
"Benar disini rumahnya!" kata Angel antusias.
"Kau yakin?! Hey lihat ada bapak-bapak sedang menyapu!" ucap Jhon.
Mereka pun menghampiri bapak-bapak tersebut
"Hallo pak saya Jhon dan ini istri saya Angel. Benarkah ini rumah mendiang Leo?" tanya Jhon ramah.
"Halo, eh ada orang bule kenalin saya Jamin panggil saja saya mbah Jamin. Iya benar ada urusan apa ya?" tanya mbah Jamin.
"Saya mendapat tugas dari kepolisian negara kami untuk mengupas kasus Leo dan pelayannya mbah..." jawab Angel.
Mbah Jamin pun mengerti dan langsung mempersilahkan mereka masuk.
"Banyak sekali pengawal disini mbah?" tanya Angel membuat mbah Jamin terkejut.
"Mbak e bisa melihat mereka?" tanya mbah Jamin.
"Ya mereka sangat gagah dan tampan." kata Angel.
"Apa aku kurang tampan sayang?" tanya Jhon yang sedikit cemburu.
"Hahaha aku hanya bercanda." selah Angel.
Mbah jamin pun juga ikut tertawa dengan kelucuan kedua suami istri tersebut.
__ADS_1
"Silahkan masuk Tuan sudah menunggu, saya mau lanjutkan bersih-bersih dulu..." ucap mbah Jamin mempersilahkan.
Jhon sedikit bingung dengan ucapan mbah Jamin kecuali Angel yang memang sudah merasa dirinya di tunggu.
"Kalian datang secepat ini?!" tanya Leo dari lantai atas membuat Angel kaget dan mendongakkan kepalanya.
"Maaf kami lancang masuk tanpa memberi salam." kata Angel.
"No problem, duduklah!" perintah Leo. Ia menghilang dari lantai atas dan sudah berada di sofa tamu.
"Siapa?" tanya Jhon bingung.
"Ah sebentar sayang aku lupa membuka mata batin mu..." ucap Angel. Ia pun membantu suaminya untuk membuka mata batin agar Jhon melihat keberadaan Leo.
"Ah rupanya kau Leo, maaf aku tak bisa melihatmu tadi." ucap Jhon dan segera menyusul Leo untuk duduk.
"Tak apa, aku memang menggerakkan hati para penyelidik untuk bisa sampai pada kalian." jawab Leo.
Ia memanggil pelayan untuk mengubah diri mereka menjadi manusia sementara dan menyiapkan hidangan untuk kedua tamunya sekaligus sahabat ibunya itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Jhon.
"Kejadiannya sangat cepat bahkan saat kami sudah menjadi antara roh dan iblis kami masih sulit mengetahui siapa dalang di balik ini semua." kata Leo sambil menyeruput kopinya.
"Di luar dugaan dan nalar kita semua, kekuatan ini sungguh besar dan banyak memakan tumbal." ucap Angel.
__ADS_1
"Tunggu.. ada manusia selain kami di rumah ini." kata Angel lagi.
"Kau hebat! Ya dia temanku sedang tertidur di kamarku." jawab Leo.
"Kekasihmu?!" tanya Jhon.
"Teman hanya teman..." ucap Leo yakin.
Angel dan Jhon pun saling berpandangan. Ia kemudian menyantap hidangan yang di bawakan pelayan. Meski berbeda dunia namun antara roh dan setengah iblis membuat mereka mendapatkan kekuatan lebih untuk bisa hidup layaknya manusia.
****
"Semuanya harap berkumpul!!!!! Ayo cepat-cepat berbaris!!" teriak Manager resto tempat Sarah bekerja.
Para pelayan dan kasir pun berlarian dan segera membuat barisan.
"Baik sudah lengkap semuanya?!"
"SUDAH!!" jawab mereka tegas.
"Begini saya ingin menyampaikan hal penting yang mungkin akan membuat kalian sedikit terkejut!" ucap manager.
Para pelayan pun terlihat bingung hal apa yang akan di sampaikan manager sampai harus mengumpulkan seluruh karyawan.
"Mulai sekarang dan seterusnya resto ini akan berpindah tangan karena pemilih awal harus pindah ke luar negeri untuk sebuah urusan keluarga dengan sangat terpaksa pemilik resto yang bernama bapak David Irawan harus menjual resto ini ke tangan lain." lanjut manager.
__ADS_1
Para karyawan pun mulai berbisik-bisik, mereka takut kalau resto ini akan di ubah menjadi usaha lain dan mereka akan di pecat.
"Tenang! tenang! Mohon dengarkan dulu. Meski resto ini sudah berpindah tangan namun kalian tetap bekerja di sini sebagai mana mestinya dan gaji kalian akan di tambah 50% dari gaji awal. Dan pemilik resto yang sekarang adalah SARAH CLARISTA!" ucap manager resto membuat seluruh pelayan sekaligus teman sarah terkejut.