
Setelah Dina keluar kamar mandi ia memangil temannya"Riawan,,Riawaan,,".
Riawan segera menghampiri Dina yang memanggil
"Kenapa Din? mau makan masa minta disuapin sih"
tanya pria itu sambil bercanda.
"Bukan wan" jawab Dina wajah serius.
"Hmmm,,,masalah lagi?Coba jalani hidup dengan selow deh!satu hari saja Din! Masa hidup penuh cemas,gelisah, gak ada bahagia sedikit?"jawaban Riawan butuh kepekaan dari gadis itu.
Dina mulai curiga dengan temannya ,ia menatap Riawan dengan mata melotot seperti tidak menyu-
kai jawabannya,gadis itu membanting sendok makannya.
"Aku sedang rindu adik adikku,,mengertilah!ini
belum saatnya aku mencintaimu wan".
Perkataan itu membuat mata Riawan ikut melotot
"Apa??belum saatnya Din?(wajah mulai tersenyum)
Kapan saat itu Din? Jangan lupa kabar kabar ya Din!(sambil memengang tangan Dina)".
Dina mengalihkan perkataan itu
"Bukan wan, aku tadi salah ngomong ".
Ia melanjutkan sarapannya,Pria itu tetap meman-
dang Dina dan ikut sarapan bersama.
Karena Riawan lelah dengan masalah ia mengajak Dina mencari hiburan,mereka pergi ke wisata air terjun disana Dina berenang, bermain air bersama Riawan dan banyak orang pariwisata.
__ADS_1
Mereka kelelahan bermain berjalan menuju kantin membeli minuman sambil berbagi cerita
"Wan,kenapa hidup kamu hanya sendirian orang tua kamu dimana?dan yang kita tempati itu rumah pertama kamu dan rumah yang kedua siapa yang menempati?" tanya Dina.
Pria itu sambil meminum minumannya
" Ya rumah kedua itu ditempati orang tua juga aku Din,sebenarnya rumah pertama itu akan aku jual tapi saat sedang kondisi sedang menolong seseorang yang kesusahan sementara untuk tempat tinggal lah "jawabnya.
" Lho kamu sudah berhari hari tidak pulang ke orang tua bagaimana nanti mereka?bisa bisa mencarimu"
Tanya lagi Dina
Pria menjawab dengan santai
"Aku tidak pulang karena aku punya pekerjaan disini sementara aku pulang dari kostan untuk menemanimu berlindung dirumah lamaku,dan sementara aku cuti dari pekerjaanku selama masalah kamu ini tuntas".
Dina mulai bangga dengan pengorbanan temannya
Ia berfikir pria yang ia kenal ternyata tidak salah,ia memang benar benar ingin menolong dirinya sampai pria tersebut rela menahan pekerjaannya
Riawan mulai melotot melihat sentuhan tangan Dina.
"Ke,,kenapa kau menyentuh tanganku?aku tahu
kamu sedang sedih,aku tidak mau mengganggumu lagi".
"Ini bukan karena kamu menggangguku,Aku mulai merasa bangga padamu sekarang,aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku sejak kau mulai peduli dengan keadaanku hari itu" ucap Dina.
"Ta,,tapi Din aku ingin mengatakan sesuatu"pria itu dengan wajah gugup.
Belum sempat ia katakan waktu berwisata pun sudah habis akhirnya pria itu menunda pembicaraannya dan pergi ke ruang ganti pakaian.
Selesai mereka menikmati hiburan Riawan menancap gas mobilnya perjalanan menuju toko
Yang ia tuju sebuah toko bunga dan boneka
__ADS_1
Disuruhnya Dina menunggu didalam mobil tidak boleh mengikuti pria tersebut pergi belanja.
Didalam mobil Dina memandang sekeliling kota banyak keramaian orang,tetapi mata Dina tertuju
pada seorang pengemis kecil di pinggir jalan meminta uang dan dilihatnya pengemis itu diusir polisi.
Dina pun keluar dari mobil dan menghampiri pengemis itu , disentuhnya pundak pengemis dan diberi uang receh Dina memandangi pengemis tersebut teriak lelah mencari seorang ayah,hati Dina bergumam
"Seperti dalam mimpiku semalam,aku masih bingung apakah pengemis ini adalah Ely ?ia memanggil manggil ayahnya ".
Dina mencoba menanyai pengemis tersebut
" Siapa ayah kamu dik?"
Pengemis itu menoleh menatap Dina , wajah yang ia tatap memang tidak asing seperti temannya bermain waktu masih kecil ingatannya,Pengemis itu menunjuk hidung Dina ia hampir mengenal wajah Dina.
Wajah Dina dibuat bermain oleh pengemis itu diraba raba serta di cubit cubit sambil tertawa.
Dina bingung dengan raba raba itu
"Kenapa?tangan kamu kotor kan? Jangan menyentuh seperti itu !kau tak sopan".
Pengemis itu merasa dirinya terancam akhirnya ia
Menunjukkan foto kepada Dina ,yaitu foto seorang ayah yang pernah membopongnya sejak masih kecil foto itu seperti seorang ayah yang dilihat dalam mimpi Dina semalam.
Akhirnya Dina bertanya
"Siapa Bapak ini dik?"
Pengemis itu menjawab
"Itu ayahku Suprapto , dia meninggalkanku sejak aku masih kecil sekarang dia dimana?".
Dina pun terkejut
__ADS_1
"Apaa....??".