RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Rumah Kosong


__ADS_3

Hari mulai malam Dina beristirahat dirumah Riawan terlihat rumah pria itu seperti terbengkalai


" Betul ini rumah kamu? Kenapa seperti rumah lama tidak dihuni jangan jangan mau jebak aku " Dina mulai curiga


"Kamu jangan mikir negatif bisa gak sih? Kamu mau ditolong gak? memang ini rumah ku yang pertama " Riawan sambil menunjuk rumah lamanya


Kemudian mereka tidur dirumah samping terowongan


Jam pukul empat pagi mata Dina mulai terpejam karena malam hari ia hanya menghabiskan untuk melamun saja tanpa tidur,saat itu Riawan sehabis mandi dan melihat Dina baru saja memejamkan mata .


"Lho kok malah tidur,kamu masih ragu pergi kesana?"tanyanya Riawan


Dina bilang kalau ia baru saja memejamkan mata dan masih mengantuk berat


"Lalu semalam buat apa istirahat dirumahku?tidak ada gunanya Din,Kau tak melihatku sedang berusaha menolongmu tapi kau malah sebaliknya malah santai santai tidak memikirkan masalahmu" jawab Riawan dengan perasaan emosi


Dina mengeluarkan kata kekanak kanakkan


"Aku tidak berani datang kesana ,Terus terang aku takut ,Lebih baik datangi saja sendiri ! Aku ingin menenangkan diri "


Riawan dengan rasa geram ia tetap berangkat menancap gas mobilnya dengan ngebut

__ADS_1


"Punya masalah sendiri tidak mau bertanggung jawab jika aku tak pergi begini aku juga kasihan padanya " gumamnya


Riawan sudah mendapatkan alamat rumah Dina ternyata rumahnya besar dan terletak di tengah hutan ,Riawan mencoba masuk kedalam rumah itu dan mengetuk pintu tiada sahutan suara ia melihat dari jendela tidak ada sosok seorang ibu


"Hemm, jadi sekarang rumah ini kosong tidak ada penghuninya lalu kemana perginya ibu kandung Dina ? Aku takut jika saat aku pergi begini tiba tiba ibu itu sudah menemukan Dina " Riawan dengan fikiran campur aduk .


Ia berusaha cari akal untuk mengetahui tentang asal usul peristiwa keluarga Dina ,Riawan melihat VCD di laci kecil dekat televisi bertulis'MANGSAKU'


Secepatnya Riawan memasukkan VCD itu kedalam tasnya untuk mengetahui kisah Dina.


Tiba Tiba ada sosok seorang ibu berjalan dengan menyeret kakinya menuju rumah ,Riawan dengan tubuh gemetar bercampur bulu kuduk merinding secepatnya mencari persembunyian sebelum sosok itu masuk ke dalam rumah.


" Ya Tuhan selamatkan lah aku! Aku berniat baik demi anak kecil"


Sosok ibu itu mendorong almari kemudian Riawan terjatuh ,Riawan penuh ketakutan ibu itu tidak menyerangnya tetapi bertanya padanya


" Kamu seorang tamu ? Kau terbiasa masuk kerumah tanpa izin ,Ada perlu apa datang kemari?"


Dengan gugup Riawan menjawab


"Emmm,,, saya adalah fotofgrafer mau mengambil gambar rumah ibu ,Maaf saya tadi mengiranya rumah kosong hehehe soalnya ada ditengah hutan"

__ADS_1


Ibu itu merasa curiga dan bertanya sesuatu


" Apa kau tau dimana anakku berada sekarang?Aku sudah lama mencari mereka,jika kau menemukan


nya aku akan memberi apa yang kau inginkan"


Pria tersebut mencari alasan untuk secepatnya pergi menjauh dari sosok itu.


"Saya tidak tau soal itu ,pengambilan gambar waktunya sudah habis nanti saya dimarahi bosnya


Saya mau pamit dulu bu"


Riawan tancap gas mobil dengan cepat.


Sesampainya dirumah terlihat Dina menghidangkan makanan untuk Riawan disambutnya dengan senyuman lembut penampilan Dina yang rapi dan bersih.


"Kamu pintar memasak , ini termasuk makanan mewah bagiku Din,Aku tidak menyangka kalau kau masih anak anak sudah bisa melayani orang dewasa" pujian Riawan


" Aku bukan anak anak aku sudah remaja umur 17 tahun, itu sebuah tanda untuk berterima kasih padamu wan "Jawaban Dina


Riawan hanya tersenyum pada gadis kecil itu.

__ADS_1


__ADS_2