RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
LEO SATYA WIJAYA


__ADS_3

Hari-hari di lalui Sarah dengan bahagia. Bagaimana tak bahagia, berapapun lembar uang yang ia ambil di laci untuk keperluan sehari-hari tak pernah berkurang.


Ia merasa heran namun menikmatinya. Walau Sarah masih kerja di restoran bersama sahabatnya namun bibir Sarah masih ragu untuk menceritakan hal yang di alaminya akhir-akhir ini.


"Bengong! Itu cepetan meja nomor 12 minta di layani wah parah lu rah!" ucap seorang teman yang melihat Sarah asyik melamun sambil senyum-senyum sendiri.


"Eh i..iyaaa." Sarah pun langsung melangkah menuju meja nomor 12.


"Maaf mas mau pesan apa?" tanya Sarah sopan.


Laki-laki itu menoleh ke Sarah dengan tatapan mengerikan. Hawa dingin pun Sarah rasakan dan ia segera menepis perasaannya yang tak begitu baik.


"Saya mau menu spesial yang ada di resto ini!" jawab pemuda itu.


"Baik akan segera datang mohon sabar menunggu." ucap Sarah sopan.


Ia pun kembali ke bagian dapur memberikan secarik kertas dengan menu terbaik di restoran tempat Sarah bekerja.


"Pernah ketemu mas-mas tadi tapi di mana ya?" tanya Sarah bingung.


***


LEO SATYA WIJAYA. Tuan muda kaya raya dan tampan. Namun sayang di usianya yang masih begitu muda yakni 25 tahun ia harus mati di tangan orang tak di kenal. Mereka menaruh racun di makanan Leo hingga menyebabkan ia meninggal dengan arwah masih gentayangan. Tak hanya Leo yang di racun bahkan seluruh pengawal dan beberapa pelayan rumah pun juga ikut serta. Mereka meninggal secara bersamaan pada hari itu juga.


Penguasa roh sudah memberikan waktu 40 hari pada Leo untuk mengungkap misteri kematiannya agar ia bisa tenang meninggalkan dunia dan kembali pada sang pencipta.

__ADS_1


Namun sayang, sampai batas waktu yang sudah di tentukan Leo masih belum bisa menemukan siapa dalang di balik semua ini. Hingga akhirnya ia masih terjebak dalam dunia manusia dan hanya bisa kembali ke alam arwah saat kiamat nanti. Bisa di bilang arwah Leo menjadi setengah iblis.


Setiap harinya Leo hanya duduk di sofa rumahnya yang begitu besar. Di sana tempat di mana Leo meninggal, melihat tubuhnya pucat tak bergerak. Awalnya ia mengira ini hanya mimpi, tapi setelah beberapa orang mengurus kematiannya dan malaikat pencabut nyawa meyakinkannya bahwa dia sudah mati barulah Leo percaya.


Kehadiran Sarah yang waktu itu tak sengaja melewati rumah besar yang berada di kampung nek Sum rupanya membuat Leo sedikit tertarik dengan Sarah. Bahkan melalui tatapan mata Leo bisa melihat masa lalu Sarah. Ia juga bisa menyerupai manusia karena arwahnya yang sudah menjadi setengah iblis.


"Maaf ini menu yang anda pesan." kata pelayan itu sambil meletakkan makanan di atas meja.


"Bawa kembali makanan ini!" kata Leo.


"Ta...tapi tuan...." kata pelayan terbata.


"Aku ingin gadis tadi yang mengantarkan makanan ini kemari!" kata Leo sinis membuat bulu kuduk pelayan itu berdiri.


"Ba..baikkk..." pelayan itu pun kembali membawa nampan berisi makanan yang Leo pesan.


"Sar...Sarahh!" panggil teman Sarah.


"Loh makanannya kok lu bawa balik sih?!" tanya Sarah heran.


"Dia mintanya kamu yang antar, udah cepet gak tahan nih serem banget dia! Aura dingin ya ampun lemes aku." kata teman Sarah.


"Lah....?!" Sarah pun bingung dengan sikap temannya. Ia segera menerima nampan itu dan mengantarkannya pada Leo.


"Maaf mas ini makanan yang anda pesan.." ucap Sarah.

__ADS_1


"Taruh meja dan kamu temani saya makan!" ucap Leo dingin.


"Tapi mas saya ada pekerjaan lain..." bantah Sarah.


Plokk..plook...plokkk..


Leo memanggil manager restoran yang tengah duduk di meja kasir.


Manager itu pun segera berlari menuju ke arah Sarah dan Leo.


"Permisi ada yang bisa saya bantu?" sapa manager dengan sopan. Ia sudah berkeringat dingin takut kalau Sarah menyinggung pelanggannya.


"Saya mau mbak ini temani saya makan disini saya bayar 3x lipat!" kata Leo.


"Em boleh silahkan kalau begitu Sarah kamu temani pelanggan kita!" ucap sang manager.


"Tapp..tapiii...." belum selesai bicara manager mengedipkan mata dan berlalu pergi meninggalkan Sarah dan Leo.


Sarah pun akhirnya pasrah untuk menemani makan Leo.


Setiap kali Sarah menatap Leo ia merasa hawa dingin menusuk tulang belulangnya. Tapi Leo tak menghisap aura manusia dari Sarah.


"Setiap hari saya akan makan siang di sini, katakan pada manager mu untuk membuatkan menu spesial setiap harinya." ucap Leo.


"Ba..baik mas." jawab Sarah.

__ADS_1


"Leo. panggil aku L-E-O." kata Leo sambil menatap tajam mata Sarah.


Ia pun berdiri dan segera beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2