RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Jiwa kebaikan


__ADS_3

"Sudah sadar?" tanya Leo.


"Em... Mereka pelayanmu? Bisa melihatmu setelah tau kau bukan manusia?" sederet pertanyaan ia lontarkan untuk Leo.


"Mereka semua mati!" jawab Leo sambil melemparkan pantatnya ke ranjang dekat sarah duduk.


"Mereka ikut memakan racun yang di beri oleh seseorang. Aku memang tak pernah membedakan mana makanan pelayan ataupun majikan. Semua makanan sama untukku asal bukan makanan basi." Leo melanjutkan ucapannya.


Sarah tak menyangka bahwa orang yang tega melakukan itu.


"Kenapa pelayanmu juga ikut di racun? Kebanyakan orang jahat hanya ingin majikannya mati?" tanya Sarah lagi.


"Karena pelayan dan pengawal ku teramat setia. Mereka tak akan berpaling ke siapapun meski aku mati. Maka dari itu mereka memasukkan racun ke setiap makanan yang kami makan." jelas Leo.


"Kejam! Apa mereka yang jahat sudah di tangkap polisi?"


"Belum. Bahkan makhluk gaib seperti kami tak bisa mengungkap kasus ini. Terlalu rumit." ucap Leo. Ia menunduk seakan menyerah dengan keadaan.

__ADS_1


"Jangan bersedih aku akan selalu di sampingmu mengungkap ini semua!" ucap Sarah menepuk bahu Leo.


Leo pun tersenyum pada Sarah dan mengacak rambut Sarah pelan.


"Huft! Curi kesempatan dasar manusia lemah!" gerutu arwah lain di balik pintu kamar Leo.


Leo yang menyadari ada pelayan yang tak sopan, ia langsung menghilang dari hadapan Sarah membuat Sarah terkejut.


"PERGI!!!!" pekik Leo menakutkan. Vera yang ketahuan langsung menghilang sebelum Leo berbuat lebih.


Leo kemudian kembali menghilang. Ia mencari keberadaan Demos.


"Nasehati putrimu sebelum aku berubah menjadi kejam terhadapnya. Jangan ganggu urusanku jika kalian ingin cepat bebas dari jerat dunia roh dan iblis ini!" kata Leo lantang.


"Baik Tuan Leon." jawab Demos.


Leo pun menghilang seketika. Ia kembali ke kamar Sarah di lihatnya teman spesialnya itu sudah tertidur. Leo beranjak pergi ke ruang dimana pelayan dan yang lainnya tak bisa masuk.

__ADS_1


Ruangan gelap dan sunyi. Suara gagak dan burung hantu bersautan menyambut Leo. Leo memilih duduk di kursi dekat lukisan harimau peninggalan ayahnya.


"Ayah ibu ketika aku ingin mengungkap kematian kalian justru aku yang terjebak di alam sialan ini! sesal Leo.


Ia meraba lukisan ayahnya. Ya ayah Leo seorang pelukis hebat kaya dan ternama. Sedangkan ibunya seorang detektif yang sama hebatnya dengan Jhon dan Angel. Orang tua Leo meninggal saat ingin mengantar Leo ke sekolah dimana ia belajar memanah dan berkuda.


Mobil yang mereka kendarai tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan. Hanya Leo yang selamat kala itu. Ia di asuh oleh pamannya yang begitu keras mendidik Leo.


Leo tersenyum getir mengingat masa itu.


"Kau hanya terus terpuruk jika terus mengingatnya!" kata seseorang muncul dari dalam lorong. Berpakaian putih dan tersenyum pada Leo.


"Hahaha kau benar jiwa kebaikan ku!" jawab Leo.


Ya jiwa kebaikan merupakan sahabat Leo yang berwujud manusia seperti Leo. Ia selalu menghibur Leo saat ia terpuruk dan di ruangan inilah tempat ia bisa bertemu jiwa kebaikan. Ruangan rahasia yang siapa pun tak bisa masuk kecuali hanya Leo.


Jiwa kebaikan pun mengangguk. Ia lalu pamit pada Leo untuk kembali ke dalam lorong.

__ADS_1


Pernah suatu ketika Leo mencoba memasuki lorong, namun ia malah terpental dan merasa begitu sangat lemah.


Leo merasa mungkin itu adalah jalan surga yang tak bisa di masuki arwah jahat seperti dirinya.


__ADS_2