RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Keberhasilan Bima (33)


__ADS_3

"Siapa nama mu?" Tanya pria di hadapan gadis lugu yang tengah menangis ketakutan.


"A Aini nama ku tu..tuan." jawabnya dengan gugup.


Pria yang tengah di hadapannya kini mengangguk, berjalan santai mengitari Aini dengan tenang. Namun tidak bagi Aini gadis itu kini merasa jantungnya seakan lepas dari tubuhnya.Keringat dingin mulai membasahi kening Aini.


"Nama mu indah sama seperti orangnya, tapi lebih indah lagi jika kamu menjadi permaisuri ku!" Ucap pria di hadapannya.


"Ti..tidak tuan saya tidak berani.." jawab Aini


Pria itu mengerutkan keningnya, baru kali ini ia mendapat penolakan. Seketika wajahnya memerah tangannya mengepal.


"Tuan jaga emosimu agar kau tak menakuti gadis kecilmu.." bisik setan peliharaan pria itu dengan halus.


"Masuk kamar mu besok kau sudah harus lebih cantik dari sekarang!" Perintah pria itu kasar.


"Ba..baik tuan , ta tapi kalau boleh tau siapa nama anda?" Tanya Aini

__ADS_1


"Dendra!" Jawabnya kasar.


Aini pun mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya kembali. Ia bingung bagaimana caranya agar bisa kabur paling tidak ia bisa menghubungi sahabatnya Sarah. Tak ada alat komunikasi di rumah yang tampak megah bak istana.


Di pandangnya seluruh isi kamarnya. Barang mewah nan antik menghiasi setiap sudut kamar. Langkah kakinya berjalan menuju jendela kamarnya. Ia menatap keluar jendela . Tembok beton yang menjulang tinggi di tambah dengan beberapa serigala di bawahnya. Hati Aini merasa benar-benar putus asa.


Ia kembali ke ranjangnya merebahkan tubuhnya. Tanpa terasa air matanya menetes. Ia menutup mata dan tertidur.


"Gadis lemah..." Kata Dendra yang tiba-tiba muncul di samping Aini.


Ya Dendra merupakan manusia yang memilih menjadi iblis , berbeda dengan Leo. Jika Leo mati terbunuh justru Dendra memilih dirinya untuk menjadi manusia setengah iblis dengan cara gelapnya. Berbagai ilmu ia amalkan agar bisa mempunyai kekuatan layaknya iblis yang sanggup membakar apapun yang ada di depan mata bila ia tak suka.


Di tempat lain, Bima dan istrinya sedang berpesta pora karena keberhasilan mereka menculik Aini untuk di serahkan kepada Dendra. Mereka mendapatkan uang permata bahkan berlian yang paling mahal sekali pun. Bima puas meski tak bisa mendapatkan Sarah paling tidak ia bisa menghancurkan sahabatnya . Itu sama saja menyakitkan untuk Sarah.


"Hahahaha kau memang cerdik sayang..." ucap Mika istri Bima manja seraya melayangkan beberapa kecupan di wajah Bima.


"Aku tak ada apa-apanya jika bukan karena ide cerdik mu itu sayang. Mari kita rayakan keberhasilan kita.." jawab Bima.

__ADS_1


Ia membopong tubuh istrinya ketempat tidur. Ciuman mesra penuh nafsu mengiringi setiap langkah kaki Bima.


Ia kembali melanjutkan aktifitasnya dengan cukup panas. Hingga akhirnya Bima semakin tak bisa menahan nafsunya menyatukan tubuhnya dengan Mika.


Usai melakukan hubungan yang panas. Tiba-tiba ponsel Bima berdering. Awalnya ia tak menghiraukan, namun lama-lama suara gawai miliknya membuatnya jengkel.


"Halo?"


"Ah maaf. M..maaf tuan saya hampir melupakannya, lusa saya janji akan membawa gadis itu ke rumah tuan."


"baik tuan saya pasti tidak akan mengecewakan tuan."


Bima mengakhiri panggilannya.


Mika yang sudah terbangun dari tidurnya memandang Bima dengan tanda tanya. Bima yang mengerti maksud Mika segera menjelaskan siapa dan tujuan penelpon.


Mika mengangguk paham dan senyum licik muncul di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Aku tak sabar melihat mereka hancur. Salah siapa mereka mempermalukan kita." ucap Mika pada Bima.


"Tunggu sebentar lagi sayang. Perlahan namun pasti."


__ADS_2