
"Akhirnyaaaaaaaaaa kontrakan megah ini ku datangi lagi." kata Sarah saat masuk ke kontrakannya yang terbilang lumayan sempit.
Sarah melemparkan pantatnya ke sofa. Ia merasa lelah dengan perjalanan tadi kare memangku Laras.
"Sarah sudah pulang kamu?" tanya seseorang di depan pintu.
Sarah pun kaget langsung membuka matanya dan melihat siapa yang datang.
"Alamaakkk mamak kontrak datang mana uang nipis." batin Sarah.
"Eh ibu bidadari ku hehehe." ucap Sarah sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
"Biasaaaa!" ibu kontrakan pun memberi kode Sarah untuk membayar uang kontrakan.
"A..anu buk lusa ya belum punya saya." jawab Sarah.
"Udah tiga bulan telat loh!" kata bu kontrakan meninggikan suaranya.
Sarah pun kebingungan, kemarin saja kalau tak di bayari Dino dan Seto ia tak mau ikut ke rumah neneknya.
"Janji lusa bu, kalau lusa gak bayar saya out deh." kata Sarah meyakinkan bu kontrakan.
"Awas kalau bohong!" tatapan maut ibu kontrakan membuat Sarah ngeri.
__ADS_1
Untung saja ia segera pergi. Sarah pun lalu masuk ke kamarnya dan mencari cara untuk mendapatkan uang.
"Bingung ya?!" suara pria tak berwujud membuat Sarah bingung.
"Si..siapa? Di..di..mana kamu!?" Sarah mengumpulkan keberanian untuk mencari dari mana suara itu berasal.
Tiba-tiba uang seratus ribuan dan beberapa lembar lima puluh ribu bercecer di ranjang Sarah.
Sarah yang melihat kejadian itu kaget bukan main.
"U..uang dari mana?" tanya Laras sambil menghampiri uang itu.
Ia menerawang memastikan asli tidaknya uang itu.
"Gunakan uang itu dengan baik manis!" suara itu kembali terdengar di telinga Sarah dan berlalu begitu saja.
Sarah yang masih tak percaya berkali-kali membasuh mukanya. Sesekali ia menampar wajahnya.
Sarah pun akhirnya mulai menerima, ia menganggap ini adalah bantuan Tuhan.
"Oke mari kita hitung!" gumam Sarah yakin.
Ia dengan teliti menata dan menghitung uang yang ada.
__ADS_1
"Jadi totalnya ada 1..2..3..4..5...6..7 . Hah 7 juta??" Ucap Sarah syok.
Sarah kembali menenangkan diri langi. Ia segera menyimpan beberapa uang di lacinya dan mengambil beberapa juga untuk membayar kontrakan yang sudah nunggak dan dua bulan ke depannya. Ia sudah menyiapkan alasan yang mantab kalau di tanya dari mana dapat uang dengan cepat saat ini menyusuri gang kontrakan guna pergi ke rumah mamak kontrak.
"Nah gini dong kan enak!!" ucap ibu kontrakan.
Sebelum menanyakan aneh-aneh Sarah pun segera pergi.
"Untung aja gak nanya aneh-aneh, liat duit diem tuh mulut mamak kontrak!" gumam Sarah.
Sarah pun kembali ke kontrakannya. Sampai di kontrakannya Sarah membuka kulkas untuk mengambil air minum, di teguk air putih dingin membuat badan Sarah merasa lebih segar.
"Kok bau bau masakan ya?" kata Sarah sambil hidungnya mengendus-endus tudung saji di meja makan. Tak mau penasaran ia membuka tudung saji tersebut. Sarah kaget melihat banyak makanan mewah ala restoran di meja makannya.
"Eh buset! Siapa ini yang masak?" kata Sarah heran.
Ragu-ragu ia mengambil sendok dan mencicipi makanan tersebut. Matanya merem melek karena masakan tersebut luar biasa enaknya. Bahkan makanan di restoran tempat Sarah bekerja pun tak seenak ini.
Bagai lupa daratan perut yang sudah keroncongan membuat Sarah bernafsu menghabisi makanan tersebut tanpa berpikir siapa dan dari mana asal makanan yang ia makan.
"Ya Allah masyaallah enaknya... makasih yang sudah memberi tau aja perut lagi pesta cacing!" ucap Sarah.
Sepasang mata memperhatikan Sarah.
__ADS_1
"Gadis ceroboh! Bagaimana jika makanan itu ku beri racun?" batin mahkluk tak kasat mata yang sedari tadi memperhatikan Sarah.