
Meoongg....
"Kucing manis semanis madu hahahaha..."
Ia berjalan kembali. Kali ini ia menghampiri salah satu foto.
Wanita yang begitu cantik dengan teman seorang manusia setengah iblis.
"Haha menarik!" Ia kembali tertawa
###
POV Naura Anggraeni
"Nauraaaaaaa!!!!!"
"Apa to Bu ya Allah bikin gendang telinga berasa sekebo!"
__ADS_1
"Anak perempuan tiap malam kelayapan! Kau tau saat ini kamu sedang di gunjing para warga karena sering ngelayap sama Anto dan Heru!"
Ah suara ibu pagi-pagi sudah membuat telingaku hampir saja pecah. Bagaimana tidak punya ibu yang tiap hari baperan karena mulut tetangga. Padahal ibu juga tau aku kelayapan karena menjalankan tugas negara. Memburu hantu yang meneror warga.
Ya aku sudah mewarisi pekerjaan ayahku menjadi seorang pemburu hantu.Tuhan memberiku sepasang mata dan hati yang peka akan makhluk tak kasat mata.
"Teruskan amanat ini Ra, ini bukan pekerjaan hina ini juga pekerjaan yang menyelamatkan banyak orang tak berdosa menolong arwah-arwah yang tersesat!" kata Ayah kala itu.
Ayahku sendiri meninggal karena pekerjaannya. Ia menjadi korban saat menolong salah satu temannya yang akan menjadi korban pesugihan. Konyol? Ya memang tapi bagiku amanah ini benar-benar menantang dan aku suka.
Sebenarnya ibuku melarang, namun tekad ku lebih kuat. Aku tau meski setiap hari ibu marah-marah namun jauh di lubuk hatinya ia selalu mendoakan yang terbaik untuk ku. Ya elah.. lebay sekali Ra!
"Dasar anak nakal!"
Prakkk!
Batang sapu yang di pegang ibuku akhirnya melayang juga di kepalaku. Aku hanya mengelus kepalaku yang sakit. Ingin ku membalas tapi wong edan namanya kalau berani sama orang tua.
__ADS_1
Aku segera mengendarai motor Astrea peninggalan ayahku. Hanya ini kenangan ku saat bersama Ayah. Haha dia memang terbaik.
Kali ini aku bekerja di salah satu restoran. Di restoran yang dulu aku di pecat karena sering terlambat. Maklum kalau malam aku kelayapan seperti kata ibu tadi.
Aku bekerja di salah satu restoran ternama. Kalau gak salah bosnya bernama Sarah. Masih muda dan berbakat tentunya. Aku jarang bertemu dengannya karena kesibukan yang cukup menguras tenaga. Restoran tak pernah sepi pengunjung. Bahkan saat pandemi pun ojek online pun banyak yang mengantri. Terkadang aku merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata di tempat ku bekerja. Namun ku hiraukan. Yang namanya makhluk ya bisa lewat kapan saja kan. Jadi aku berpikir positif saja.
"Pagi Nauraa..." sapa kak Seto yang sudah duduk rapi di meja kasir.
"Pagi kak, Naura belum telat kan?" tanyaku
"Masih aman kok! Silahkan langsung bekerja jangan lupa sarapan dulu kalau belum sarapan."
"I..iya kak." jawab ku.
Yah kak Seto memang orang yang paling akrab dengan ku saat ini. Ia yang mengajari ku bebagai hal pada saat awal-awal aku masuk kerja. Selain sabar kak Seto juga mudah care dengan orang baru seperti ku. Tak heran jika karyawan cewek pada betah.
Aku berjalan menuju dapur. Yah ini keahlian ku, selain memburu hantu Jahat dan roh tersesat aku juga merekap sebagai juru masak. Kata kak Seto masakan ku begitu nikmat jadi aku di taruh di bagian dapur.
__ADS_1
"Ra nila goreng saos asam manis satu..!"