
Mereka pun lalu memberi tepuk tangan, tak menyangka bahwa Sarah teman seperjuangan mereka akan menjadi bos mereka. Sarah memang di kenal sebagai teman kerja yang care dan baik hati. Tak segan Sarah juga kerap memberikan beberapa gajinya untuk temannya yang sedang membutuhkan uang lebih.
"Alah gitu aja bangga paling juga karna jadi simpanan Tuan Muda itu!" kata Dea yang teman kerja Sarah yang tak begitu menyukai Sarah karena Sarah selalu saja tampil berbeda di depan teman-temannya.
"Eh ngomong di jaga ya! Alhamdulillah Sarah jadi bos gaji kit di tambah syirik lu!!! Huuu..." ucap Dino kala itu.
"Huuuu syirik lu syirikkkkk!!!" ucap teman Sarah yang lain. Mereka memang tau kalau Dea tak pernah menyukai Sarah padahal Sarah sudah bersikap baik padanya.
"Sudah sudah lanjutkan bekerja tingkatkan skill kalian siapa tau bulan depan kita semua naik gaji lagi..." ucap manager yang melerai kericuhan di restonya.
Mereka pun akhirnya bubar dengan wajah berseri karena gaji mereka naik. Tak henti-hentinya mereka memuji Sarah.
"Ini nih yang emak gue bilang jangan liat orang dari covernya aja kita kan gak tau aslinya gimana!" ucap Vio yang sering ngobrol bersama Sarah.
"Iya tuh bener banget alhamdulillah ya gaji kita naik bisa buat berobat ibu ku jadi bisa nabung deh..." ucap Tio tukang cucu piring.
"Alah alay banget kalian!" ucap Dea yang tiba-tiba nyelonong masuk ke dapur.
"Emang orang kalau dah sukses musuhnya nambah!" timpal Tio.
"Iya iri hati dia bikin penyakit naudzubillah!" saut Vio.
Dea pun segera pergi dari dapur. Telinganya terasa panas karena di setiap tempat selalu memuji Sarah.
***
__ADS_1
"Sarah ayo ku antar kembali ke kontrakan." kata Leo saat tau Sarah sudah bangun.
"Ah iya.. aku juga harus bekerja." jawab Sarah.
"Hahaha kau sudah jadi bos sekarang resto itu sudah resmi jadi milikmu!" ucap Leo bangga.
Sarah pun menjadi linglung seketika. Ia tak paham dengan ucapan Leo.
Leo pun menggandeng tangan Sarah dan mereka berdua hilang.
"Ah cepat sampai!" girang Sarah.
"Sudah kamu istirahat saja, kamu sudah jadi bos!" kata Leo lalu dia menghilang.
Sarah sebenarnya masih bingung dengan ucapan Leo namun ia tak mau ambil pusing. Sebenarnya ia malas pergi bekerja karena masih malu dengan kejadian kemarin.
["Asyek di undang bos makan malam hehehe."] balas pesan Dino.
["Ngebacot gue pecat!"] balas Sarah.
Ia tertawa dengan tingkah sahabatnya itu. Ia tau ini semua pasti ulah Leo.
"Orang kaya indah sekali cuma ngomong langsung jadi kenyataan, lah sini menghayal 23 tahun baru kesampaian itupun pakai mulut orang kaya." Sarah bicara sendiri.
Ia memotong beberapa sayuran yang akan di jadikan makan siang. Untuk makan malam ia daging yang ia beli kemarin masih utuh dan beberapa buah lainnya juga masih ada. Jadi tak perlu membeli.
__ADS_1
Saat ia asyik masak tiba-tiba ia di kejutkan oleh suara pintu yang di ketuk.
Sarah pun lekas berjalan untuk membuka pintu.
"Bima?!!!" ucap Sarah kaget saat tau yang mengetuk pintu adalah Bima.
"Hay boleh gue masuk?!" ucap Bima.
Sarah pun mempersilahkan Bima masuk dan menyuruh Bima duduk. Ia juga mengambilkan minum untuk Bima.
"Gue mau minta maaf atas kejadian kemarin. Gue gak tau kalau lu pemilik resto itu." ucap Bima tanpa basa-basi.
"Gak papa kok gue udah maafin." jawab Sarah mencoba biasa saja walau dalam hatinya ia merasa sangat canggung.
"Sar lu mau gak jadi pacar gue?" ucap Bima spontan membuat Sarah batuk.
"Uhuk uhuk.. Gila ya ? Kamu udah punya istri!" bantah Sarah.
"Dia manja tak seperti kamu!" ucap Bima lagi.
"Maaf Bim aku gak bisa, aku gak mau merusak pagar orang lain." tolak Sarah halus.
Bukannya mengerti Bima justru emosi mendengar penolakan Sarah.
"Sombong lu rah! Baru punya resto aja belagu awas aja lu berani nolak gue rasain akibatnya!" ucap Bima kasar lalu pergi begitu saja dari kontrakan Sarah.
__ADS_1
"Hilang akal tuh orang!" gerutu Sarah lalu menutup pintu kembali dan melanjutkan acara masaknya.