RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Salah tempat tinggal (30)


__ADS_3

"Duduklah!!" kata pria itu dengan dingin. Namun gadis di sampingnya tak lekas duduk.Ia masih berdiri dengan kaki yang lemas dan keringat dingin bercucuran karena takut.


"Aku tak suka mengulang perintah kau duduk atau kedua kaki mu ku patahkan!" ucapnya lagi dengan lantang.


Gadis itu pun dengan segera menyeret kursi di hadapannya dan lekas duduk. Ia tak berani memandang pria itu walau hanya sebatas melirik.


"Makanlah pilihlah yang kamu suka jangan membuatku geram!" ucap pria itu lagi.


Gadis itu seperti terhipnotis ia melakukan apa yang pria itu perintahkan. Senyum licik terlihat dari sudut bibir pria itu.


###


"Mbok s-saya takut!" kata Sarti.


"Kau pikir aku santai? Mari pikirkan cara agar tak ada satupun orang yang mengetahui apa yang kita lakukan sebenarnya!" kata Nek Sum . Sarti pun mengangguk walau hatinya sangat cemas.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah nek Sum dengan segera membuka pintu.

__ADS_1


"Nek si Inah sudah lahiran kapan mau jenguk bayinya?" tanya tetangga nek Sum.


"Nanti sore juga bisa kamu tungguin saya di rumah mu ya, ya sudah saya mau lanjut masak dulu." kata nek Sum.


Tetangga itu langsung pamit untuk pulang, bibir nek Sum tersenyum penuh arti.


"Sarti ada bayi baru lahir ini kesempatan lagi buat kita jadikan tumbal agar umur kita semakin panjang." kata nek Sum pada Sarti.


Sarti pun menanggapinya dengan hati senang. Ia yakin persembahan kali ini tidak boleh gagal. Setiap tumbal bayi atau orang dewasa sebelum menginjak 30 tahun akan menambah kekuatan spiritual nek Sum dan Sarti serta membuat umur mereka menjadi lebih lama.


Sarti pun segera mempersiapkan berbagai sesaji yang akan mereka gunakan untuk nanti malam. Usai menjenguk bayi tetangga mereka akan segera melancarkan aksi mereka.


"Ah nek Sum mau kemana?" sapa Jhon ramah


"Mau ke rumah saudara mau jenguk bayi monggo...." jawab nek Sum lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Angel menatap suaminya.

__ADS_1


"Aneh ya?!"


"Sudah jangan di pikirkan ayo kembali ke rumah Leo pasti sudah menunggu." jawab Jhon.


Angel dan Jhon akhirnya kembali ke rumah Leo. Ia melihat mbah Jamin dengan wajah yang sudah semakin tua menyapu halaman rumah Leo dengan sangat telaten. Satu daun kering pun tak ia sisakan. Leo yang saat itu duduk di teras rumah menyapa Jhon dengan senyum misteriusnya.


"Kau tak bersama gadis manis mu?" tanya Angel meledek.


"Dia punya urusannya sendiri." jawab Leo dingin.


Tiba-tiba mbah Jamin menghampiri mereka.


"Maaf tuan tetangga kita ada yang baru saja melahirkan entah kenapa perasaan saya tidak enak akan ada korban lagi tuan." kata mbah Jamin sambil duduk di lantai teras sambil memegang sapu dan menatap Leo.


"Baik aku akan menyuruh Demos untuk mengamati bayi itu." kata Leo.


Ia memijat keningnya pelan. Angel menatap heran dengan apa yang di katakan oleh mbah Jamin.

__ADS_1


"Sepertinya ini bukan desa yang biasa. Kau sudah salah memilih tempat tinggal Leo!" kata Angel.


"Kau benar aku salah memilih tadinya aku juga akan membuat beberapa villa di desa ini karena keindahan yang menawan tapi malah menjadi bencana untuk ku." jawab Leo.


__ADS_2