RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Kata Nenek


__ADS_3

Riawan memperlihatkan apa yang ia dapat dari kepergiannya tadi,ia mengambil sebuah VCD dari rumah Dina,Nampak Dina masih trauma jika Riawan menyaksikan kisah tersebut di depan matanya,akhirnya Riawan memutuskan untuk melihat kisahnya sendirian dilantai atas.


" Kalau kamu takut melihatnya,biar aku saja yang melihatnya sendiri nanti tengah malam Din,Aku kasihan pada nasibmu" ujar Riawan


Dina bingung dengan apa yang dikatakan pria itu


Malam hari tiba Riawan naik ke lantai atas memutar VCD dan menyaksikan peristiwa Dina ,Setelah ditonton ternyata bukan kisah yang ia lihat namun hanya foto foto keluarga kaya raya disitu terlihat Dina masih kecil bersama adik adiknya dibopong sang Ayah,tiba tiba ia tertuju ke arah jendela belakang foto ada dua orang suami istri gantung diri didalam VCD tersebut memperlihatkan foto foto anak anak yang disiksa secara fisik oleh ibunya.Riawan kurang faham dengan gambar itu yang bermakna tidak masuk akal kemudian dia memanggil Dina.


"Dinaaa, Din,Dinaa...apa maksud gambar gambar itu?pasti itu hanya akting" kata Riawan.


"Bukan wan, saya malah tidak tahu kalau dirumah ada VCD itu tidak ada seorang pun disana yang melihat penyiksaan ibuku terhadapku,Aku berani bersumpah " jawabnya Dina.


Riawan mengeluarkan pertanyaan kembali


"Apa tidak ada satupun keluarga kamu yang lebih tahu apa yang terjadi sebenarnya Din?ayolah!kamu kan yang mengalami?masa tidak tahu?"


Riawan memutar otak lagi, ia mempunyai ide untuk menanyakan cerita kepada Neneknya yang memiliki kemampuan tentang spiritual untuk mengingat kembali cerita masa lalu


Dina mengayunkan tangan didepan wajah pria itu


"Hei,kenapa kamu tiba tiba diam wan maaf kalau kalau aku membuatmu kecewa dan kesal soalnya aku belum punya bukti untukmu "


Riawan langsung pergi menuju kamar "Sudah lupakan itu aku sudah capek ,aku lelah Din cukup sandiwaramu!"


Didalam kamar Riawan terdiam tidak berbicara sepatah kata apapun melihat itu Dina merencanakan pergi meninggalkan Riawan

__ADS_1


" Aku akan pergi dari pada aku mengecewakannya begini,aku jadi tidak nyaman padanya andai saja ada bukti yang jelas pasti ada jalan lain untukku,pasti Tuhan berkehendak lain"


Riawan mengetahui saat gadis itu berbisik ia menghampirinya dan memaklumi bahwa kekanak kanakkan sering suka berbicara yang aneh aneh


"Mau pergi? Kalau kamu bisa dengan sendirian aku akan mengizinkanmu pergi sekarang juga,kamu tu memang terlalu nekat tapi semua itu akan menyiksamu sendiri,Janganlah bandel! Aku percaya padamu,Besok ikutlah aku kerumah nenek jangan banyak ngomong lagi!"


Perkataan pria itu kasar membuat air mata Dina mengalir seakan akan pertolongan itu adalah keterpaksaan.


Keesokan harinya Riawan dan Dina berangkat kerumah nenek ,Tetapi gadis itu terlihat murung terdiam tidak mau menoleh saat itu tiba tiba muncul perasaan yang tidak nyaman bagi si pria tersebut dan hatinya mulai bertanya tanya.


"Kenapa hati mulai begini pada Dina , tidak..tidak gadis ini masih kecil dan aku jauh lebih tua darinya


kontrol lah dirimu dia belum paham tentang ini mendingan aku diam saja"


Riawan kembali menatap


Perjalanan mereka telah sampai kerumah nenek


Diketuklah pintu rumah nenek ,Saat dibukanya pintu nenek itu terlihat tua renta ,Memiliki rambut yang sangat panjang bertubuh kurus,Dan tinggi


nenek mempersilahkan mereka maksud tak lupa mencium kening Riawan cucu yang lama dirindukan.


Perbincangan mereka dimulai


Nenek " Ada perlu apa wan?"

__ADS_1


Riawan menjawab " Aku ingin menolong anak ini ,Anak ini sedang dalam incaran pembunuh dan pembunuhnya ibu kandungnya sendiri aku tidak tau apa yang terjadi sebelum ini nek,,"


Tiba tiba nenek itu menyahut


" Seorang ibu itu sedang dalam jeratan Iblis dineraka cu, tubuhnya sudah dikuasai oleh iblis dan mangsanya adalah keluarganya sendiri,jika dia diganggu ia juga akan memakan orang itu juga


Ia sudah memangsa Kakek nya gadis ini setelah ia menghabiskan semuanya dia dijanjikan iblis akan diberi kehidupan bagaikan disurga akhirnya semua anaknya melarikan diri hingga terpisah sendiri sendiri".


Riawan bertanya " Lalu nek bagaimana aku akan menghadapi nya nek ,Aku memang lelaki tapi terus terang aku masih tegang "


Nenek tua memberi solusi pada cucunya


"Kau tidak perlu tegang yakinlah pada yang kuasa


Beranikanlah dirimu demi anak anak ini lawanlah dengan sosok itu dalam keadaan kamu sendirian


dan saat bertemu dengannya kamu hanya taburkan garam ini dalam bentuk lingkaran besar cu!"


"Tapi aku ingin masalah ini cepat selesai tak menunggu lama berjumpa ibu itu ,aku ingin cepat bertemu nek!" kata Riawan memberanikan diri


Nenek itu menyuruh menuangkan garam ditangan dan ditiup ke tanah .


"Jika kau melakukan apa yang nenek sampaikan kamu akan tau sendiri cu"


"Baik nek,, terima kasih bantuan nenek ,Aku belum bisa menginap disini nek, mau menuntaskan masalah gadis ini,setelah ini aku kembali bersama nenek " ucap Riawan

__ADS_1


Kemudian mereka menuju perjalanan ke kantor polisi.


__ADS_2