RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Mimpi Buruk (32)


__ADS_3

Sesampainya di kontrakan Sarah bergegas membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya ke ranjang. Sarah melirik jam naker di atas meja. Jam masih menunjukkan pukul 16.00 namun karena Sarah sudah terlalu lelah ia akhirnya tertidur.


"Ah di mana ini kenapa aku ada di tengah-tengah hutan?" tanya Sarah mendapati dirinya di tempat yang begitu menyeramkan.


Dari tempat Sarah berdiri nampak sosok tinggi hitam dan bermata merah.


"Ya Tuhan makhluk apa itu?" Sarah bertanya-tanya.


Tiba-tiba sebuah tangan menarik Sarah. Sarah berlari dengan sangat kencang mengikuti seseorang yang sudah menarik tangannya. Sarah melihat ke belakang nampak sosok menyeramkan mengikuti Sarah. Sarah tak tau lagi harus bagaimana selain berlari.


"Ayo cepat sebelum dia menangkap mu!!"


"Tapi kita mau kemana?"


"Sudah ikuti saja aku kamu harus selamat!"


Napas Sarah sudah tak menentu tenaganya mulai menipis. Ia melihat sebuah gubuk tua yang sudah reyot namun masih layak untuk di huni.


"Kita istirahat dulu di sini!"


"I-iya tapi siapa kamu? Kenapa bisa ada di hutan ini juga?" tanya Sarah dengan napas yang memburu.


"Kamu tak perlu tau siapa aku yang pasti aku akan melindungi mu sekarang nyawamu dalam bahaya kau bisa jadikan budak setan yang kau lihat tadi."


Tiba-tiba tanah tempat berpijak Sarah bergerak. Lama kelamaan terbelah membentuk sebuah jurang.


"Kau harus kembali!" kata wanita yang menolong Sarah. Ia mendorong tubuh Sarah hingga sarah terjatuh ke jurang tersebut.


"Aaaaaaagggghhhhhhhh!!!!!"

__ADS_1


"Huh huh hanya mimpi!" ucap Sarah.


"Pantas sudah mau maghrib aku ketiduran tadi." gumam Sarah lagi.


Ia bergegas keluar dari kamar dan mencuci muka. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Oke aku tunggu di rumah ya!" kata Sarah lalu memutuskan sambungan.


"Mimpi tadi seperti nyata jangan lagi-lagi tidur menjelang maghrib kapok aku kapok!" kata Sarah.


Suara pintu di ketuk membuyarkan bayang-bayang Sarah dari mimpi yang baru saja ia alami. Ia segera membuka pintu.


"Ah masuklah kalian temani aku ya aku akan masak enak untuk kalian makan malam." kata Sarah.


"Oke deh gampang!" saut Dino.


"Apa ada sesuatu ?" tanya Seto


"Aku sedikit mimpi buruk dan malah berkelanjutan jadi takut hehehe ya sudah kalian duduk saja menonton tv aku akan siapkan makan malam dulu.." kata Sarah.


"Okeey terima jadi aja kita ya!" saut Dino.


"Emang dasar kamu tuh!" sungut Sarah.


Sarah pun segera ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Din tau gak ada yang aneh sama nenek?" tanya Seto pada Dino.


"Kenapa bang? Biasa aja tuh!" jawab Dino.

__ADS_1


"Udah bertahun-tahun nenek masih saja awet muda." kata Seto


"Karena............."


"Karena apa Din?" tanya Seto penasaran


"Karena nenek sering mandi!!!!! Hahahahahaha!"


"Semprol di tungguin jawabannya malah ngledek!" kesal Seto


Harum masakan Sarah membuat perut Laras keroncongan.


Laras pun menyusul Sarah ke dapur melihat apa saja yang di masak Sarah hingga membuat perutnya meronta-ronta ingin segera di isi.


###


"Tuan bolehkah saya pulang?" tanya seorang wanita pada Tuan yang di hadapannya.


Lelaki itu menghentikan makannya dan melirik tajam wanita itu. Dilihatnya wanita yang sedang ada di dekatnya itu gemetaran dan mengeluarkan keringan dingin.


Braaakk!!!


Ia menggebrak meja dengan keras membuat wanita itu takut dan kemudian menangis.


"Hahahaha kau sangat lucu bagaimana kau bisa pulang kalau kau saja belum menyebutkan nama mu?"


Wanita itu masih menangis. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan besar dan dingin mengusap air matanya. Entah kenapa pria itu seperti bersimpati pada perempuan di dekatnya.


"Siapa nama mu?" ....

__ADS_1


__ADS_2