RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Merindukan Orang tua (34)


__ADS_3

Usai makan malam Dino,Seto, Laras dan Sarah. Sudah hampir 3 hari mereka tak berkumpul lantaran kesibukan masing-masing. Meski bekerja di tempat yang sama namun pengunjung restoran


selalu ramai dan antri membuat Dino yang berada di dapur kewalahan. Sedangkan Seto ia juga harus membagi waktu antara mengurus Laras juga bekerja di restoran.


Karena selalu pulang malam Seto pun lupa membawakan makanan untuk Laras. Terpaksa ia harus ke rumah Sarah untuk meminta sedikit nasi dan lauk untuk Laras. Masalah Dino dan Seto makan pakai Indomie pun tak apa asal gizi Laras tercukupi.


Seto yang sampai di depan rumah Sarah tiba-tiba terhenti karena mendengar suara dari dalam.


"Leo kemana saja kamu?"


"maafkan aku aku harus mengurus beberapa masalahku sendiri."


"apa perlu bantuan ku?"


"Tidak. Hanya masalah biasa, apa kau sudah merasa baikan?"


"Sudah. Terima kasih ya kau hantu paling baik hahaha"


"Kau senang sekali menggoda ku ha?"


"Kau tak suka? Jika tidak ya sudah pergi sana!"


"Bodoh! tentu saja suka."


Tak sengaja Seto mendengar percakapan Sarah dan Leo dari luar rumah. Ia heran mengapa ada laki-laki yang masuk dan berduaan dengan Sarah.


Tok tok tok!


"Masuk tidak di kunci kok!" jawab Sarah dari dalam.

__ADS_1


Seto pun langsung masuk dan melihat sekeliling.


"Kau tadi bicara dengan siapa?" tanya Seto.


"Temanku di telepon." jawab Sarah biasa


"Tapi suaranya begitu dekat dan tidak seperti suara di telepon?" Seto bertanya lebih dalam lagi.


"Hah kau ini ada-ada saja, sudah ada apa?"


"Mau minta makan, Laras belum makan aku masih sibuk mondar mandir mengurus keperluan sekolah Laras. Mau ku ajak makan di luar dia menolak katanya enak makananmu." jawab Seto.


Seto pun melangkah menuju dapur. Ia sudah terbiasa, Sarah pun juga tak melarangnya ia senang ada teman dan tak sungkan saat berada di rumahnya eh lebih tepatnya kontrakan hehehe..


Seto mengambil sedikit nasi lalu di taruh pada tempat makan yang telah ia bawa dari rumah, ia juga mengambil beberapa lauk seperti tahu tempe goreng dan sosis milik Sarah.


"Gak usah di suruh juga gue ambil semua!" jawab Seto.


Sarah pun tertawa. Ia juga tau kesibukan Seto dan Dino akhir-akhir ini jadi ia sengaja masak banyak supaya mereka juga bisa makan. Kalau Sarah sedang di rumah kadang Laras sendiri yang datang minta di masakan sesuatu. Tiba-tiba Sarah menatap langit-langit rumah.


"Mikir kenapa masih jomblo?" tanya Seto


"Eh buset kagak lah! Eh tanya dong!


"Bayar!!!"


"Elahh kebangetan!! serius ini." ucap Sarah meyakinkan.


"Yasudah tinggal tanya aja kok ribet."

__ADS_1


"Sebelum orang tuamu meninggal lu dah ketemu belum sama mereka? Masih ingat gak sama wajahnya?"


Gerakan Seto langsung terhenti. Ia meletakan nasi yang ia bawa di meja makan Sarah.


"Ingat tapi samar-samar karena waktu itu gue masih kecil Dino juga apalagi Laras masih bayi."


"Gue pengen nyari ortu gue!"


Seto mengernyitkan keningnya.


"Serius? lu tau dimana mereka sekarang?"


Sarah menggelengkan kepalanya.


"Lah terus gimana kita mau ketemu kalau gitu?"


"Sebenarnya di handphone gue masih ada nomor nenek gue kali aja nenek tau mereka dimana. Selama ini gue kan udah terbiasa sendiri , pengennya sih cari tau di mana mereka masa iya gue nanti nikah gak ada wali?" kata Sarah.


"Hahah wali hakim banyak!"


"ishhh diajak ngomong serius juga!" Rajuk Sarah.


"Hahaha jangan ngambek dong,yasudah kapan kita karyawan libur kita cari orang tua lu dimana gimana?" tanya Seto.


"Oke deh ntar gue atur!" Jawab Sarah.


Seto pun langsung mengambil kotak nasi dan pamit sama Sarah untuk pulang. Ia takut Laras keburu merengek karena Lapar.


"Semoga aja kita bisa ketemu ma pa, Sarah rindu ..."

__ADS_1


__ADS_2