RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Mencari tau (45)


__ADS_3

POV HERU


"Terserah kalian. Ayo Sarah aku antar kamu kembali dan lupakan kejadian ini!" ucap Leo.


Tak lama Sarah pingsan dan Leo langsung membopong perempuan itu lalu menghilang. Hah sulit di percaya semua nyata di hadapan ku sendiri.


"Apa tuan muda kalian tak suka kepada kami?" tanya Anto blak-blakan


"Ah tenanglah jangan di ambil hati, sifatnya memang dingin seperti es batu." ucap Angel.


Kami mengangguk. Akhirnya kami resmi membicarakan semua rencana yang akan di lakukan besok pagi.


"Oke kita akan kembali lagi besok jangan lupa jam 7 harus berkumpul ya?!" Naura bersemangat.


"Oke." jawab Jhon dan Angel.


Kami pun akhirnya pulang lewat pintu rahasia agar tak ketahuan oleh warga sekitar. Karena akan jadi masalah jika sampai ketahuan terlebih warga di kampung kami memang melarang keras warganya untuk memasuki rumah ini kecuali orang-orang yang berkepentingan saja.


"Enggak nyangka ya sama nek Sum padahal kelihatannya baik banget." ucap Anto saat kami berjalan menuju rumah.

__ADS_1


"Lah elu aja yang goblok!" umpat ku.


"Rese lu!"


"Malah berantem sih, sendal gue copot anjir!" tiba-tiba Naura menimpali.


"Yaelah Ra Ra, gitu aja bingung gak ingat dulu aja lu sering banget nyeker kaya ayam." ucap ku sambil menertawai Naura.


"Sialan! udah ah ayo cepetan pulang keburu emak curiga ceramahnya bisa sampai subuh!"


Kami pun akhirnya kembali berjalan menuju rumah masing-masing. Naura esok rencana akan minta izin kerja untuk menjalankan misi luar biasa ini.


Belum sampai rumah tiba-tiba hati terdorong untuk melewati rumah nek Sum. Ada rasa malas namun lebih dominan rasa penasaran. Akhirnya aku turuti saja kata hati ku.


Sesampainya di depan rumah nek Sum tak ada yang aneh ku lihat sekeliling tak ada yang mencurigakan. Ada perasaan kesal karena tak menemukan apapun. Namun saat kaki mulai melangkah ku lihat mbak Sarti tetanggaku mengendap-endap di samping rumah nek Sum. Aku yang tak mau melewatkan apa yang ku lihat segera mengambil kamera inframerah dan bersembunyi di balik semak-semak.


"Mau apa mbak Sarti?" gumam ku.


Terlihat mbak Sarti mengetuk pintu nek Sum berulang kali. Tak lama nek Sum keluar menggunakan pakaian serba hitam begitu juga dengan kerudungnya. Nek Sum kembali menutup pintu rumahnya dan berjalan ke samping rumah. Sawah. Ya mereka menuju sawah.

__ADS_1


"Mau apa mereka malam-malam begini ke sawah?"


Krakkk!


Sialan aku menginjak ranting pohon. Seketika kulihat nek Sum dan mbak Sarti menoleh ke sumber suara.


"Suara apa itu Sarr? seperti ranting di injak orang!" kata Nek Sum panik.


"Alah paling cuma kucing mbok!" jawab Sarti.


"Coba ayo kita lihat dulu!" ajak Nek Sum.


Aku menahan napas, panik serta bingung harus bagaimana.


"Meeeoongggg!" suara kucing yang melintas di depan ku.


"Tuh kan kucing mbok ! Sudah ayo cepat keburu nanti persembahannya telat!"


"Em ya sudah ayo!"

__ADS_1


"Alhamdulillah..." gumam ku lega. Allah masih melindungi hamba yang lemah ini.


Sebenarnya aku masih penasaran dengan mereka, namun ku urungkan dulu niat ku karena takut ketahuan oleh mereka. Akhirnya aku pun pulang.


__ADS_2