
Di tengah ramainya hiruk pikuk kota. Sarah merasakan hati yang gelisah sejak ia memasak tadi. Pikirannya melayang memikirkan keindahan desa Tuo tempat nek Sum tinggal. Ada rasa ingin kembali ke tempat itu lebih lama di sana.
"Ada bisikan seakan menyuruhku ke sana tapi ada bisikan pula melarang aku untuk ke sana, ada apa dengan telingaku?" gumam Sarah saat menatap layar ponselnya namun tak menemukan hal yang menarik.
Tiba-tiba matanya di serang kantuk yang begitu berat padahal jam masih menunjukkan jam 13.00.
"Sepertinya aku terlalu rindu tidur siang." ucap Sarah lalu mencari posisi nyaman dan memejamkan mata.
Saat tertidur antara sadar dan tidak ia merasa ada seseorang menggenggam tangan kirinya. Padahal jelas di rumah Sarah hanya sendirian. Ia mencoba membuka mata namun tak bisa seakan rasa kantuk yang hebat membuatnya malas.
Bruuk!!!
Sebuah suara seperti pukulan terdengar jelas di telinga Sarah. Namun ia tak bisa menggerakkan tubuhnya bahkan hanya sekedar membuka mata.
"Ya Tuhan ada apa dengan tubuhku? Siapa yang berkelahi di rumahku?" tanya Sarah dalam hati.
Sarah tak menyerah ia mencoba membuka matanya lebih dulu, namun sia-sia bagai di beri lem perekat, mata Sarah tak bisa di buka.
Lamat-lamat suara perkelahian itu hilang di ganti dengan suara orang yang sangat ia kenal.
__ADS_1
Ajaib! Sarah langsung bisa membuka matanya dan menggerakkan tubuhnya.
"Sarah kamu kenapa?" tanya Leo.
"Astaga aku masih hidup tadi aku mendengar ada yang berkelahi tapi badan mata ku pun tak bisa ku gerakkan!" jelas Sarah.
"Kau mimpi buruk ya sudah aku temani kamu tidur saja." kata Leo dingin.
Sarah pun mengangguk dan kembali ke tempat semula.
****-
"Apa ini kamar ritual?" tanya Jhon.
"Mungkin iya , tapi untuk apa bukankah Leo dulu seorang pengusaha yang tak percaya adanya ritual dan sebangsanya." ucap Angel yakin.
Ia tau selama Leo berada di rumah ini pasti ia hanya asal menempati tanpa tau riwayat rumah yang telah ia beri. Selain kamar pribadi milik Leo, Jhon dan Angel di beri kebebasan untuk berkeliling rumah mencari barang bukti.
Saat mereka sibuk mengamati gambar dan beberapa patung lainnya tiba-tiba jendela kamar yang telah usang terbuka begitu saja. Padahal jelas di ruangan itu hampa dan kedap udara.
__ADS_1
Jhon yang penasaran pun langsung berjalan ke arah jendela.
Ia terkejut saat mendapati ada beberapa mayat yang tergeletak dan beberapa mayat yang di gantung di sebuah pohon.
Braakk!!!
Dengan keras Jhon menutup jendela itu kembali.
"Tolong arwahku tolong...." suara entah dari mana datangnya memenuhi telinga Jhon.
Melihat Jhon yang bersikap aneh Angel segera menghampiri Jhon dan kembali membuka jendela yang sudah Jhon tutup tadi.
Bagai di sambar petir Angel begitu terkejut sama halnya dengan Jhon. Namun ia lebih cepat menguasai keadaan meski dadanya bergemuruh antara takut dan kaget pastinya.
Ia kembali menutup jendela dengan kencang dan menarik tangan Jhon untuk mengikutinya keluar dari kamar itu.
"Aneh banyak mayat?!" ucap Angel sambil mengatur napas usai keluar dari kamar tersebut.
"Kita harus cari tau siapa pemilik rumah ini sebelum Leo aku yakin ini ada hubungannya dengan kematian Leo." ucap Jhon yakin.
__ADS_1