
Di tempat lain seorang detektif ternama di Negara X mendapatkan tugas untuk mengusut kematian pengusaha kaya raya di suatu desa.
Ya siapa lagi kalau bukan Leo.
2 detektif yang merupakan pasangan suami istri itu sangat berantusias untuk mengungkap misteri kematian Leo dan seluruh pelayannya. Mereka bernama Jhon dan Angel.
"Sayang aku sudah tak sabar pergi ke Indonesia mengungkap kasus ini!" ucap Angel sambil merapikan pakaiannya.
"Yah benar sayang apalagi ini terletak di sebuah desa kecil bahkan polisi pun sangat sulit menemukan siapa di balik kasus ini." jawab Jhon.
Jhon yang tengah asyik menonton televisi tiba-tiba merasakan hawa dingin di sekitar lehernya.
"Bisakah kau mematikan AC aku sepertinya tak enak badan." kata Jhon.
"Sampai saat ini aku belum menyalakan AC. Tunggu sebentar akan ku buatkan jahe hangat untukmu." ucap Angel perhatian.
"Tuntaskan misi mu aku membutuhkanmu!" bisikan yang entah dari mana datangnya membuat Angel merasakan hawa yang aneh. Hawa kematian.
__ADS_1
Ia pun segera menghampiri suaminya dan memberikan jahe hangat untuk Jhon.
"Sayang kita harus menyelesaikan tugas ini. Aku merasa ada yang ganjil." ucap Angel. Jhon pun mengerti dengan ucapan Angel. Ia tau Angel sangat berbakat untuk hal ini ia juga memiliki indera ke-6 yang tak bisa di ragukan lagi.
Jhon yakin setiap hal yang Angel rasakan adalah sebuah petunjuk penting.
Tepat hari Kamis. Jhon dan Angel berada di bandara untuk pergi ke Indonesia pagi ini. Sebenarnya misi ini akan di mulai bulan depan. Namun Angel memilih mempercepat misi karena ia yakin misi ini akan sangat rumit dari kasus sebelumnya.
Setibanya di hotel Jhon dan Angel menginap di salah satu hotel bintang ternama di Jakarta. Sejak setibanya di bandara Angel sudah merasakan hawa dingin yang aneh di sekitar tubuhnya. Berbeda dengan Jhon yang cuek untuk menanggapi hal mistis di sekelilingnya.
"Sepertinya ini memang rencana mereka untuk terus menggerakkan hati kita untuk cepat bertindak. Tapi untuk saat ini sebaiknya kita istirahat dulu besok siang kita lanjutkan misi kita." ucap Jhon.
Angel pun mengangguk dan mencoba memesan makanan pada pihak hotel.
****
"Emhhh..." Sarah terbangun dari tidurnya. Ia merasa asing karena berada di tempat mewah yang tak pernah ia lihat.
__ADS_1
"Permisi saya mengantarkan makanan untuk nona. Silahkan di nikmati..." ucap pelayan Vera.
"Ah iya terima kasih tapi dimana ini?" tanya Vera.
"Anda di rumah besar Tuan Leo. Mohon tunggu beberapa saat karena Tuan masih ada urusan." ucap Vera.
Sarah pun mengangguk. Vera pun segera pergi dari hadapan Sarah karena tak kuat merasakan kecemburuan.
Sudah lama Vera menyimpan rasa pada Tuannya. Namun Leo sama sekali tak mengetahuinya. Bahkan Leo terlihat marah dan jijik saat Vera mencoba memberi perhatian lebih pada Leo.
"Sudahlah Vera jangan kau terlalu mengharapkan Tuan Leon." kata Demos ayah Vera sekaligus ketua pengawal dan pelayan rumah Leo.
"Tapi dia manusia dan kita sudah menjadi setengah iblis! Dia begitu lemah!" ucap Vera kesal.
"Jangan sampai kau menyinggung Tuan Leo. Ayah tak bisa membantu apapun jika itu terjadi." ucap Demos memperingati putrinya dan menghilang.
Vera hanya bisa merasa kesal dengan ucapan ayahnya. Peringatan dari ayahnya tak cukup membuat Vera gentar dengan hukuman Leo nantinya. Ia sudah di buat oleh cinta yang egois ingin memiliki.
__ADS_1