
POV JHON
Tiga orang remaja berdiri di depan gerbang rumah Leo. Aku yang tengah bersantai di lantai atas mengajak istriku Angel untuk turun.
"Ada apa baby?" tanya Angel sambil mengekor di belakangku.
"Ada orang asing mungkin dari kampung sebelah, ayo turun dan sama mereka!" kata ku pada Angel.
Kami turun dari lantai dua menuju lantai satu, ku panggil Mbah Jamin yang saat ini terlihat sedang membersihkan sampah di dapur.
"Mbah kenapa malam-malam masih bekerja?" tanya. Mbah Jamin terlihat kaget mendengar suara ku.
"Ah Tuan Jhon mengagetkan saja, ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Ya Mbah. Coba panggilkan ketiga anak remaja yang saat ini sedang berdiri di depan pagar?"
Mbah Jamin terlihat bingung, namun ia mengangguk dan segera keluar menuju pintu gerbang. Terlihat mbah Jamin sampai di tempat ketiga remaja itu berdiri. Ketiga remaja tersebut sepertinya terkejut atas kedatangan Mbah Jamin.
Seorang remaja wanita dengan berani menjawab pertanyaan Mbah Jamin.
Aku dan Angel memutuskan untuk duduk di ruang tamu menunggu kedatangan tiga orag remaja yang cukup pemberani.
"Ya Allah seumur-umur baru kali ini masuk rumah mewah pintu aja udah raksasa apalagi isi dalamnya."
__ADS_1
"Duh norak banget sih Her!"
Ku dengar suara remaja itu dari balik pintu. Aku segera duduk di sofa megah milik Leo berdampingan dengan Angel.
"Mari masuk!" Mbah Jamin mempersilahkan.
mereka dengan sopan.
"Maaf mengganggu non Angel dan tuan Jhon, mereka dari kampung sebelah mereka sama seperti tuan dan nona seseorang yang sangat menyukai petualangan." Ucap Mbah Jamin yang baru saja mempersilahkan mereka masuk.
Aku dan istri ku tersenyum .Kami berdiri dan langsung menghampiri mereka bertiga.
"Saya Jhon dan ini istri saya Angel." ucapku membuka sebuah percakapan.
"Btw kami belum tau siapa nama kalian?" tanyaku pada mereka
"Ah maaf karena nervous kami sampai lupa untuk memperkenalkan diri." ucap wanita di hadapanku.
Ia terlihat gugup entah apa yang ada dalam pikirannya. Sepertinya bocah dihadapan ku ini bukan bocah biasa. Terlihat nakal dan konyol luarnya namun dalamnya penuh tanda tanya. Sangat menarik.
"Saya Naura dan ini kedua teman saja Heru dan Anto." kata seorang gadis manis di depanku.
"Ah rupanya kau bisa melihat mereka?" kata Angel yang tiba-tiba menyela.
__ADS_1
"Kakak tau??" Tanyanya salah tingkah.
"Haha tentu saja,tenang saja mereka baik kok mari duduk mereka akan membuatkan kopi jahe untuk kalian." Ucap Angel santai.
Mereka tak kalah terkejut saat mendengar kata Angel bahwa pelayan hantu di rumah ini bisa membuatkan mereka minuman. Wajah tegang mereka pun tak bisa di ungkapkan.
"Bolehkah saya tau apa tujuan kalian kemari? Apa kalian tak tau kalau disini sangat berbahaya bagi orang awam?" tanya ku
"K-kami...." kata Naura gugup.
"Ya ??" Aku penasaran , mereka tampak ragu untuk mengucapkan maksud mereka.
"Katakan saja, kami tidak masalah." sela Angel dengan senyum manisnya.
"Kami ingin melakukan penyelidikan terkait kematian dua orang yang menurut kami sangat janggal." jawab pria bernama Heru.
Aku dan Angel saling melirik. Angel pun mengangkat satu alisnya.
"Jadi kalian bekerja sebagai detektif?" tanya Angel.
"Em lebih tepatnya ingin menyelamatkan warga kampung saja karena banyak hal yang cukup sulit di pecahkan di sini apalagi setiap tahun selalu ada bayi meninggal padahal dalam catatan medis tak mengalami penyakit apapun." jawab Naura.
Aku mengangguk paham. Aku berencana untuk mengajak mereka dalam petualangan ku. Cukup menarik dan akan jauh lebih mudah aku dan Angel dalan membuka misteri ini karena mereka adalah warga asli disini.
__ADS_1
"Kalian mau bergabung dengan kami?" .......