
Sraaakkk...Sraaakk...
Suara orang menyapu membuat Dino terjaga. Ia bangun dari tidurnya dan melihat sekitar.
Ia tak mengingat apapun. Dalam ingatannya tadi malam ia pulang usai makan malam dan tertidur di sofa.
Berbeda dengan Laras yang masih mengingatnya karena memang Leo tak menghapus ingatan Laras.
"Siapa tuh nyapu?!" tanya Dino.
Ia melangkah menuju sumber suara. Betapa terkejutnya dia melihat Laras sedang bermain ayunan dan sapu lidi bergerak sendiri menyapu halaman yang kotor. Ia mengucek matanya berkali-kali berharap yang di lihatnya adalah mimpi.
Ia kemudian berlari membangunkan Seto. Ia langsung memberi tahu Seto tentang apa yang di lihatnya. Seto yang terkejut langsung bangun dan mengikuti Dino.
"Mana? Gak ada apa-apa?" tanya Seto.
"Lah serius bang tadi sapunya gerak sendiri!" ucap Dino meyakinkan kakaknya.
"Kalau belum kumpul nyawanya jangan bangun!! Cuma ada Laras lagi main ayunan!" ucap Seto kesal karena di bohongi Dino.
Ia pun kembali ke dalam rumah untuk mandi dan menyiapkan sarapan untuk ke dua adiknya.
"Hihihihi emang enak di marahin bang Seto." ucap Laras sambil cekikikan bersama teman hantunya.
"Adel mau main apa?" tanya Laras.
"Adel bingung ras di rumah Adel tak ada mainan." jawab Adel membuat Laras trenyuh.
Meski masih berusia 6 tahun namun kemampuan berpikir Laras bisa di anggap lumayan sebagai orang dewasa. Tak jarang bocah kecil itu mengamati suatu hal dan ia langsung pandai mempraktikkannya.
__ADS_1
"Bang tadi itu suer beneran!" kata Dino yang masih membujuk kakaknya agar percaya.
"Iya iya gue percaya udah iris nih bawang merah sama bawang putihnya!" perintah Seto.
"Giliran yang sedih-sedih pasti nyuruh adiknya!" kesal Dino.
Namun tangannya berusaha bergerak menyentuh bumbu di hadapannya. Ia masih mengingat jelas sapu yang bergerak sendiri di depan Laras. Ia pastikan itu bukan mimpi karena kulitnya merasakan sakit saat ia mencubitnya sendiri.
"Bang.....!!" tiba-tiba Laras mengagetkan Dino.
"Apa sih! Jangan ngagetin sini-sini abang mo nanya sama Laras!" ucap Dino sambil menarik Laras ke pangkuannya.
"Tadi kamu sama siapa? Kok sapunya gerak sendiri?" tanya Dino.
"Gak ada sapu gerak!" jawab Laras.
Sebenarnya ia ingin tertawa namun sengaja di tahan.
****
Pagi ini pagi yang cerah untuk Jhon dan Angel. Ia bersiap melakukan penyelidikan yang sempat tertunda kemarin.
Usai sarapan mereka menyiapkan bekal, rencananya mereka akan kembali ke rumah nek Sum melalui pintu belakang rumah Leo.
Saat membuka pintu betapa terkejutnya pasangan suami istri itu. Jalan setapak yang mereka lewati hilang entah kemana berubah menjadi taman belakang dengan pepohonan rimbun.
"Tidak! Ini tidak masuk akal!" kata Angel.
Mereka pun tetap melanjutkan langkah mereka meski mereka ragu. Di lihatnya keadaan sekitar. Jalan setapak yang mereka lewati benar-benar tak ada.
__ADS_1
Tiba-tiba indra penciuman Angel mengendus wangi bunga yang bercampur antara bau wangi dan busuk.
"Sayang dari mana bau ini berasal?" tanya Jhon heran.
Angel pun menggeleng tanda jawaban tidak tahu.
Jhon dan Angel pun melanjutkan langkah mereka, tak lupa Jhon memberi tanda di setiap pohon yang mereka lewati agar nanti tak tersesat.
"Ini sebuah hutan! Lalu sawah yang luas kemarin di mana?" tanya Jhon lagi.
Angel kembali menggeleng. Otaknya di penuhi kebingungan.
Tiba-tiba dari arah kiri Angel mendengar lantunan musik jawa yang begitu halus.
Ia mencoba mencari sumber suara di ikuti oleh Jhon di belakangnya.
Hari masih pagi, tapi suasana di dalam hutan itu gelap dan berkabut seperti saat maghrib tiba. Jhon yang merasa dirinya muslim melantunkan doa-doa di dalam hati.
Lamat-lamat terdengar suara napas yang memburu di ikuti bayangan hitam berlari tepat di depan Angel.
"Aaakhhh!" pekik Angel karena kaget.
Jhon langsung memeluk Angel dengan erat. Tiba-tiba mata Jhon tertuju pada sebuah rumah reyot namun banyak penabuh gamelan serta beberapa orang yang menari.
"Jangan mendekat! Mereka bukan manusia!" ucap Angel memperingati Jhon.
Jhon pun mengangguk. Ia tak berani mendekat karena aura hitam pekat memenuhi rumah reyot itu.
Tiba-tiba pandangan Angel tertuju pada salah satu penari.
__ADS_1
"Bukankah itu nek Sum kemarin?" tanya Angel pada Jhon.