RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Leo datang?


__ADS_3

Sarah dan Aini pun sudah sampai dimana pesta itu berlangsung. Mereka segera turun dari mobil dan di sambut oleh beberapa orang yang menjaga amannya acara.


"Reyy!!" teriak Aini pada seorang pria berkumis tipis dengan kulit kuning langsat. Pria itupun menghampiri Aini.


"Kenalin Reyhan pacar gue!" kata Aini pada Sarah. Mereka pun berjabat tangan tanda perkenalan.


"Ayo kita ucapkan selamat pada mempelai!" kata Reyhan.


Mereka pun berjalan menuju di mana Bima dan istrinya berdiri.


"Wah selamat ya Bim udah jadi imam nih.." kata Aini.


"Selamat Bim.. Semoga langgeng dunia akherat ya." ucap Sarah sambil bersalaman dengan Bima dan istrinya.


"Terima kasih sudah mau datang. Oh ya mana pasanganmu ? Belum bisa move on ya?" tanya Bima sedikit menyindir.


Sarah yang sudah tau akan pertanyaan yang di lontarkan bima pun merasa keringat dingin membasahi punggungan.


Aini yang merasa sahabatnya gak nyaman langsung mengajak Sarah pergi namun di halangi oleh Shella.


Ya Shella merupakan teman sekelas Bima yang sering kali membully Sarah saat SMA.


"Hari gini masih jomblo culun sih!" kata Sella.

__ADS_1


"Duh jaga deh omongan lu! Makin gede makin pedes aja tuh mulut!" saut Aini geram.


Sarah pun hanya diam saja, ia sama sekali tak berani melawan mereka.


"Sayang... maaf aku terlambat." ucap seseorang yang tiba-tiba merangkul punggung Sarah.


Shella, Aini , Bima serta teman Bima yang sering mengolok-olok Sarah pun kaget bukan main. Bagaimana mungkin seorang Sarah bisa mendapatkan pria tampan dan berkelas.


Sarah yang masih syok pun hanya bisa menatap mata pria itu. Namun ia tetap berusaha menenangkan hatinya agar bisa mengusai sandiwara.


"Leo panggil saya LEO!" ucap Leo pada teman-teman Sarah.


"Ya ampun cowok lu keren banget!" kata Aini yang membuat Reyhan sedikit masam.


Bima pun dengan muka malu menerima uluran tangan Leo. Saat bersentuhan dengan Leo Bima merasakan hawa dingin yang mengerikan. Ia segera melepas tangannya dari tangan Leo.


"Kalau begitu saya boleh membawa Sarah pergi menikmati hidangan?" tanya Leo membuat lamunan Bima buyar.


"Silahkan!" kata Bima.


Di sisi lain Shella iri melihat Sarah yang begitu sempurna dengan pasangannya. Ia menggerutu karena kalah saing dengan seorang Sarah yang dulunya sangat culun dan kampungan.


"Apa kau selemah itu?" tanya Leo tiba-tiba pada Sarah.

__ADS_1


"Apa maksud mu? Aku sudah terbiasa!" jawab Sarah.


Leo pun menggandeng tangan Sarah mengajaknya berjalan ke salah satu meja yang di penuhi kue.


"Kau lapar cepat makan!" perintah Leo.


"Kau menyuruhku?" kata Sarah.


Leo pun menatap tajam mata Sarah membuat Sarah ngeri. Ia pun segera mengambil beberapa kue dan minuman membawanya ke salah satu meja kosong bersama Leo.


"Ehem gak yakin kalau ini pacar beneran pasti bayaran!" kata Shella yang tiba-tiba muncul di belakang Sarah membuat Sarah kaget.


Leo yang tidak menyukai Shella menghisap aura Shella hingga membuat Shella jatuh pingsan.


Sarah pun tak mengerti mengapa orang yang sering menghinanya menjadi seperti itu. Teman-teman yang lain pun langsung menggotong Shella membawanya ke klinik terdekat karena wajah Shella yang memucat.


"Shella kenapa ya?" tanya Sarah pada Leo.


"Lebih baik kita pulang!" Leo pun menarik tangan Sarah membawa Sarah keluar dari pesta itu.


Leo membawa mobil dan beberapa bodyguard pribadi. Aini dan teman-teman Sarah termasuk Bima dan istrinya hanya bisa melongo melihat keberuntungan Sarah.


"Hanya pesta kecil kau membawa pengawal dan mobi sebanyak ini?!" kata Sarah Heran.

__ADS_1


"Kau pikir aku siapa?" tanya Leo pada Sarah dengan sombong.


__ADS_2