RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Undangan mantan


__ADS_3

Karena Leo membayar 3x lipat dari biasanya manager Sarah pun memutuskan untuk menyuruh pulang Sarah lebih dahulu. Ia beralasan agar besok Sarah lebih fresh saat menemani tuan muda kaya raya tadi saat makan siang.


"Dasar kalau soal uang aja pada baik coba kemarin-kemarin bagai singa kelaparan!" gerutu Sarah saat perjalanan pulangnya.


"Sarahhhhh!"


Seseorang memanggil Sarah dari sebrang jalan. Ia melambaikan tangannya ke Sarah agar Sarah menghampiri dirinya. Sarah pun akhirnya menghampirinya.


"Aini ada apa??!" tanya Sarah. Ya Aini merupakan teman dekat Sarah saat SMA.


"Tadinya mau ke restoran tempat kamu kerja tapi malah ketemu kamu di sini." terang Aini.


Sarah pun tak enak jika mereka ngobrol di trotoar jalan. Ia mengajak Aini ke warung makan dekat tempat ia berdiri.


"Es jeruk 2 bang!" Teriak Sarah.


Pemilik warung pun segera membuat pesanan yang di minta oleh Sarah.


"Jadi gini aku tadi dapat titipan dari Bima untuk di kasih sama kamu." kata Aini sambil menyodorkan sebuah undangan.


Sarah yang penasaran pun langsung membuka undangan tersebut.

__ADS_1


"Bima mau nikah?" tanya Sarah lebih jelas.


"Iya dan kita di undang. Kamu gak papa kan?" tanya Aini cemas.


Ia tau bahwa Bima adalah cinta pertama bagi Sarah. Saat lulusan SMA Sarah pernah mengungkapkan isi hatinya pada Bima, bukan kata baik yang terlontar namun malah hinaan dan caci maki dari bima dan teman-temannya.


"Gak papa kok. Nanti kita datang ya.." kata Sarah yakin dan berusaha melupakan kejadian memalukan itu.


"Tapi di haruskan bawa pasangan..."


"Santai gue ada kok!" jawab Sarah sebelum Aini melanjutkan ucapannya. Sarah tau jika Aini sedang mencemaskan dirinya.


Hari minggu yang cerah namun tak secerah hati Sarah. Karena nanti malam ia harus menghadiri pernikahan Bima. Bukan karena kekurangan uang atau tak punya gaun mahal, namun karena ia belum ada pasangan untuk menghadiri pesta Bima.


Ia sudah mengajak Dino namun ia menolak lantaran harus pergi lembur di restoran. Berbeda dengan Sarah yang sekarang setiap jam 2 siang sudah di perbolehkan pulang karena kedatangan Leo di restorannya setiap hari.


"Nyesel deh terima undangannya kan jadi repot pasti nanti di ejek deh!" kata Sarah melas.


Ia sudah merubah dirinya menjadi layaknya seorang putri. Dengan uang yang masih ada di lacinya ia membeli beberapa gaun dan menyewa perias wajah untuk make over dirinya.


Hasilnya sungguh mengejutkan. Ia cantik luar biasa. Leo yang sedari tadi menunggu Sarah tak henti-hentinya menatap takjub gadis incarannya.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30. Aini sudah berada di depan kontrakan Sarah dengan gaun warna tosca yang serasi dengan warna kulitnya.


Sarah pun yang sudah bersiap dari tadi langsung keluar dan masuk ke dalam mobil Aini.


"Wah gila parah yakin ini Sarah?!" tanya Aini tak percaya.


"Yakin lah siapa lagi emang?" tanya Sarah balik.


Aini pun tersenyum melihat perubahan Sarah. Ia yakin Bima akan menyesal karena menolak Sarah dulu.


Aini pun segera melajukan mobilnya menuju gedung di mana pesta Bima di adakan.


"Pasangan lo gimana?" tanya Aini.


"Na-nanti nyusul masih ada kerjaan, kalau kamu?"


"Udah siap di sana." jawab Aini.


Keringat dingin mengalir di pelipis Sarah. Meski tak banyak tetap saja membuat Sarah grogi.


"Mati aku gimana kalau pada nanyain pasangan?" tanya Sarah dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2