menolong Bima malah mengeraskan tawanya membuat pengunjung lain juga ikut tertawa.


Mengetahui keributan di restorannya manager restoran pun menghampiri mereka.


"Maaf apa ada apa ini?" tanya manager restoran.


"Gak papa cuma karyawan bapak ini gak becus kerja!" jawab Bima.


"Usir dua orang itu atau saya bakar restoran ini!!!!" suara yang membuat setiap orang merasakan hawa dingin dan takut.


Manager restoran yang tau kedatangan Leo segera memanggil satpam untuk mengusir Bima dan Mika. Ia tak mau kehilangan pelanggan yang begitu kaya rasa yang apapun bisa ia lakukan.


Bima dan Mika pun pasrah tanpa penolakan. Karena saat Leo datang seakan mulut mereka terkunci rapat.


Leo membantu Sarah untuk berdiri. Sarah yang masih menunduk karena malu, ia menangis di pelukan Leo.


"Hari ini Sarah bersama saya! Hari lain saya melihat Sarah seperti ini akan saya musnahkan restoran ini." ucap Leo pada manager restoran.


Ia juga memberi segepok uang pada manager restoran untuk membersihkan nama Sarah.


Manager pun mengiyakan dan menerima uang dari Leo.


"Aku ambil tas dulu..." kata Sarah.


Leo pun mengangguk dan menunggu Sarah. Tak lama Sarah pun segera datang dan pergi bersama Leo.

__ADS_1


__ADS_2