Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Akhirnya jadi sahabat


__ADS_3

**Selamat membaca**


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi ini aku berencana untuk berjalan-jalan dengan Serlin. Kami berencana ingin mengunjungi rumah peninggalan Belanda yang sekarang di jadikan tempat wisata. Akhirnya aku dan Serlin sampai di tempat tujuan kami setelah membayar tiket dan uang parkir kami pun segera masuk kedalam.


Banyak orang yang juga mengunjungi tempat itu walau ramai, tapi entalah mengapa aku merasa sangat sunyi tapi aku tidak terlalu memikirkan itu. Aku dan Serlin duduk di bangku yang ada disana sambil memakan pentol dan juga pop ice coklat. Memandang orang yang berlalu lalang di sekitar sana.


Sampai pandangan ku tertuju ke salah satu rumah Belanda yang tepat di depan ku. Aku seperti melihat sesosok anak kecil perempuan dengan rambut panjang berwarna coklat gelap dengan poni sedang melihat kearah orang-orang yang sedang di tempat wisata itu dari jendela.


"Fir.... pulang yuk?" ajak Serlin sambil menepuk pundak Fira.


"Eeeh... kenapa?" tanya Fira.


"Ayokkk pulang Fir udah sore." ucap Serlin.


"Oh.... ayokk pulang." jawab Fira


Mereka pun bergegas pulang sebelum mereka pergi Fira tanpa sengaja menatap anak kecil yang tadi dia lihat di jendela yang juga menatap nya balik.


Setelah mengentar Serlin pulang Fira pun pulang ke rumah nya ia pun bergegas untuk mandi.


Jam menunjukan pukuk 7 malam Fira segera turun ke bawah untuk makan malam. Dan tepat sekali kondisi rumah ku sangat sepi cuma ada aku saja di rumah itu orang tua ku lagi pergi.


Setelah aku selesai makan aku segera kembali ke kamar untuk belajar. Satu jam sudah, aku pun sudah selesai belajar dan ingin tidur. Aku pergi ke kamar untuk tidur saat aku ingin tidur tiba tiba ada yang menarik selimut ku, aku sangat kaget dan berteriak.


Tapi mulut ku di tutup oleh tangan dari sosok wanita itu dan wajah nya yang pucat dan bajunya yang berlumur darah itu membuat ku takut. Aku hampir saja menangis tapi sosok wanita itu bertanya pada ku.


"Jangan takut aku tidak akan mengganggu mu aku hanya ingin berteman." katanya kepadaku.


aku hanya menatapnya dengan takut setelah itu dia lepas kan tangannya dengan dari mulut ku.


"Berteman?" tanya ku balik padanya.


"Iya aku hanya ingin berteman bolehkan." jawabnya.

__ADS_1


aku hanya mengangguk saja karna dalam hati aku sangat takut. Lalu ia duduk di samping tempat tidurku dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya itu membuat ku merinding aku masih di posisi ku yang terdiam melihatnya karna ini pertama kali aku melihat hantu. Aku yakin dia hantu karna kakinya saja tidak nampak. Lalu dia bertanya kepada ku.


"Apa aku boleh bercerita kepada mu." tanya.


"Ii..iiyaa." jawab ku gugup.


"Andai aku masih hidup pasti aku juga bisa sepertimu." ucapnya membuat aku heran


"Maksud mu apa?" tanya ku dengan bingung


"Iya seperti mu punya banyak teman itu seru menurut ku." jawabnya lagi dengan sengan senang.


"Apakah kamu tidak memiliki teman?"tanyaku.


"Tidak! maka dari itu aku ingin berteman dengan mu." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya." jawab ku.


Akhirnya kami berteman dan kami bercerita sampai larut malam. Banyak hal yang kami bicarakan kami tertawa bersama.


Tiba-tiba aku mendengar suara ketokan aku bingung siapa yang tengah malam seperti ini bertamu saat aku ingin membuka pintu tiba-tiba tangaku di tahan.


"Kenapa?" tanyaku.


"Jangan dibuka dia jahat." ucap sosok anak kecil itu.


Tak lama dari itu aku mendengar suara perempuan ketawa dan itu seram banget aku takut dan hampir menangis dan untung saja ayah ku segera pulang dan suara itu tidak terdengar lagi.


Akhirnya aku memutuskan untuk segera tidur karna besok aku sekolah. Paginya aku bangun kesiangan aku sangat panik dan buru buru bersiap siap untung saja hari tidak ada pelajaran karna hari ini hari pembagian kelas untuk kelas 9.


Dan tentang sesosok anak kecil itu, dia sama sekali tidak mau memberitahu namanya yang membuat aku memberi nama ke anak kecil itu.


aku memberi dia nama "Raisa" cantik kan namanya.


"Woyyy......" serlin yang membuat aku kaget.


"Gila lu untung kagak jantungan gue." ucap ku sewot.


"Santai-santai jangan emosi." ucap shella.


"Ehh hari ini pelajaran pertama matematika kan?" tanya Marina.


"Hooh." balas yunita sambil memakain snack.


Teng....teng...


bell masuk sudah berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai.


"Selamat pagi anak-anak." sapa guru yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Selamat pagi bu." ucap semua murid.


"Baik semua mari kita lanjutkan bab kemarin." ucap guru itu.


Dua jam sudah pelajaran itu berlangsung membuat semua murid di dalam kelas itu kepanasan karna materi matematika yang di berikan guru itu.


"Gila tuh guru di pikir otak gue kagak meledak apa." kesal Yunita.


"Tau tuh otak gue udah kayak keluar asap tau."imbuh Serlin.


"Ealah kok pada ngeluh mendingan kerjain." ucap Marina menengahi.


"Sorry nih Mar otak gue kapasitas nya kagak besar jadi gue nyerah." ucap Fira sambil mengangkat tanganya.


"Sama gue juga nyerah." ucap Shella.


"Gue juga kagak pinter banget kali." ucap Marina.


"Iye kagak pinter tapi sok pinter." celetuk Yunita.


"Hahhahhaha." tawa mereka


"Tau ah..." kesel Marina.


Akhirnya selesai juga pelajaran matematika yang membuat mereka tekanan batin itu. dan sekarang mereka berakhir di kantin untuk mengisi tenaga kembali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**wow....


"Terkadang mereka yang sudah tiada lebih mengerti dari pada mereka yang nyata**."

__ADS_1


__ADS_2