RANTAI IBLIS

RANTAI IBLIS
Rencana Bima


__ADS_3

"Tidurlah di kamar abaikan yang membuatmu takut, kita sudah berbeda dunia kadang malam pun pelayan masih beraktifitas karena kebiasaan mereka semasa hidup." kata Leo.


"Emh tenanglah aku mengerti." jawab Jhon melanjutkan makannya.


Leo pun menghilang ia berencana menemui Sarah malam ini. Sesampainya di kontrakan Sarah Leo melihat beberapa teman Sarah tergeletak di lantai sedangkan Sarah bersama Laras tertidur di sofa.


Leo yang tak mau waktunya di ganggu oleh teman Sarah langsung memindahkan mereka ke rumah mereka sendiri. Secepat kilat mereka hilang dari pandangan Leo dan tinggal Sarah sendiri di sofa.


"Emmmhhh...." lenguh Sarah merasa ada yang membelai rambutnya.


"Leo?!" ucap Sarah.


Sarah pun bingung melihat sekeliling dimana teman-temannya.


"Sudah ku pindahkan ke rumah mereka ku buat ingatan mereka bahwa tadi mereka pulang dengan jalan kaki." jelas Leo.


Sarah pun bernapas lega. Ia bangun dan membenarkan posisi duduknya.


"Leo.. Bima tadi kemari dan mengancam ku karena aku menolaknya." ucap Sarah tiba-tiba.


"Aku tau kau tak perlu khawatir. Aku pasti melindungi mu." ucap Leo.


###

__ADS_1


"Apa dong yang rencana kamu aku gak mau kalah tajir sama fans gila kamu itu!!!" rengek Mika saat berada di kamar bersama Bima.


"Tenang kita pikirkan rencana mulus pelan saja tapi pasti dia menyesal!" ucap Bima sambil mencium pipi Mika.


"Aku punya kenalan dukun sakti kita buat saja resto dia sepi!" ucap Mika mengutarakan idenya.


"Em sepertinya menarik, kalau begitu besok kita ke rumah dukun itu hahahaha.." tawa Bima bangga.


Mika pun tersenyum puas. Ia sedari awal memang tak menyukai Sarah. Ia selalu saja kalah dalam soal keberuntungan.


Keesokan harinya Mika dan Bima pergi ke suatu desa di mana dukun itu tinggal. Sesampainya di sana Mika langsung di sambut oleh pembantu di rumah dukun itu.


"Mika kau sudah besar rupanya mari duduk." ucap dukun yang bernama Mbah Rejo itu.


"Ah bisa aja mbah kenalin ini suami saya, saya kesini mau minta bantuan sama mbah Rejo. Bisakan?" tanya Mika.


Tanpa babibu Mika pun tau apa yang di maksud oleh mbah Rejo. Ia segera mengeluarkan amplop coklat berisi uang.


"Ini DP nya dan ini foto orang yang ku maksud dan ini foto tempat usahanya. Mbah taukan maksud saya?" tanya Mika.


"Gampang.. pulang lah dulu akan aku selesaikan malam ini juga. Salam untuk ayah dan ibumu!" ucap mbah Rejo.


Mika pun mengiyakan dan segera pergi dari tempat mbah Rejo. Ia sangat yakin bahwa kali ini Sarah akan bangkrut.

__ADS_1


Malam harinya sesuai janji mbah Rejo menggarap resto milik Sarah yang baru beberapa minggu ini ia miliki. Ia mengirimkan jin beserta guna-guna untuk memporak porandakan resto Sarah.


Tak menunggu waktu lama para suruhan mbah Rejo pun bekerja dengan sangat cepat.


Pagi harinya manager resto dan pelayan di kejutkan bau bangkai yang entah darimana asalnya. Tak hanya itu persediaan makanan membusuk padahal baru di beli. Beras-beras di penuhi kutu membuat orang yang melihatnya begitu jijik. Hampir Seharian mereka membersihkan resto namun tak selesai-selesai.


Akhirnya Dino berinisiatif mengabari Sarah. Sarah yang menerima kabar itu pun kaget dan mengajak Leo untuk pergi ke resto.


"Tenanglah Sarah semua baik-baik saja." ucap Leo menenangkan Sarah.


Sesampainya di resto Sarah merasakan mual karena bau bangkai yang menyengat.


"Ya Tuhan siapa yang tega melakukan ini?" tanya Sarah heran.


"Ada yang tak beres!" kata Leo.


Tak ada yang berani menyapa Leo saat itu, kemarahan di wajah Leo terlihat menyeramkan. Sarah pun akhirnya membantu pelayan lain untuk membersihkan resto.


"Gini nih kalau beli restonya dari uang gak halal!" celetuk Dea yang membuat Sarah dan pelayan lainnya kaget.


"Eh bac*t lu ya! Punya mulut gak bisa di jaga!" balas Vio sambil melemparkan panci ke tubuh Dea.


Dea pun meringis kesakitan karena panci yang di lemparkan Vio mengenai punggung Dea.

__ADS_1


"Udah udah jangan ribut gak papa kok yok lanjutin!" ucap Sarah pada teman-temannya.


Sedangkan Leo saat ini ia sedang berbicara serius dengan manager resto kemudian pergi mengendarai mobilnya.


__ADS_2